Seorang ibu mendampingi anak bermain air di kolam kecil.
Tenggelam dapat terjadi dengan cepat dan tidak selalu disertai teriakan atau gerakan yang mudah dikenali.
Kesehatan & Perawatan Anak

Mengenali Risiko Tenggelam dan Mengawasi Anak di Sekitar Air

Tenggelam dapat terjadi dengan cepat dan tidak selalu disertai teriakan atau gerakan yang mudah dikenali. Risiko muncul di kolam, sungai, pantai, bak mandi, ember, dan tempat lain yang menampung air.

Tenggelam dapat terjadi dengan cepat dan tidak selalu disertai teriakan atau gerakan yang mudah dikenali. Risiko muncul di kolam, sungai, pantai, bak mandi, ember, dan tempat lain yang menampung air. Pengawasan aktif dan pengendalian akses merupakan langkah perlindungan utama.

Pahami bahwa air dalam jumlah sedikit tetap berisiko

Anak kecil dapat mengalami bahaya bahkan di wadah air yang tampak dangkal. Jangan meninggalkan anak sendirian di bak mandi atau dekat ember dan wadah air, meski hanya untuk menjawab telepon sebentar.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Kesehatan & Perawatan Anak di Parenting BisaBaca.

Jika orang dewasa harus meninggalkan area, bawa anak bersama atau minta orang dewasa lain mengambil alih pengawasan secara jelas. Jangan menganggap anak aman karena sudah bisa duduk atau berenang.

Awasi dengan perhatian penuh

Orang yang bertugas mengawasi perlu berada dekat anak dan tidak terdistraksi. Di kolam atau area terbuka, pengawasan harus sesuai kemampuan anak dan kondisi tempat. Bicarakan siapa yang bertanggung jawab ketika beberapa orang dewasa hadir.

Di kolam umum, tetap perhatikan anak meski ada penjaga kolam. Penjaga mengawasi banyak orang; tanggung jawab terhadap anak tetap berada pada pendampingnya. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan CDC tentang pencegahan tenggelam.

Kurangi akses tanpa pengawasan

Gunakan pagar kolam yang sesuai bila tersedia, tutup akses ke area air, dan kosongkan wadah setelah digunakan. Pastikan pintu atau gerbang area berair tidak mudah dibuka anak kecil.

Pelajari kondisi lingkungan saat berkunjung ke rumah kerabat atau tempat rekreasi. Jangan mengandalkan peringatan lisan kepada anak sebagai satu-satunya perlindungan.

Siapkan respons darurat dan bantuan profesional

Pelajari prosedur keselamatan air dan pertolongan pertama melalui pelatihan resmi. Jika anak mengalami insiden tenggelam atau kesulitan bernapas, hubungi layanan darurat dan ikuti arahan petugas segera.

Jangan menunggu munculnya gejala setelah insiden di air. Anak yang sempat mengalami kesulitan bernapas di air perlu penilaian medis. Orang tua dapat mempertimbangkan pelatihan CPR dari penyelenggara yang kompeten. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan UNICEF mengenai perlindungan anak.

Contoh dalam keseharian

Saat keluarga berkunjung ke rumah dengan kolam, orang tua menentukan satu orang dewasa untuk mengawasi anak secara langsung. Mereka juga memastikan pintu kolam tertutup dan anak tidak berjalan ke area air tanpa pendamping.

Hal yang perlu diingat

Pencegahan tenggelam memerlukan pengawasan yang dekat, pembatas akses, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Jangan mengandalkan kemampuan berenang atau alat apung sebagai pengganti pengawasan orang dewasa.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.