Seorang ibu mendampingi anak yang tampak khawatir saat orang tua bersiap pergi.
Sebagian anak merasa cemas saat orang tua pergi bekerja, melakukan perjalanan, atau tidak bisa menjemput seperti biasa.
Emosi & Kesehatan Mental Anak

Saat Anak Khawatir Orang Tua Tidak Kembali: Mendampingi Rasa Takut

Sebagian anak merasa cemas saat orang tua pergi bekerja, melakukan perjalanan, atau tidak bisa menjemput seperti biasa.

Sebagian anak merasa cemas saat orang tua pergi bekerja, melakukan perjalanan, atau tidak bisa menjemput seperti biasa. Kekhawatiran bahwa orang tua tidak kembali perlu ditanggapi dengan empati sekaligus penjelasan yang konsisten. Hindari mengejek atau menjanjikan hal yang tidak dapat dipastikan.

Cari tahu apa yang dibayangkan anak

Tanyakan apa yang paling ia takutkan ketika orang tua pergi. Anak mungkin khawatir tersesat, ditinggalkan, atau tidak tahu siapa yang akan merawatnya. Jawaban konkret membantu orang tua memahami kebutuhan di balik tangisan atau penolakan berpisah.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Emosi & Kesehatan Mental Anak di Parenting BisaBaca.

Jangan menyebut anak manja atau sengaja mencari perhatian. Rasa takut dapat muncul dalam tahap perkembangan tertentu, tetapi pola yang intens dan mengganggu perlu diamati lebih lanjut.

Buat rencana perpisahan yang dapat diprediksi

Jelaskan siapa yang menjaga anak, kapan orang tua berangkat, dan kapan rencana berikutnya. Gunakan penanda yang dipahami anak, misalnya setelah makan siang atau setelah kegiatan tertentu, bukan janji waktu yang belum bisa ia pahami.

Pamit dengan singkat dan konsisten. Menghilang diam-diam dapat membuat anak semakin sulit mempercayai pola perpisahan. Jangan memperpanjang perpisahan dengan janji berkali-kali, tetapi tetap tunjukkan kasih sayang dan ketenangan. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan NHS tentang kecemasan dan perpisahan pada anak.

Bantu anak memiliki cara mengingat hubungan

Foto, pesan suara, benda kecil yang aman, atau rutinitas panggilan dapat membantu bila sesuai usia dan situasi. Pastikan benda tersebut tidak menjadi satu-satunya cara anak merasa aman; bangun juga hubungan dengan pengasuh yang hadir.

Pengasuh perlu mengetahui cara menenangkan anak, rutinitasnya, dan kapan menghubungi orang tua. Kesepakatan yang jelas mengurangi ketidakpastian bagi semua pihak.

Cari bantuan bila ketakutan mengganggu kehidupan

Jika kecemasan perpisahan menetap, sangat intens, atau menghambat sekolah, tidur, dan aktivitas, konsultasikan dengan tenaga profesional. Catat kapan gejala muncul dan apa yang membantu agar penilaian lebih akurat.

Jangan memaksa anak menghadapi ketakutan secara mendadak. Dukungan bertahap perlu dirancang sesuai usia dan kebutuhan. Bila ada perubahan besar dalam keluarga atau pengalaman menakutkan, sampaikan konteks tersebut kepada profesional. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang dukungan perkembangan sosial-emosional.

Contoh dalam keseharian

Sebelum dinas dua hari, orang tua dapat menjelaskan siapa yang menemani anak, kapan panggilan video dilakukan, dan siapa yang mengantar sekolah. Bila jadwal berubah, beri kabar secepatnya melalui pengasuh agar anak tidak menunggu tanpa penjelasan.

Hal yang perlu diingat

Anak membutuhkan pola yang dapat dipercaya, bukan janji bahwa orang tua tidak akan pernah pergi. Pamit dengan jelas, siapkan pengasuh yang dikenal, dan amati apakah kecemasan berkurang atau justru membatasi kegiatan anak.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.