Seorang ayah berbincang dengan anak di sofa.
Anak kadang membawa pulang pengalaman yang sulit dijelaskan: candaan yang terasa menyakitkan, aturan yang membingungkan, atau interaksi yang membuatnya tidak nyaman.
Komunikasi & Kedekatan Orang Tua-Anak

Membantu Anak Bercerita tentang Pengalaman yang Membingungkan

Anak kadang membawa pulang pengalaman yang sulit dijelaskan: candaan yang terasa menyakitkan, aturan yang membingungkan, atau interaksi yang membuatnya tidak nyaman.

Anak kadang membawa pulang pengalaman yang sulit dijelaskan: candaan yang terasa menyakitkan, aturan yang membingungkan, atau interaksi yang membuatnya tidak nyaman. Ia mungkin menyampaikan cerita secara terputus-putus atau baru mengingat detail setelah beberapa waktu. Orang tua dapat membantu anak bercerita tanpa mengarahkan, menekan, atau menyimpulkan terlalu cepat.

Ciptakan suasana yang tidak menghakimi

Mulailah dengan memastikan anak merasa aman dan punya waktu. Kalimat seperti “Kamu boleh cerita pelan-pelan” memberi ruang tanpa menuntut urutan cerita yang sempurna. Hindari menunjukkan kemarahan besar sebelum memahami apa yang ingin disampaikan anak.

Jika anak diam, jangan memaksanya menjawab. Tawarkan kegiatan ringan seperti menggambar atau bermain sambil berbicara. Pastikan ia tahu bahwa ia boleh berhenti dan melanjutkan ketika siap.

Gunakan pertanyaan terbuka dan tidak mengarahkan

Tanyakan hal seperti “Apa yang terjadi setelah itu?” atau “Apa yang kamu ingat?” Hindari pertanyaan yang sudah memuat dugaan, seperti “Dia memukulmu, kan?” karena dapat memengaruhi cara anak mengingat dan menceritakan pengalaman.

Jangan meminta anak mengulang cerita untuk banyak orang. Bila ada dugaan kekerasan atau ancaman, catat kata-kata anak sedekat mungkin dengan yang ia ucapkan dan serahkan penanganan kepada pihak yang kompeten. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan perlindungan anak UNICEF Indonesia.

Pisahkan fakta, perasaan, dan kebutuhan anak

Orang tua dapat mengulang apa yang dipahami: “Kamu bilang kamu bingung saat mereka tertawa.” Lalu tanyakan bagaimana perasaan anak dan bantuan apa yang ia butuhkan. Jangan menganggap satu respons emosional sebagai bukti bahwa seluruh detail sudah jelas.

Bila pengalaman berkaitan dengan sekolah, komunikasi dengan guru dapat membantu mencari konteks. Sampaikan kejadian konkret tanpa memberi label kepada anak atau orang lain. Untuk isu keselamatan, gunakan jalur perlindungan yang tepat dan jangan menunda tindakan yang diperlukan. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke mendengarkan anak agar berani bercerita.

Yakinkan anak bahwa meminta bantuan adalah hal baik

Ucapkan terima kasih karena anak sudah bercerita. Tegaskan bahwa ia tidak salah karena merasa bingung atau takut. Jika orang tua belum dapat menjawab, katakan akan mencari bantuan agar ia tidak menghadapi masalah sendirian.

Jangan menjanjikan bahwa semua masalah akan langsung selesai. Jelaskan langkah berikutnya secara sederhana dan beri kabar perkembangan sesuai usia anak. Kepercayaan dibangun ketika orang tua menepati janji dan menjaga informasi anak dengan hati-hati. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan pengasuhan UNICEF Indonesia.

Contoh dalam keseharian

Rara berkata seorang teman melakukan sesuatu yang membuatnya bingung, tetapi ia sulit menjelaskan urutannya. Ibunya tidak menebak. Ia mendengarkan, menanyakan apa yang Rara ingat, lalu membantu mencari tahu langkah aman berikutnya bersama pihak sekolah.

Hal yang perlu diingat

Bantu anak bercerita dengan suasana aman, pertanyaan terbuka, dan perhatian pada kebutuhan saat ini. Tidak perlu memaksa cerita menjadi lengkap dalam satu percakapan. Ketika ada risiko keselamatan, orang dewasa perlu mengambil langkah perlindungan dan melibatkan tenaga yang kompeten.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.