Kehadiran bayi baru dapat membawa kegembiraan sekaligus perubahan besar bagi anak yang lebih dulu tinggal di rumah. Ia mungkin ingin membantu, tetapi juga merasa cemburu karena perhatian orang tua terbagi. Persiapan yang sesuai usia, keterlibatan tanpa paksaan, dan waktu khusus bersama orang tua membantu anak menyesuaikan diri secara bertahap.
Beri gambaran sebelum bayi lahir
Ceritakan bahwa bayi akan membutuhkan banyak bantuan karena belum bisa melakukan banyak hal sendiri. Gunakan buku, boneka, atau kunjungan yang sesuai untuk mengenalkan suara tangis, perlengkapan, dan rutinitas bayi tanpa membuat anak merasa harus selalu senang.
Jangan menjanjikan bahwa semua hal akan tetap sama. Jelaskan perubahan yang mungkin terjadi, seperti waktu tidur atau jadwal orang tua, sambil menunjukkan rutinitas yang tetap dipertahankan.
Libatkan anak dalam peran kecil yang aman
Anak dapat memilih buku bayi, mengambil popok, atau menyanyikan lagu jika ia ingin. Pastikan tugas sesuai usia dan selalu diawasi. Anak tidak perlu bertanggung jawab menjaga bayi atau menggantikan tugas orang dewasa.
Berikan pujian atas usaha dan perhatian, tetapi jangan menuntut anak menjadi kakak yang selalu sabar. Ia tetap membutuhkan hak untuk bermain, beristirahat, dan menerima bantuan. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan UNICEF tentang menyiapkan anak menyambut saudara baru.
Sediakan waktu khusus untuk anak yang lebih besar
Walau singkat, waktu berdua yang konsisten dapat membantu anak merasa tetap diperhatikan. Aktivitas dapat berupa membaca, berjalan, atau berbincang tanpa gangguan. Keluarga lain juga dapat membantu menyediakan perhatian positif.
Jika anak kembali meminta bantuan seperti ketika lebih kecil, respons dengan tenang. Perubahan perilaku sementara dapat terjadi selama penyesuaian. Hindari mempermalukan atau membandingkannya dengan bayi. Topik ini juga berkaitan dengan mengurangi kecemburuan kakak setelah adik lahir dan membagi perhatian secara adil untuk setiap anak.
Tanggapi kecemburuan dan emosi dengan empati
Anak boleh mengatakan tidak suka bayi atau merasa kesal. Akui perasaannya sambil menjaga keselamatan bayi. Jelaskan bahwa orang tua mencintai keduanya dan setiap anak tetap memiliki tempat dalam keluarga.
Jika ada perilaku yang berisiko bagi bayi, hentikan dengan tenang dan awasi interaksi. Jangan meninggalkan bayi dan anak kecil bersama tanpa pengawasan orang dewasa yang sesuai. Minta bantuan tenaga kesehatan bila ada kekhawatiran khusus tentang penyesuaian atau keselamatan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang pengasuhan positif sesuai usia.
Contoh dalam keseharian
Setelah adik lahir, Rafi beberapa kali meminta digendong seperti bayi. Ibu tidak menertawakannya. Ia menyediakan waktu membaca berdua dan mengajak Rafi mengambil popok ketika Rafi ingin membantu, sambil memastikan bayi tetap dalam pengawasan orang dewasa.
Hal yang perlu diingat
Menyambut bayi baru adalah proses keluarga, bukan tugas kakak untuk segera menjadi mandiri. Berikan penjelasan realistis, ajak terlibat sesuai usia, sediakan waktu khusus, dan terima perasaan campur aduk. Orang dewasa tetap bertanggung jawab menjaga keselamatan dan kesejahteraan semua anak.










