Takut membuat kesalahan dapat membuat anak enggan mencoba, meminta orang tua mengerjakan tugas, atau menghapus pekerjaan berulang kali. Orang tua dapat membantu dengan memberi pengalaman bahwa kesalahan bisa diperiksa dan diperbaiki, bukan sesuatu yang harus disembunyikan.
Cari tahu apa yang anak takutkan
Tanyakan apa yang ia bayangkan akan terjadi bila jawabannya salah. Ia mungkin takut dimarahi, ditertawakan, mendapat nilai rendah, atau mengecewakan orang dewasa. Jangan langsung menganggap anak terlalu sensitif atau tidak mau berusaha.
Tinjau pengalaman sebelumnya. Jika anak sering dipermalukan ketika salah, perubahan respons orang dewasa menjadi bagian penting dari dukungan. Minta maaf bila perlu dan tunjukkan bahwa rumah dapat menjadi tempat aman untuk belajar.
Tanggapi kesalahan sebagai informasi
Bantu anak mencari bagian yang belum dipahami, bukan menilai kecerdasannya. Kalimat “Mari lihat langkah mana yang membingungkan” lebih berguna daripada “Masa begitu saja salah?” Fokus pada proses membuat perbaikan terasa mungkin.
Jangan buru-buru memperbaiki semuanya untuk anak. Beri petunjuk secukupnya, kemudian tunggu ia mencoba. Jika tugas terlalu sulit, pecah menjadi bagian yang lebih kecil atau minta penjelasan tambahan dari guru. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan Harvard tentang keterampilan fungsi eksekutif.
Tunjukkan contoh orang dewasa belajar dari kesalahan
Ceritakan secara singkat kesalahan yang pernah orang tua lakukan dan bagaimana memperbaikinya. Hindari cerita yang membuat anak harus menghibur orang tua. Pesan utamanya: setiap orang dapat salah dan tetap bertanggung jawab.
Saat anak mengakui kesalahan, hargai kejujurannya terlebih dahulu. Setelah itu, bahas dampak dan langkah perbaikan. Dengan begitu, anak tidak belajar bahwa menyembunyikan fakta lebih aman daripada berkata jujur. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke contoh kalimat pola asuh positif saat anak melakukan kesalahan.
Kenali rasa takut yang menghambat aktivitas
Jika ketakutan salah membuat anak menghindari sekolah, ujian, permainan, atau kegiatan sosial, amati durasi dan dampaknya. Bicarakan dengan guru dan pertimbangkan konsultasi profesional bila kecemasan menetap atau semakin luas.
Jangan memaksa anak menghadapi semua ketakutan sekaligus. Rencana bertahap perlu menyesuaikan kebutuhan dan rasa aman anak. Bila ada penghinaan atau perundungan, masalah lingkungan juga perlu ditangani, bukan hanya melatih anak lebih berani. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan NHS mengenai kecemasan anak.
Contoh dalam keseharian
Anak tidak mau mengumpulkan tugas karena satu jawaban belum yakin. Orang tua dapat berkata, “Kita bisa tandai bagian ini dan periksa bersama. Tugas tidak harus tanpa kesalahan untuk menunjukkan apa yang sudah kamu pelajari.”
Hal yang perlu diingat
Membuat kesalahan adalah bagian dari belajar. Bangun suasana yang menghargai kejujuran, bantu anak memperbaiki dampak, dan cari bantuan bila rasa takut mulai membatasi kehidupan sehari-hari.










