Skrining penglihatan dapat membantu menemukan sebagian masalah, tetapi orang tua tetap perlu memperhatikan keluhan dan kebiasaan anak sehari-hari. Anak belum tentu mampu menyadari atau menjelaskan bahwa ia sulit melihat. Perubahan perilaku dapat menjadi alasan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Perhatikan cara anak melihat dan membaca
Anak mungkin menyipitkan mata, mendekat ke buku, memiringkan kepala, kehilangan baris saat membaca, atau sering mengucek mata. Tanda ini perlu dilihat bersama konteks, bukan dijadikan diagnosis.
Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Kesehatan & Perawatan Anak di Parenting BisaBaca.
Perhatikan apakah anak kesulitan melihat papan, mengenali orang dari jauh, atau mengikuti permainan yang melibatkan bola. Tanyakan secara netral apakah benda tampak kabur atau ganda.
Dengarkan keluhan yang berulang
Sakit kepala setelah membaca, mata cepat lelah, atau keluhan penglihatan kabur yang berulang layak dibicarakan dengan tenaga kesehatan mata. Catat kapan gejala muncul dan aktivitas yang mendahuluinya.
Jangan menganggap keluhan hanya alasan menghindari tugas. Namun, jangan pula mengasumsikan semua sakit kepala berasal dari mata. Pemeriksaan membantu menentukan langkah yang tepat. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan American Academy of Ophthalmology tentang kesehatan mata anak.
Periksa bila ada perubahan pada prestasi atau minat
Anak yang sulit melihat mungkin menghindari membaca, kehilangan minat pada aktivitas visual, atau tampak kurang mengikuti pelajaran. Perubahan tersebut tidak otomatis berarti masalah penglihatan, tetapi perlu ditanyakan.
Bicarakan dengan guru apakah kesulitan terlihat di kelas. Informasi sekolah dapat membantu keluarga menjelaskan kapan anak mengalami hambatan dan apa yang perlu diperiksa.
Kenali keadaan yang memerlukan perhatian segera
Cedera mata, nyeri hebat, kemerahan berat dengan gangguan penglihatan, atau perubahan penglihatan mendadak membutuhkan pertolongan medis segera. Jangan menunggu jadwal skrining rutin bila gejala muncul tiba-tiba.
Untuk keluhan yang lebih ringan tetapi berulang, buat janji pemeriksaan sesuai saran tenaga kesehatan. Jangan membeli kacamata berdasarkan ukuran milik anggota keluarga lain.
Contoh dalam keseharian
Guru menyampaikan bahwa anak sering mendekat ke papan. Di rumah, orang tua juga melihat anak menyipit saat menonton. Mereka mencatat contoh tersebut dan membawa anak untuk pemeriksaan, bukan langsung membeli kacamata tanpa pemeriksaan.
Hal yang perlu diingat
Perhatikan perilaku melihat, keluhan berulang, dan perubahan kegiatan anak. Skrining rutin tidak meniadakan kebutuhan pemeriksaan bila ada gejala. Tenaga kesehatan mata dapat menentukan apakah anak memerlukan pemeriksaan lanjutan.










