Seorang ibu mendampingi anak dan temannya saat membahas perbedaan serta disabilitas di taman.
Anak mungkin bertanya mengapa seseorang menggunakan kursi roda, berbicara dengan cara berbeda, atau membutuhkan bantuan saat bergerak.
Komunikasi & Kedekatan Orang Tua-Anak

Menjawab Pertanyaan Anak tentang Perbedaan dan Disabilitas dengan Hormat

Anak mungkin bertanya mengapa seseorang menggunakan kursi roda, berbicara dengan cara berbeda, atau membutuhkan bantuan saat bergerak.

Anak mungkin bertanya mengapa seseorang menggunakan kursi roda, berbicara dengan cara berbeda, atau membutuhkan bantuan saat bergerak. Pertanyaan spontan tidak selalu bermaksud mengejek; sering kali anak sedang mencoba memahami sesuatu yang belum dikenalnya. Orang tua dapat menjawab dengan tenang, menghormati orang yang dibicarakan, dan mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk merendahkan.

Jawab pertanyaan dengan sederhana dan faktual

Gunakan penjelasan yang sesuai usia tanpa membuat asumsi tentang kemampuan, pengalaman, atau kebutuhan seseorang. Misalnya, “Ia menggunakan kursi roda untuk membantunya berpindah tempat.” Hindari menyebut seseorang sebagai inspirasi hanya karena melakukan kegiatan sehari-hari.

Jika tidak mengetahui alasan seseorang menggunakan alat bantu atau memiliki cara komunikasi tertentu, akui bahwa orang tua tidak tahu. Jangan menebak diagnosis atau kondisi kesehatan orang yang tidak dikenal.

Ajarkan bahasa yang menghormati orang lain

Hindari istilah yang merendahkan atau menjadikan disabilitas sebagai bahan candaan. Gunakan bahasa yang dipilih oleh orang atau komunitas terkait bila diketahui. Jelaskan bahwa seseorang tidak boleh disentuh, dipindahkan, atau dibantu tanpa bertanya terlebih dahulu, kecuali keadaan darurat.

Anak dapat belajar menawarkan bantuan dengan sopan, misalnya bertanya, “Apakah kamu ingin dibantu?” Bila orang tersebut menolak, ajarkan anak untuk menghormati jawabannya. Tidak semua orang membutuhkan bantuan yang sama. Sebagai rujukan lanjutan, baca sumber UNICEF tentang hak dan perlindungan anak.

Berikan contoh inklusi dalam kegiatan sehari-hari

Saat memilih taman bermain, buku, acara, atau kegiatan keluarga, tunjukkan bahwa setiap anak berhak ikut serta. Bicarakan hambatan lingkungan seperti tangga tanpa akses atau permainan yang tidak menyediakan pilihan, bukan hanya memusatkan perhatian pada kondisi individu.

Bacaan, cerita, dan pertemuan yang menampilkan beragam karakter dapat membantu anak mengenal perbedaan secara wajar. Pilih materi yang menggambarkan tokoh dengan utuh, bukan hanya sebagai objek kasihan atau tokoh yang harus membuktikan sesuatu. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke menghargai perbedaan karakter setiap anak dengan pola asuh positif.

Koreksi perilaku tanpa mempermalukan anak

Jika anak menunjuk atau menertawakan seseorang, hentikan dengan tenang dan jelaskan perilaku yang perlu diperbaiki. Ajak anak memahami dampak tindakan tersebut dan bagaimana bersikap lebih hormat pada kesempatan berikutnya.

Jangan mengubah satu kesalahan menjadi label bahwa anak tidak baik. Gunakan momen itu untuk mengajarkan rasa hormat, meminta maaf bila tepat, dan memperbaiki perilaku. Orang tua juga perlu memeriksa prasangka atau bahasa yang mereka gunakan sendiri. Pembahasan terkait juga tersedia dalam sumber UNICEF Indonesia tentang pendidikan yang inklusif.

Contoh dalam keseharian

Di taman, Bima bertanya mengapa seorang anak memakai alat bantu dengar. Ayah menjawab singkat bahwa alat itu membantu anak tersebut mendengar. Ayah lalu mengingatkan Bima untuk berbicara dengan sopan dan tidak menyentuh alat milik orang lain tanpa izin.

Hal yang perlu diingat

Pertanyaan anak tentang perbedaan dapat menjadi kesempatan membangun rasa hormat dan inklusi. Jawab sederhana, hindari asumsi, gunakan bahasa yang menghargai, dan tunjukkan melalui perilaku sehari-hari bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan bermartabat.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.