Seorang ibu berbincang dengan anak tentang batas tubuh dan kenyamanan.
Anak perlu tahu bahwa tubuhnya layak dihormati dan ia boleh menyampaikan ketidaknyamanan.
Komunikasi & Kedekatan Orang Tua-Anak

Mengajarkan Anak Mengatakan Tidak saat Sentuhan Membuatnya Tidak Nyaman

Anak perlu tahu bahwa tubuhnya layak dihormati dan ia boleh menyampaikan ketidaknyamanan.

Anak perlu tahu bahwa tubuhnya layak dihormati dan ia boleh menyampaikan ketidaknyamanan. Mengajarkan anak mengatakan “tidak” saat suatu sentuhan membuatnya tidak nyaman merupakan bagian dari pendidikan keselamatan tubuh. Namun, tanggung jawab mencegah kekerasan tetap berada pada orang dewasa. Anak tidak boleh dibebani tugas melindungi dirinya sendiri dari perilaku orang lain.

Ajarkan nama bagian tubuh dengan benar dan tenang

Gunakan nama bagian tubuh yang benar sesuai usia anak. Pengetahuan ini membantu anak menjelaskan pengalaman atau rasa sakit dengan lebih jelas. Hindari membuat bagian tubuh tertentu terdengar memalukan atau kotor.

Jelaskan konsep area pribadi dengan bahasa sederhana, misalnya bagian tubuh yang tertutup pakaian dalam. Terangkan aturan sentuhan yang aman untuk perawatan kesehatan atau kebersihan, termasuk perlunya penjelasan dan pendampingan orang dewasa tepercaya sesuai kebutuhan anak.

Latih kalimat batasan yang sederhana

Anak dapat berlatih mengatakan, “Aku tidak suka,” “Tolong berhenti,” atau “Aku mau menjauh.” Latihan dilakukan lewat permainan peran ringan, bukan simulasi yang menakutkan. Beri tahu anak bahwa ia boleh menjauh dan mencari bantuan.

Jangan hanya mengajarkan anak menolak orang asing. Situasi tidak nyaman dapat melibatkan orang yang dikenal. Tekankan bahwa anak boleh menceritakan sentuhan atau permintaan yang membuatnya bingung kepada orang dewasa tepercaya, meskipun orang tersebut dikenal keluarga. Sebagai rujukan lanjutan, baca materi UNICEF Indonesia mengenai perlindungan anak.

Hormati batasan tubuh anak dalam keseharian

Jangan memaksa anak memeluk atau mencium kerabat sebagai bentuk sopan santun. Tawarkan pilihan lain seperti melambaikan tangan atau menyapa. Ketika orang tua menghormati penolakan anak dalam situasi wajar, pesan tentang batas tubuh menjadi lebih nyata.

Orang tua tetap dapat menjelaskan bahwa aturan keselamatan dan perawatan kadang memerlukan bantuan, seperti membersihkan luka atau pemeriksaan medis. Jelaskan apa yang dilakukan, mengapa perlu, dan siapa yang terlibat. Hindari menggunakan ancaman atau mempermalukan anak. Topik ini juga berkaitan dengan membangun rasa aman anak saat menetapkan batasan di tengah pola asuh otoriter dan menghargai perbedaan karakter setiap anak dengan pola asuh positif.

Tanggapi cerita anak tanpa menyalahkan

Jika anak menceritakan sentuhan yang mengganggu, tetap tenang, dengarkan, ucapkan terima kasih karena ia sudah bercerita, dan tegaskan bahwa itu bukan salahnya. Jangan menginterogasi atau mengajukan pertanyaan yang mengarahkan jawaban.

Prioritaskan keselamatan anak dan cari bantuan dari layanan perlindungan atau tenaga profesional yang berwenang. Jangan menjanjikan rahasia mutlak bila informasi perlu dibagikan demi melindungi anak. Catat kata-katanya secara akurat tanpa menyebarkan cerita kepada orang yang tidak berkepentingan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan pengasuhan UNICEF Indonesia.

Contoh dalam keseharian

Ketika seorang kerabat meminta pelukan, Nisa memilih melambaikan tangan. Orang tuanya menerima pilihan itu dan mengucapkan salam bersama. Beberapa hari kemudian, Nisa bercerita ada orang yang memintanya menyimpan rahasia tentang sentuhan yang membuatnya tidak nyaman. Orang tuanya mendengarkan dan segera mencari bantuan perlindungan yang sesuai.

Hal yang perlu diingat

Pendidikan keselamatan tubuh perlu dilakukan dengan tenang, berulang, dan sesuai usia. Ajarkan bahasa untuk menyampaikan batasan, hormati tubuh anak, dan pastikan ada orang dewasa tepercaya yang siap bertindak. Perlindungan bukan beban anak; orang dewasa bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang aman.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.