Orang tua yang harus bekerja di luar kota, menjalani sif panjang, atau sering pulang terlambat mungkin menghadapi pertanyaan anak tentang ketidakhadiran mereka. Anak membutuhkan penjelasan yang jujur dan sesuai usia, disertai gambaran kapan mereka dapat terhubung kembali. Hindari janji yang tidak pasti atau membuat anak merasa ditinggalkan karena pekerjaan.
Jelaskan alasan dengan bahasa yang dapat dipahami
Untuk anak kecil, cukup katakan bahwa orang tua pergi bekerja dan akan kembali setelah kegiatan tertentu. Anak yang lebih besar dapat memahami jadwal atau alasan pekerjaan yang lebih rinci, tanpa perlu diberi beban tentang urusan orang dewasa.
Gunakan waktu atau penanda yang mudah dipahami anak, misalnya setelah makan malam atau setelah dua kali tidur, bukan hanya menyebut jam yang belum ia pahami. Jika jadwal berubah, beri tahu sesegera mungkin.
Buat pola komunikasi yang realistis
Keluarga dapat menyepakati panggilan singkat, pesan suara, foto kegiatan, atau catatan kecil. Pilih cara yang sesuai dengan jadwal kerja dan kebutuhan anak. Kualitas interaksi lebih penting daripada janji komunikasi yang terlalu sering tetapi sulit dipenuhi.
Jika orang tua bekerja dalam kondisi yang tidak memungkinkan menggunakan ponsel, jelaskan kapan komunikasi dapat dilakukan. Anak dapat dibantu pengasuh untuk menyiapkan pertanyaan atau cerita yang ingin dibagikan saat orang tua tersedia. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan pengasuhan UNICEF Indonesia.
Jaga konsistensi pengasuhan selama orang tua tidak hadir
Orang dewasa yang mendampingi anak perlu memahami rutinitas, aturan penting, kebutuhan kesehatan, dan cara anak meminta bantuan. Bagikan informasi yang relevan tanpa membuat pengasuh harus meniru seluruh kebiasaan orang tua.
Hindari menyebut pengasuh sebagai pengganti orang tua. Anak dapat memiliki hubungan yang aman dengan beberapa orang dewasa. Yang penting, peran masing-masing jelas dan anak mengetahui siapa yang dapat dihubungi saat membutuhkan bantuan. Topik ini juga berkaitan dengan waktu berkualitas ayah dan anak di tengah kesibukan dan kebiasaan sederhana yang membuat ayah lebih terlibat dalam pengasuhan.
Terima emosi anak saat perpisahan atau perubahan jadwal
Anak mungkin marah, sedih, atau mengatakan tidak ingin orang tua pergi. Akui perasaan itu dan jangan menyuruhnya berhenti menangis. Jelaskan kembali rencana, lalu lakukan perpisahan dengan cara yang konsisten.
Saat kembali, luangkan waktu untuk terhubung tanpa menuntut anak langsung antusias. Bila perubahan kerja berdampak besar pada keseharian anak, pertimbangkan dukungan keluarga dan komunikasi dengan sekolah atau tenaga profesional sesuai kebutuhan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam konsep responsivitas hubungan orang tua dan anak dari Harvard.
Contoh dalam keseharian
Ibu harus bekerja selama tiga malam. Ia menjelaskan kepada Dira bahwa ia akan pulang setelah Dira tidur tiga kali. Mereka menyepakati pesan suara sebelum tidur bila jadwal memungkinkan. Ayah dan pengasuh mengetahui rutinitas Dira serta cara menghubungi ibu jika ada kebutuhan penting.
Hal yang perlu diingat
Anak lebih terbantu oleh penjelasan yang jujur, rutinitas yang dapat diprediksi, dan janji yang realistis. Ketidakhadiran karena pekerjaan tidak harus memutus kedekatan, tetapi keluarga perlu menyusun dukungan yang sesuai dengan jadwal dan kebutuhan anak.










