Perjalanan kerja atau keperluan keluarga dapat membuat orang tua harus berpisah dari anak selama beberapa hari. Anak mungkin merasa rindu, marah, atau khawatir. Persiapan yang jelas membantu anak memahami siapa yang menjaga, kapan akan mendapat kabar, dan apa yang tetap berjalan seperti biasa.
Jelaskan rencana dengan bahasa konkret
Sampaikan kapan orang tua berangkat, berapa lama pergi, siapa pengasuhnya, dan siapa yang mengantar sekolah. Gunakan penanda waktu yang dipahami anak, misalnya jumlah tidur malam atau urutan kegiatan, bukan istilah abstrak saja.
Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Emosi & Kesehatan Mental Anak di Parenting BisaBaca.
Hindari menyembunyikan perjalanan sampai menit terakhir. Anak mungkin tetap sedih, tetapi kesempatan mempersiapkan diri membantu mengurangi kejutan. Jelaskan juga hal yang belum pasti dan kapan informasi terbaru akan diberikan.
Siapkan pengasuh bersama anak
Ajak anak mengenal rutinitas dengan pengasuh sebelum keberangkatan bila memungkinkan. Catat makanan, obat yang diresepkan, jadwal sekolah, kontak darurat, dan cara menenangkan anak. Pastikan pengasuh memahami batas dan kewenangan yang disepakati.
Jangan membebankan anak untuk menjaga perasaan pengasuh atau menjadi “anak baik” agar orang tua tidak khawatir. Anak tetap boleh meminta bantuan dan mengungkapkan rasa tidak nyaman kepada orang dewasa tepercaya. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan UNICEF tentang dukungan dan pengasuhan responsif.
Buat pola komunikasi yang realistis
Tentukan kapan keluarga akan menelepon atau mengirim pesan. Jadwal yang konsisten lebih membantu daripada janji komunikasi terus-menerus yang sulit dipenuhi. Jika koneksi atau jadwal dapat berubah, jelaskan cara pengasuh memberi kabar kepada anak.
Foto, pesan suara, atau catatan kecil dapat menjadi pengingat hubungan. Sesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak; tidak semua anak ingin melakukan panggilan video setiap hari. Perhatikan apakah komunikasi membuatnya tenang atau justru semakin sedih.
Bantu anak kembali ke rutinitas setelah orang tua pulang
Setelah kembali, berikan waktu untuk menyambung kedekatan tanpa mengharapkan anak langsung berperilaku seperti biasa. Ia mungkin ingin bercerita, menunjukkan kemarahan, atau membutuhkan perhatian lebih.
Tanyakan pengalaman selama orang tua pergi dan dengarkan hal yang perlu diperbaiki untuk perjalanan berikutnya. Jika muncul perubahan perilaku yang berat atau menetap, diskusikan dengan pengasuh dan profesional bila diperlukan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan NHS tentang kecemasan anak.
Contoh dalam keseharian
Sebelum perjalanan lima hari, orang tua membuat kalender sederhana bersama anak. Setiap malam pengasuh memberi tanda pada hari yang telah berlalu, sementara panggilan dilakukan pada waktu yang sudah disepakati. Bila jadwal berubah, pengasuh menjelaskan dengan jujur.
Hal yang perlu diingat
Perpisahan sementara akan lebih mudah dipahami ketika anak memiliki informasi, pengasuh yang dapat dipercaya, dan jalur komunikasi yang realistis. Rasa rindu tidak perlu dihilangkan; yang penting anak tahu siapa yang hadir dan bagaimana meminta bantuan.










