Seorang ayah berbincang dengan anak ketika anggota keluarga lain sedang dirawat.
Ketika anggota keluarga dirawat di rumah sakit, anak dapat merasa khawatir, bingung, atau takut kehilangan.
Dinamika Keluarga & Pengasuhan Bersama

Mendampingi Anak ketika Anggota Keluarga Dirawat di Rumah Sakit

Ketika anggota keluarga dirawat di rumah sakit, anak dapat merasa khawatir, bingung, atau takut kehilangan.

Ketika anggota keluarga dirawat di rumah sakit, anak dapat merasa khawatir, bingung, atau takut kehilangan. Ia mungkin menangkap percakapan orang dewasa dan membayangkan hal yang lebih menakutkan daripada keadaan sebenarnya. Penjelasan yang jujur, sesuai usia, dan diperbarui ketika ada informasi baru membantu anak memahami situasi tanpa diberi beban yang tidak semestinya.

Jelaskan apa yang diketahui dan apa yang belum pasti

Gunakan kata yang mudah dipahami untuk menjelaskan bahwa anggota keluarga sedang mendapat perawatan. Hindari istilah medis rumit atau janji bahwa semuanya pasti baik-baik saja bila dokter belum dapat memastikan.

Jika ada informasi yang belum diketahui, katakan dengan jujur bahwa keluarga sedang menunggu penjelasan tenaga kesehatan. Anak dapat diberi tahu kapan orang tua akan memberikan kabar berikutnya agar ia tidak terus menebak.

Akui rasa takut dan pertanyaan anak

Anak mungkin bertanya apakah anggota keluarga akan pulang, apakah penyakit menular, atau apakah ia melakukan kesalahan. Dengarkan pertanyaan tanpa menganggapnya berlebihan. Jawab sesuai fakta yang telah dikonfirmasi oleh tim medis.

Jangan meminta anak menyembunyikan perasaannya agar orang dewasa tidak sedih. Ia boleh merasa takut, marah, atau bingung. Orang tua dapat menyampaikan bahwa orang dewasa juga memiliki perasaan, tetapi tetap bertanggung jawab mengurus keadaan. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan AAP tentang kunjungan dan dukungan kesehatan anak.

Pertahankan rutinitas dan dukungan sehari-hari

Selama anggota keluarga dirawat, usahakan jadwal makan, sekolah, tidur, dan aktivitas anak tetap terjaga. Jelaskan siapa yang akan menemani atau menjemput. Bila perlu mengubah rutinitas, beri tahu sebelumnya bila memungkinkan.

Anak tidak harus ikut ke rumah sakit jika situasi, aturan fasilitas, atau kondisi pasien tidak memungkinkan. Keluarga dapat mencari cara lain untuk terhubung, seperti menggambar kartu, pesan suara, atau panggilan singkat yang sesuai kondisi. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke perkembangan emosi anak usia dini cara memahami dan mendampingi perasaannya.

Perhatikan reaksi anak setelah situasi berlangsung

Sebagian anak menjadi lebih rewel, diam, sulit tidur, atau ingin terus dekat dengan orang tua. Respons dapat berbeda menurut usia dan pengalaman. Berikan dukungan tanpa langsung memberi label gangguan.

Jika kecemasan menetap, mengganggu kegiatan harian, atau anak mengalami kesulitan berat, bicarakan dengan tenaga kesehatan atau konselor. Informasi yang diberikan kepada anak harus tetap menjaga privasi pasien dan tidak melanggar arahan medis. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan pengasuhan UNICEF Indonesia.

Contoh dalam keseharian

Nenek dirawat di rumah sakit. Orang tua memberi tahu Arum bahwa dokter sedang membantu nenek pulih, tetapi belum tahu kapan nenek pulang. Arum diajak membuat kartu dan tetap mengikuti rutinitas sekolah dengan bantuan anggota keluarga lain.

Hal yang perlu diingat

Perawatan anggota keluarga dapat memengaruhi rasa aman anak meskipun ia tidak berada di rumah sakit. Berikan penjelasan yang jujur, jaga rutinitas, dan terima pertanyaannya. Gunakan informasi medis yang sudah dikonfirmasi dan cari dukungan bila respons anak sangat mengganggu keseharian.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.