Perjalanan kerja yang sering atau berlangsung beberapa hari dapat membuat orang tua melewatkan rutinitas anak. Anak mungkin merindukan kehadiran, merasa kecewa ketika jadwal berubah, atau tampak biasa saja tetapi membutuhkan waktu untuk kembali dekat. Kedekatan dapat dijaga melalui komunikasi yang konsisten dan realistis, bukan janji yang sulit dipenuhi.
Beri penjelasan sebelum keberangkatan
Jelaskan ke mana orang tua pergi, berapa lama kira-kira, dan siapa yang akan mendampingi anak. Gunakan penanda waktu yang dimengerti usia anak. Bila jadwal belum pasti, terangkan bahwa orang tua akan memberi kabar saat informasi lebih jelas.
Hindari mengatakan perjalanan kerja adalah kesalahan anak atau alasan orang tua tidak dapat bermain dengannya. Tegaskan bahwa keputusan pekerjaan merupakan tanggung jawab orang dewasa dan anak tetap dicintai.
Buat ritual komunikasi yang dapat dijalankan
Pilih cara sederhana seperti panggilan singkat, pesan suara, foto kegiatan, atau membaca cerita yang sama pada waktu berbeda. Sesuaikan dengan jadwal dan akses komunikasi. Lebih baik membuat janji yang realistis daripada menjanjikan panggilan setiap malam lalu sering batal.
Jika perbedaan zona waktu atau pekerjaan membatasi komunikasi, siapkan cara alternatif. Anak dapat mengirim gambar atau pesan yang akan didengarkan ketika orang tua sudah tersedia. Sebagai rujukan lanjutan, baca konsep interaksi responsif orang tua-anak dari Harvard.
Jadikan waktu pulang sebagai kesempatan terhubung kembali
Ketika kembali, sediakan waktu untuk aktivitas yang dipilih anak. Jangan berharap anak langsung ingin bercerita atau menyambut dengan antusias. Ia mungkin perlu waktu menyesuaikan diri setelah rutinitas berubah.
Hindari mengganti ketidakhadiran dengan hadiah setiap kali pulang. Perhatian, keterlibatan, dan konsistensi lebih bermakna daripada benda. Jika jadwal memungkinkan, ikut kembali dalam rutinitas biasa seperti membaca atau menyiapkan sarapan. Topik ini juga berkaitan dengan waktu berkualitas ayah dan anak di tengah kesibukan dan peran ayah dalam membangun kedekatan emosional dengan anak.
Koordinasikan dukungan dengan orang yang mendampingi
Pastikan pengasuh atau anggota keluarga mengetahui jadwal, kebutuhan anak, dan cara menghubungi orang tua. Bagikan perubahan penting agar anak tidak harus menjadi penyampai berita.
Jika perjalanan kerja sering membuat anak terganggu, diskusikan apakah ada penyesuaian jadwal atau dukungan tambahan yang mungkin dilakukan. Tidak semua pekerjaan fleksibel, tetapi keluarga dapat mengevaluasi kebiasaan komunikasi dan pembagian tanggung jawab. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan pengasuhan UNICEF Indonesia.
Contoh dalam keseharian
Ayah sering dinas tiga hari. Ia dan anak sepakat mengirim satu pesan suara setiap pagi, sementara ibu membantu menjaga rutinitas. Saat pulang, ayah mengajak anak melakukan kegiatan sederhana yang disukai, tanpa memaksa anak langsung menceritakan semua hal.
Hal yang perlu diingat
Kedekatan tidak hanya dibangun dari jumlah jam bersama, tetapi dari perhatian yang dapat diandalkan. Jelaskan jadwal dengan jujur, buat ritual komunikasi realistis, dan terlibat kembali dalam keseharian saat pulang. Sesuaikan strategi dengan kondisi kerja dan kebutuhan anak.










