Seorang ayah membantu anak meninjau hasil belajar di meja.
Nilai yang lebih rendah dari harapan dapat membuat anak kecewa, malu, atau takut dimarahi.
Pendidikan & Pembelajaran

Membantu Anak Menghadapi Nilai Sekolah yang Tidak Sesuai Harapan

Nilai yang lebih rendah dari harapan dapat membuat anak kecewa, malu, atau takut dimarahi. Orang tua dapat membantu melihat nilai sebagai informasi tentang proses belajar, bukan ukuran tunggal kecerdasan atau harga diri.

Nilai yang lebih rendah dari harapan dapat membuat anak kecewa, malu, atau takut dimarahi. Orang tua dapat membantu melihat nilai sebagai informasi tentang proses belajar, bukan ukuran tunggal kecerdasan atau harga diri. Percakapan yang tenang membuka peluang memahami kebutuhan anak.

Dengarkan reaksi anak sebelum membahas angka

Tanyakan bagaimana perasaan anak dan apa yang menurutnya membuat hasil berbeda dari harapan. Jangan langsung membandingkan dengan nilai sebelumnya atau teman. Anak mungkin lebih membutuhkan didengar sebelum siap membahas strategi belajar.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Pendidikan & Pembelajaran di Parenting BisaBaca.

Hindari respons yang mempermalukan seperti mempertanyakan kecerdasan atau usaha secara mutlak. Jika ada bagian yang perlu diperbaiki, bahas perilaku dan strategi yang dapat diubah, bukan identitas anak.

Gunakan nilai untuk menemukan bagian yang perlu dipahami

Periksa jenis soal atau kompetensi yang belum dikuasai. Apakah anak salah memahami instruksi, belum menguasai konsep, kehabisan waktu, atau kurang persiapan? Jawaban tersebut lebih berguna daripada hanya memerintahkan belajar lebih lama.

Bila hasil tidak sesuai dengan kemampuan yang biasa terlihat, tanyakan kepada guru tentang kondisi ujian dan pola kesalahan. Satu nilai tidak cukup untuk menyimpulkan adanya masalah belajar. Sebagai rujukan lanjutan, baca laporan UNICEF mengenai tantangan dan peluang pendidikan di Indonesia.

Susun langkah perbaikan yang realistis

Pilih satu atau dua konsep untuk ditinjau, cari sumber penjelasan, dan jadwalkan latihan singkat. Jika anak mengalami kesulitan tertentu, minta guru menyarankan cara latihan yang tepat.

Jangan menambah semua les atau tugas sekaligus sebagai reaksi emosional terhadap satu hasil. Pastikan anak tetap memiliki waktu tidur, istirahat, dan kegiatan yang membuatnya pulih.

Jaga hubungan agar anak berani terbuka

Tegaskan bahwa anak tetap dihargai meski nilainya tidak sesuai harapan. Bicarakan kejujuran, tanggung jawab, dan usaha tanpa mengaitkannya dengan kasih sayang. Anak perlu merasa aman untuk menunjukkan hasil yang kurang baik.

Jika rasa takut terhadap nilai menimbulkan kecemasan berat, penolakan sekolah, atau gangguan keseharian, pertimbangkan dukungan guru dan profesional. Tinjau juga ekspektasi keluarga agar target tetap sesuai tahap dan kondisi anak. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang dukungan positif pada anak.

Contoh dalam keseharian

Anak mendapat nilai matematika di bawah targetnya. Orang tua dapat mengatakan, “Kamu kecewa. Kita lihat bagian mana yang paling sulit, lalu cari cara latihan yang lebih cocok. Nilai ini memberi petunjuk, bukan menentukan siapa dirimu.”

Hal yang perlu diingat

Nilai dapat menjadi bahan evaluasi yang berguna bila dibicarakan tanpa mempermalukan. Dengarkan anak, cari pola kesulitan, dan susun perbaikan yang realistis sambil menjaga rasa aman dalam hubungan keluarga.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.