Setelah perceraian, hubungan anak dengan kedua orang tua dapat berubah karena jadwal, tempat tinggal, dan rutinitas baru. Bila kedua orang tua aman dan mampu mengasuh, anak umumnya terbantu ketika tetap dapat menjaga hubungan positif dengan keduanya tanpa harus memilih pihak. Fokusnya bukan membuat semua hal sama, tetapi melindungi anak dari konflik dan memenuhi kebutuhannya.
Tegaskan bahwa perceraian bukan kesalahan anak
Sampaikan bahwa keputusan berpisah adalah urusan orang dewasa dan anak tidak menyebabkannya. Anak dapat merasa sedih, marah, lega, atau bingung. Beri kesempatan untuk bertanya berulang kali karena pemahamannya berubah sesuai usia.
Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Dinamika Keluarga & Pengasuhan Bersama di Parenting BisaBaca.
Jangan meminta anak memilih siapa yang lebih disayangi atau menunjukkan loyalitas dengan menolak orang tua lain. Hindari membicarakan kesalahan pasangan di depan anak atau menjadikan anak tempat curhat konflik.
Atur komunikasi dan jadwal secara langsung antarorang dewasa
Buat kesepakatan yang jelas mengenai waktu bertemu, penjemputan, sekolah, kesehatan, dan komunikasi. Sampaikan informasi kepada anak dengan bahasa sederhana dan sedini mungkin bila ada perubahan.
Jangan menjadikan anak pembawa pesan tentang jadwal, uang, atau perselisihan. Jika komunikasi langsung sulit, gunakan kanal tertulis yang netral atau bantuan mediator sesuai kebutuhan. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan AAP tentang membantu anak menyesuaikan diri setelah perceraian.
Jaga rutinitas dan hubungan yang aman
Pertahankan kegiatan sekolah, teman, waktu tidur, dan kebiasaan penting sebisa mungkin. Dorong hubungan dengan kedua orang tua hanya sejauh hubungan tersebut aman dan sesuai kepentingan terbaik anak.
Jangan menerapkan prinsip hubungan dengan kedua orang tua secara otomatis bila terdapat kekerasan, penelantaran, ancaman, atau risiko keselamatan. Dalam keadaan seperti itu, keputusan kontak perlu didasarkan pada perlindungan anak dan arahan profesional atau hukum.
Berikan dukungan emosional dan amati perubahan
Anak mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Dengarkan tanpa menginterogasi dan jangan menuntut ia segera menerima susunan keluarga baru. Beri tahu guru atau tenaga kesehatan secara proporsional bila perubahan berdampak pada kegiatan anak.
Jika anak menunjukkan kesulitan yang menetap atau sangat mengganggu kesehariannya, pertimbangkan konsultasi dengan dokter anak atau konselor keluarga. Orang tua juga perlu mencari dukungan agar konflik dewasa tidak terus terbawa ke pengasuhan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan AAP tentang dukungan anak setelah orang tua berpisah.
Contoh dalam keseharian
Setelah orang tuanya berpisah, Fajar mengetahui jadwal tinggal dan waktu panggilan melalui kalender sederhana. Kedua orang tua berkomunikasi langsung mengenai sekolah dan kesehatan. Mereka tidak meminta Fajar menyampaikan keluhan satu sama lain.
Hal yang perlu diingat
Anak perlu tetap merasa dicintai dan aman setelah perceraian. Beri penjelasan jujur, atur komunikasi antarorang dewasa, jaga rutinitas, dan jangan meminta anak memilih pihak. Setiap pengaturan kontak harus mengutamakan keselamatan serta kebutuhan anak.










