Seorang ibu mendampingi anak yang sedang sakit di sofa.
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk.
Kesehatan & Perawatan Anak

Mengenali Tanda Dehidrasi pada Anak dan Kapan Mencari Bantuan

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Anak dapat lebih rentan ketika mengalami diare, muntah, demam, atau berada dalam cuaca panas.

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Anak dapat lebih rentan ketika mengalami diare, muntah, demam, atau berada dalam cuaca panas. Orang tua perlu mengenali perubahan kondisi dan mengetahui kapan perawatan di rumah tidak lagi cukup.

Perhatikan perubahan pada minum dan buang air kecil

Mulut kering, rasa haus, urine lebih pekat atau lebih jarang, serta berkurangnya air mata dapat menjadi tanda kekurangan cairan. Pada bayi, jumlah popok basah dan kondisi umum perlu diperhatikan.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Kesehatan & Perawatan Anak di Parenting BisaBaca.

Satu tanda tidak selalu memastikan dehidrasi. Lihat gabungan gejala, usia anak, dan penyebab kehilangan cairan. Anak yang sedang muntah atau diare perlu dipantau lebih dekat.

Tawarkan cairan sesuai kondisi anak

Untuk keluhan ringan, berikan cairan secara bertahap sesuai usia dan saran tenaga kesehatan. Pada diare atau muntah, tenaga kesehatan dapat menyarankan larutan rehidrasi oral sesuai kondisi anak.

Jangan mengganti cairan yang hilang dengan minuman energi atau minuman sangat manis tanpa arahan. Bayi dan anak dengan kondisi medis tertentu memerlukan saran khusus. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan CDC tentang tanda dehidrasi dan tanda bahaya pada anak.

Kenali tanda yang membutuhkan penilaian medis

Anak yang sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mampu minum, bernapas cepat, atau menunjukkan tanda dehidrasi berat perlu pertolongan medis segera. Pada bayi kecil, ambang untuk berkonsultasi harus lebih rendah.

Jangan menunggu sampai anak tidak buang air kecil dalam waktu lama atau kondisinya memburuk. Bila orang tua ragu, hubungi tenaga kesehatan untuk mendapat arahan sesuai usia dan gejala.

Cari tahu penyebab dan cegah kehilangan cairan berulang

Perhatikan apakah dehidrasi berkaitan dengan panas, aktivitas, demam, muntah, atau diare. Atur istirahat dan akses air, serta ikuti petunjuk tenaga kesehatan untuk menangani penyebabnya.

Jika anak mengalami diare atau muntah berulang, jangan hanya fokus menambah minum tanpa menilai penyebab dan tanda bahaya. Pemeriksaan dapat diperlukan untuk memastikan penanganan aman. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan Kementerian Kesehatan untuk kesehatan anak.

Contoh dalam keseharian

Anak mengalami diare dan mulai jarang buang air kecil. Orang tua mencatat frekuensinya, menawarkan cairan sesuai anjuran yang pernah diberikan, lalu menghubungi tenaga kesehatan untuk menilai apakah perlu pemeriksaan segera.

Hal yang perlu diingat

Kenali tanda dehidrasi melalui perubahan minum, buang air kecil, dan kondisi umum. Berikan cairan sesuai usia dan saran profesional, serta cari pertolongan segera bila anak sangat lemas atau menunjukkan tanda bahaya.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.