Anak yang tinggal bergantian di dua rumah dapat menghadapi perubahan jadwal, tempat tidur, barang, dan aturan harian. Keluarga tidak harus membuat kedua rumah identik, tetapi beberapa hal yang dapat diprediksi akan membantu anak merasa lebih aman. Fokusnya adalah menjaga kebutuhan dasar dan hubungan dengan kedua orang tua, bukan menjadikan anak pengatur perpindahan.
Sepakati rutinitas inti yang paling penting
Orang tua dapat menyelaraskan waktu tidur, jadwal sekolah, obat yang diresepkan, kebutuhan makan tertentu, dan cara menghubungi pengasuh. Rutinitas inti lebih penting daripada kesamaan seluruh aturan kecil atau dekorasi rumah.
Buat kalender yang mudah dipahami anak sesuai usianya. Jelaskan kapan ia berada di masing-masing rumah dan siapa yang menjemput. Hindari perubahan jadwal mendadak tanpa memberi tahu anak, kecuali keadaan memang tidak memungkinkan.
Pastikan perpindahan tidak menjadi beban anak
Siapkan barang penting di kedua rumah jika memungkinkan, seperti perlengkapan mandi, pakaian dasar, dan alat belajar. Jika barang perlu dibawa, gunakan daftar sederhana yang dikelola orang dewasa.
Jangan meminta anak menyampaikan pesan, uang, atau keluhan dari satu orang tua kepada yang lain. Komunikasi logistik sebaiknya dilakukan langsung antarorang dewasa melalui cara yang disepakati. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan American Academy of Pediatrics tentang membantu anak menyesuaikan diri setelah perceraian.
Beri ruang bagi perbedaan aturan yang wajar
Kedua rumah mungkin memiliki kebiasaan berbeda. Selama aman dan tidak bertentangan dengan kebutuhan utama anak, beberapa perbedaan dapat diterima. Orang tua dapat menyepakati batas penting tanpa menuntut semua keputusan kecil sama persis.
Hindari menggunakan aturan sebagai cara mengontrol rumah lain atau mengkritik orang tua yang berbeda. Bila anak bingung, jelaskan aturan di rumah tempat ia sedang berada dengan sederhana dan tanpa merendahkan pihak lain. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke rutinitas harian yang mendukung penerapan pola asuh positif.
Lindungi anak dari konflik orang dewasa
Jadwal dua rumah dapat menjadi sumber ketegangan, tetapi anak tidak perlu mengetahui pertengkaran orang tua. Jangan meminta anak memilih, memihak, atau memberi laporan tentang kehidupan rumah yang lain.
Jika komunikasi langsung sulit atau ada isu keselamatan, pertimbangkan bantuan mediator, konselor, atau nasihat hukum yang sesuai. Jika terdapat kekerasan atau risiko bagi anak, pengaturan kontak perlu memprioritaskan perlindungan dan mengikuti arahan pihak berwenang. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan AAP tentang dukungan anak setelah orang tua berpisah.
Contoh dalam keseharian
Raisa tinggal bergantian di rumah ibu dan ayah. Kedua orang tua menggunakan kalender bersama untuk jadwal sekolah dan kegiatan. Mereka menyimpan perlengkapan dasar di masing-masing rumah sehingga Raisa tidak perlu terus-menerus mengingat semua barang.
Hal yang perlu diingat
Rutinitas yang cukup konsisten dapat membantu anak beradaptasi saat tinggal di dua rumah. Selaraskan kebutuhan inti, atur perpindahan oleh orang dewasa, dan jauhkan anak dari konflik. Setiap keluarga memiliki situasi berbeda; keselamatan dan kesejahteraan anak harus menjadi dasar pengaturan.










