Anak dapat memiliki preferensi belajar yang berbeda, tetapi tidak tepat mengunci mereka pada label seperti anak visual, auditori, atau kinestetik. Orang tua lebih baik memperhatikan tujuan materi, pengetahuan awal, minat, dan bentuk latihan yang membantu anak memahami isi pelajaran.
Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Pendidikan & Pembelajaran di Parenting BisaBaca.
Bedakan preferensi dengan kebutuhan belajar
Anak mungkin menyukai gambar atau penjelasan lisan, tetapi itu tidak berarti ia hanya bisa belajar melalui satu cara. Keterampilan membaca tetap membutuhkan latihan membaca, sementara pemahaman gerak mungkin lebih terbantu dengan demonstrasi dan praktik.
Jangan menyimpulkan bahwa anak tidak mampu memahami materi karena metode yang digunakan tidak sesuai label tertentu. Periksa apakah instruksi jelas, materi sesuai tahap, dan anak memiliki kesempatan berlatih.
Pilih cara penyajian berdasarkan materi
Diagram dapat membantu menjelaskan proses, diskusi membantu menguji pemahaman, dan benda konkret dapat memperjelas konsep matematika awal. Gunakan metode karena sesuai tujuan, bukan karena anak sudah diberi kategori.
Gabungkan cara belajar bila diperlukan. Anak dapat membaca penjelasan, melihat ilustrasi, lalu mencoba soal. Variasi yang relevan membantu memperkaya pemahaman tanpa menciptakan keyakinan bahwa satu saluran saja menentukan kemampuan. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan UNICEF mengenai pembelajaran yang inklusif.
Amati bukti pemahaman, bukan kesan sesaat
Tanyakan apakah anak dapat menjelaskan konsep, menerapkannya pada contoh lain, atau mengingatnya setelah jeda. Perasaan nyaman saat belajar penting, tetapi bukan satu-satunya indikator bahwa materi sudah dipahami.
Jika anak tampak menikmati video tetapi belum dapat menjawab pertanyaan dasar, gunakan kegiatan lanjutan untuk menguji pemahaman. Hindari mengandalkan format yang menyenangkan tanpa memastikan anak benar-benar mengolah materi.
Sesuaikan dukungan dengan kebutuhan individu
Anak yang mengalami kesulitan membaca, mendengar instruksi, atau mempertahankan perhatian mungkin membutuhkan penyesuaian khusus. Diskusikan dengan guru dan tenaga profesional bila hambatan konsisten muncul di berbagai situasi.
Hindari label yang membatasi pilihan pendidikan anak. Fokus pada strategi yang dapat diamati manfaatnya dan siap diubah ketika kebutuhan atau materi berubah. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan Harvard mengenai keterampilan berpikir dan belajar.
Contoh dalam keseharian
Anak mengatakan ia hanya bisa belajar matematika dengan video. Orang tua dapat menonton penjelasan singkat bersama, kemudian meminta anak mencoba soal dengan benda konkret. Jika cara kedua membantunya, keduanya menjadi bagian dari pengalaman belajar, bukan label tetap.
Hal yang perlu diingat
Dampingi cara belajar dengan fleksibel. Perhatikan apa yang diajarkan, bukti pemahaman, dan dukungan yang benar-benar membantu. Hindari mengotakkan anak ke satu gaya belajar yang seolah menentukan seluruh kemampuannya.










