Seorang ibu dan anak menyiapkan minuman dan makanan di meja dapur.
Minuman manis yang sering dikonsumsi dapat meningkatkan paparan gula pada gigi dan berkontribusi terhadap risiko karies.
Kesehatan & Perawatan Anak

Kebiasaan Minum Manis dan Risiko Karies pada Anak

Minuman manis yang sering dikonsumsi dapat meningkatkan paparan gula pada gigi dan berkontribusi terhadap risiko karies.

Minuman manis yang sering dikonsumsi dapat meningkatkan paparan gula pada gigi dan berkontribusi terhadap risiko karies. Kebiasaan ini tidak hanya berkaitan dengan minuman bersoda, tetapi juga teh manis, minuman kemasan, sirup, dan minuman berpemanis lainnya.

Kenali sumber gula dalam minuman sehari-hari

Periksa label minuman dan perhatikan gula tambahan atau bahan pemanis. Jus kemasan, teh botol, minuman rasa buah, dan minuman olahraga dapat mengandung gula meski tampilannya memberi kesan sehat.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Kesehatan & Perawatan Anak di Parenting BisaBaca.

Tidak perlu menyalahkan anak karena menyukai rasa manis. Orang tua dapat menjelaskan bahwa gigi lebih mudah bermasalah bila sering terpapar gula, terutama ketika minuman dikonsumsi sedikit-sedikit sepanjang hari.

Jadikan air putih pilihan utama

Sediakan air putih yang mudah dijangkau saat di rumah, sekolah, dan bepergian. Jika keluarga biasa mengonsumsi minuman manis, kurangi frekuensinya secara bertahap dan buat perubahan yang dapat dipertahankan.

Hindari mengganti minuman manis dengan minuman berpemanis lain hanya karena labelnya terdengar lebih sehat. Periksa komposisi dan diskusikan kebutuhan khusus dengan tenaga kesehatan bila anak memiliki kondisi medis. Sebagai rujukan lanjutan, baca lembar fakta WHO tentang gula dan karies gigi.

Perhatikan frekuensi dan waktu konsumsi

Kebiasaan menyeruput minuman manis berulang kali membuat gigi lebih sering terpapar gula. Atur minuman manis sebagai pilihan sesekali, bukan teman sepanjang hari atau pengganti air putih.

Jangan memberi minuman manis sebagai hadiah utama setiap kali anak menyelesaikan tugas. Gunakan bentuk apresiasi lain yang tidak selalu berkaitan dengan makanan atau minuman.

Gabungkan kebiasaan minum dengan perawatan gigi

Menyikat gigi dengan pasta berfluorida sesuai usia dan kontrol dokter gigi tetap penting. Namun, kebiasaan perawatan mulut tidak sepenuhnya meniadakan risiko bila konsumsi gula sering dan tidak teratur.

Jika anak mengalami nyeri, bercak, atau gigi berlubang, minta pemeriksaan dokter gigi. Jangan mencoba mengatasi karies hanya dengan mengurangi minuman manis setelah masalah muncul. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan AAP tentang perawatan gigi anak.

Contoh dalam keseharian

Anak terbiasa membawa teh manis dalam botol sepanjang hari. Keluarga mulai menyediakan botol air putih dan menyepakati bahwa minuman manis hanya tersedia pada kesempatan tertentu, sambil tetap memberi ruang untuk menikmati makanan keluarga.

Hal yang perlu diingat

Mengurangi minuman manis adalah bagian dari perlindungan gigi dan pola makan yang lebih sehat. Perhatikan sumber gula, frekuensi, dan kebiasaan minum sepanjang hari. Lakukan perubahan bertahap serta periksa gigi secara berkala.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.