Keluarga dapat mengalami perubahan besar seperti pindah rumah, kehilangan pekerjaan, perpisahan, sakitnya anggota keluarga, atau perubahan pengasuh. Anak mungkin belum memahami seluruh penyebab, tetapi merasakan perubahan rutinitas dan emosi orang dewasa. Rasa aman dibangun melalui penjelasan yang jujur, kehadiran yang konsisten, dan kepastian tentang siapa yang akan membantu.
Jelaskan hal yang akan berubah dan yang tetap
Sampaikan perubahan dengan bahasa sesuai usia. Anak perlu tahu hal praktis seperti siapa yang menjemput, di mana ia tidur, atau kapan dapat bertemu anggota keluarga. Hindari memberi detail orang dewasa yang tidak diperlukan.
Sebutkan hal yang tetap ada, seperti kasih sayang, sekolah, rutinitas tertentu, atau orang dewasa yang dapat dimintai bantuan. Jangan menjanjikan sesuatu yang belum pasti; kejujuran yang tenang lebih membantu daripada kepastian palsu.
Jaga rutinitas inti dan hubungan yang dapat diandalkan
Pertahankan kegiatan sederhana seperti waktu makan, membaca, tidur, atau percakapan harian bila memungkinkan. Jika rutinitas harus berubah, buat pola baru yang dapat diprediksi dan jelaskan siapa yang mendampingi anak.
Anak dapat membutuhkan waktu khusus bersama orang tua atau pengasuh tepercaya. Perhatian singkat yang konsisten dapat lebih realistis daripada menjanjikan waktu panjang yang tidak dapat dipenuhi. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan AAP tentang dukungan anak saat perubahan keluarga.
Terima respons emosional yang berbeda
Sebagian anak bertanya terus, sebagian menarik diri, dan sebagian menunjukkan perubahan perilaku. Jangan membandingkan saudara atau menganggap satu respons berarti anak lebih kuat. Dengarkan dan beri ruang bagi anak mengungkapkan perasaan dengan cara yang sesuai.
Jika anak belum ingin berbicara, tawarkan aktivitas bersama dan kesempatan bertanya kembali. Hindari menganggap diam sebagai persetujuan atau pemahaman penuh. Topik ini juga berkaitan dengan membantu anak beradaptasi sekolah baru dan rutinitas harian yang mendukung penerapan pola asuh positif.
Cari bantuan bila perubahan mengganggu keselamatan atau fungsi anak
Amati pola yang menetap seperti kesulitan tidur, ketakutan yang meningkat, perubahan perilaku besar, atau penurunan aktivitas sehari-hari. Catat kejadian konkret dan konsultasikan dengan guru atau tenaga profesional sesuai kebutuhan.
Jika perubahan keluarga melibatkan kekerasan, penelantaran, atau ancaman, utamakan keselamatan anak dan cari bantuan perlindungan. Tidak semua situasi dapat diselesaikan hanya dengan komunikasi dan rutinitas. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan pengasuhan UNICEF Indonesia.
Contoh dalam keseharian
Setelah keluarga harus pindah karena perubahan pekerjaan, orang tua menjelaskan bahwa sekolah akan berganti tetapi anak tetap tinggal bersama mereka. Mereka mempertahankan waktu membaca sebelum tidur dan memberi anak kesempatan melihat lingkungan baru lebih dahulu.
Hal yang perlu diingat
Perubahan besar tidak selalu dapat dihindari, tetapi anak dapat dibantu melewatinya dengan informasi yang jujur, rutinitas yang cukup stabil, dan hubungan yang dapat diandalkan. Sesuaikan dukungan dengan kebutuhan anak dan cari bantuan saat situasi melampaui kemampuan keluarga.









