Anggota keluarga dapat memiliki pandangan berbeda tentang disiplin, makanan, pendidikan, penggunaan gawai, atau cara mengekspresikan kasih sayang. Perbedaan nilai tidak selalu harus berakhir dengan pertengkaran. Keluarga perlu membedakan preferensi yang masih dapat dinegosiasikan dari hal yang berkaitan dengan keselamatan, hak, dan kebutuhan anak.
Kenali pokok perbedaan sebelum merespons
Tanyakan apa yang sebenarnya menjadi perhatian tiap pihak. Misalnya, aturan layar mungkin berkaitan dengan kekhawatiran soal perkembangan, sementara kakek-nenek ingin anak merasa terhibur. Memahami alasan membantu keluarga mencari solusi yang lebih tepat.
Hindari menganggap satu generasi selalu benar atau selalu keliru. Pengalaman dan informasi dapat berbeda. Rujuk pedoman yang kompeten untuk isu kesehatan, keselamatan, dan perkembangan, bukan hanya kebiasaan atau cerita pribadi.
Pisahkan prinsip keselamatan dari preferensi keluarga
Hal seperti pemberian obat, alergi, pengawasan, keamanan kendaraan, dan perlindungan tubuh memerlukan aturan yang jelas. Pilihan seperti jenis permainan atau cara menyusun mainan mungkin memberi ruang lebih besar untuk kompromi.
Bila ada perbedaan tentang kesehatan atau perkembangan, konsultasikan kepada tenaga profesional yang relevan. Jangan mengganti rekomendasi medis dengan kesepakatan keluarga yang tidak memiliki dasar. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan pengasuhan UNICEF Indonesia.
Gunakan percakapan langsung dan contoh konkret
Sampaikan apa yang dibutuhkan anak dan mengapa, dengan contoh kejadian nyata. Hindari sindiran atau kritik di depan anak. Dengarkan tanggapan anggota keluarga dan cari kesepakatan tertulis bila aturan perlu dipahami beberapa pengasuh.
Orang tua dapat menjelaskan bahwa keputusan utama tentang anak tetap menjadi tanggung jawab wali, sambil menghargai kontribusi keluarga besar. Batas disampaikan dengan tegas tanpa menghina pengalaman atau niat orang lain. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke membangun kerja sama antara orang tua dan anak melalui pola asuh positif.
Lindungi anak dari konflik dan tetapkan konsekuensi bila perlu
Jangan meminta anak memilih pihak atau menyampaikan kritik kepada anggota keluarga. Jika orang dewasa terus melanggar batas penting, ubah bentuk pengasuhan atau kurangi situasi yang berisiko.
Hubungan keluarga memang berharga, tetapi anak tidak boleh diminta menoleransi perilaku yang membuatnya tidak aman. Bila konflik berlarut dan memengaruhi kesejahteraan anak, pertimbangkan bantuan konselor keluarga atau mediator. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang pengasuhan positif.
Contoh dalam keseharian
Orang tua dan kakek berbeda pandangan tentang camilan sebelum makan. Mereka membahas alasan masing-masing, lalu sepakat menyediakan camilan pada waktu tertentu dan tidak menggunakan makanan sebagai ancaman atau hadiah untuk memaksa anak.
Hal yang perlu diingat
Perbedaan nilai pengasuhan dapat dikelola dengan memahami alasan, memprioritaskan keselamatan, dan berkomunikasi langsung. Tidak semua kebiasaan perlu diseragamkan, tetapi hak dan kebutuhan anak harus tetap menjadi dasar keputusan.










