Demam dan kejang demam bukan hal yang sama. Demam berarti suhu tubuh meningkat; kejang demam adalah episode kejang yang terjadi bersamaan dengan penyakit disertai demam pada sebagian anak, setelah kondisi lain dinilai oleh tenaga kesehatan. Anak dapat mengalami demam tanpa kejang, dan sebagian kecil anak dapat mengalami kejang ketika sedang demam. Memahami perbedaannya membantu orang tua memilih tindakan yang tepat tanpa menganggap setiap demam akan berubah menjadi kejang.
Kejang demam umumnya terjadi pada anak usia sekitar enam bulan hingga lima tahun, meskipun batas usia dan penyebab harus dinilai berdasarkan keadaan masing-masing. Kejang pertama tidak boleh langsung dianggap sebagai kejang demam di rumah karena infeksi berat atau kondisi lain juga dapat menyebabkan kejang. Untuk panduan penanganan, rujuk informasi NHS tentang kejang demam dan konsultasikan kondisi anak kepada tenaga kesehatan.
Apa yang dimaksud dengan demam biasa?
Demam merupakan tanda, bukan nama penyakit tertentu. Suhu tubuh dapat meningkat ketika tubuh merespons infeksi atau kondisi lain. Angka suhu harus diukur menggunakan termometer dan metode yang sesuai usia, sebab meraba dahi tidak cukup untuk memastikan demam. Selain angka suhu, orang tua perlu mengamati apakah anak tetap terjaga, mau menyusu atau minum, bernapas nyaman, dan buang air kecil seperti biasa.
Demam dapat disertai rewel, lelah, nafsu makan berkurang, menggigil, atau tubuh terasa hangat. Gejala penyerta sangat beragam menurut penyebabnya. Anak yang masih dapat berinteraksi belum tentu bebas dari masalah serius, sementara suhu yang tinggi saja tidak selalu menunjukkan seberapa berat penyakit. Usia, kondisi umum, durasi demam, dan tanda lain memengaruhi keputusan untuk meminta bantuan.
Apa itu kejang demam?
Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada anak dalam konteks demam, paling sering pada masa awal kanak-kanak. Saat episode berlangsung, anak dapat mendadak tidak merespons, tubuhnya menjadi kaku, atau tangan dan kaki bergerak tanpa kendali. Setelahnya, anak mungkin mengantuk atau bingung untuk sementara. Tanda ini dapat terlihat menakutkan, tetapi orang tua tidak dapat menentukan penyebab kejang hanya dari penampilannya.
Tenaga kesehatan akan mempertimbangkan usia, keadaan anak sebelum dan sesudah episode, durasi dan jenis gerakan, sumber demam, riwayat kesehatan, serta pemeriksaan yang dibutuhkan. Kejang pada bayi yang sangat muda, kejang pertama, kejang yang berlangsung lama, atau kejang disertai gangguan napas memerlukan perhatian segera. Jangan mengasumsikan semua kejang yang muncul bersamaan dengan demam pasti kejang demam.
Perbedaan utama yang mudah dipahami
| Hal yang diamati | Demam tanpa kejang | Kejang demam |
|---|---|---|
| Makna | Suhu tubuh meningkat | Episode kejang terjadi bersama demam dalam kondisi tertentu |
| Kesadaran dan gerakan | Anak bisa tetap sadar walau rewel atau lelah | Anak dapat tidak merespons, kaku, atau bergerak tanpa kendali |
| Fokus pertolongan | Nilai usia, suhu, hidrasi, dan tanda penyakit | Amankan anak, catat durasi, pastikan napas, dan cari pertolongan sesuai kondisi |
| Obat penurun panas | Dapat dipertimbangkan untuk kenyamanan sesuai arahan | Tidak menghentikan kejang yang sedang berlangsung dan tidak menjamin pencegahan kejang |
Tabel ini membantu memahami istilah, bukan alat diagnosis. Jika anak mengalami gerakan yang mungkin merupakan kejang untuk pertama kali, perlakukan sebagai keadaan yang perlu evaluasi medis. Jangan menunggu sampai suhu mencapai angka tertentu untuk meminta pertolongan bila kesadaran atau napas terganggu.
Apakah demam tinggi pasti menyebabkan kejang?
Tidak. Banyak anak mengalami demam tanpa kejang, dan kejang demam tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi suhu. Kerentanan anak, usia, dan faktor lain dapat berperan. Karena itu, orang tua tidak perlu mengejar suhu normal dengan dosis obat yang berlebihan. Tujuan perawatan di rumah pada anak yang aman dipantau adalah menjaga kenyamanan dan cairan, sambil memperhatikan gejala yang memerlukan pemeriksaan.
Obat penurun panas dapat membantu anak merasa lebih nyaman, tetapi tidak dapat diandalkan untuk mencegah kejang demam. Jangan menambah dosis, menggabungkan produk dengan kandungan sama, atau memberikan obat di luar petunjuk hanya karena khawatir kejang akan muncul. Bila anak memiliki riwayat kejang demam, tanyakan dokter tentang rencana khusus dan kapan keluarga harus kembali ke fasilitas kesehatan.
Tindakan jika anak demam tetapi tidak kejang
Ukur suhu dengan termometer, catat hasilnya, dan pertimbangkan usia anak. Bayi berusia kurang dari tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih harus segera dinilai tenaga kesehatan. Jaga anak dalam pakaian yang nyaman, tawarkan ASI atau cairan yang sesuai usia, dan pantau pola napas, kesadaran, minum, serta popok basah atau buang air kecil. Hindari menggosok dengan alkohol atau memaksa suhu turun menggunakan air es.
Jika anak kesulitan bernapas, sangat mengantuk atau sulit dibangunkan, mengalami ruam yang tidak memudar saat ditekan, tampak dehidrasi, atau kondisi umum memburuk, segera cari bantuan. Demam yang berlangsung lama atau orang tua merasa ada sesuatu yang tidak beres juga patut dikonsultasikan. Panduan AAP mengenai demam pada bayi menekankan pentingnya memperhatikan usia dan tanda bahaya.
Tindakan saat anak sedang kejang
Pindahkan benda berbahaya dari sekitarnya, lindungi kepala, longgarkan pakaian di leher, dan catat waktu mulai. Jangan menahan tangan atau kaki, jangan memasukkan jari atau benda ke mulut, jangan memberi minum, dan jangan mencoba mandi atau mengompres anak ketika ia sedang kejang. Jika ada orang kedua, minta ia menghubungi bantuan medis. Kejang lebih dari lima menit, gangguan napas, kejang hanya satu sisi, episode berulang, atau anak tidak pulih memerlukan pertolongan darurat.
Setelah gerakan berhenti, periksa pernapasan dan respons anak. Jika ia bernapas tetapi masih mengantuk, posisikan miring bila aman, tetap awasi, dan ikuti instruksi petugas. Kejang pertama tetap harus diperiksa, sekalipun anak kembali tampak lebih baik. Jangan memberikan obat oral ketika anak belum sepenuhnya sadar. Jika dokter telah membekali obat penyelamat untuk kasus tertentu, gunakan hanya sesuai rencana individual yang diberikan kepada keluarga.
Mengapa pemeriksaan tetap penting?
Kejang merupakan tanda klinis yang penyebabnya harus dipahami. Demam yang menyertai kejang bisa berhubungan dengan infeksi yang relatif umum, tetapi tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan kondisi lain, terutama jika anak sangat muda, memiliki tanda sakit berat, kejang berlangsung lama, atau pemulihan tidak seperti biasa. Diagnosis tidak boleh dibuat semata-mata karena anak sedang panas.
Ketika diperiksa, jelaskan urutan kejadian: kapan demam mulai, apakah suhu diukur sebelum kejang, berapa lama gerakan berlangsung, bagian tubuh mana yang terlibat, bagaimana napas dan warna kulit, serta berapa lama sampai anak merespons kembali. Informasi ini lebih membantu daripada hanya menyebut bahwa suhu “sangat tinggi”. Bila mungkin, bawa catatan obat dan riwayat episode sebelumnya.
Contoh dua situasi berbeda
Situasi pertama: anak berusia dua tahun demam, masih mengenali orang tua, minum sedikit tetapi sering, dan tidak ada kesulitan bernapas. Orang tua mengukur suhu, menjaga kenyamanan, memantau buang air kecil, dan meminta saran bila gejala bertambah. Ini adalah pemantauan demam tanpa episode kejang, selama tidak ada tanda bahaya dan anak memenuhi kriteria aman untuk dirawat di rumah.
Situasi kedua: anak yang demam tiba-tiba tidak merespons dan kedua lengannya bergerak berulang. Ini bukan lagi sekadar demam; orang tua perlu menjalankan pertolongan pertama kejang dan meminta bantuan medis. Bahkan jika episode berhenti, kejang pertama harus dievaluasi. Kedua contoh menunjukkan mengapa perubahan kesadaran dan gerakan yang tidak terkendali memerlukan respons berbeda dari demam biasa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah setiap anak yang kejang saat demam memiliki epilepsi?
Tidak. Kejang demam berbeda dari epilepsi, tetapi penyebab suatu episode harus dinilai oleh tenaga kesehatan. Jangan menetapkan diagnosis sendiri.
Apakah obat penurun panas mencegah kejang berulang?
Obat penurun panas membantu kenyamanan, tetapi tidak dapat diandalkan untuk mencegah kejang demam. Ikuti rencana dokter bila anak pernah mengalami kejang.
Inti yang perlu diingat
Demam adalah peningkatan suhu, sedangkan kejang demam adalah episode kejang yang terjadi bersama demam pada sebagian anak dan memerlukan penilaian sesuai kondisi. Tidak semua demam menyebabkan kejang, dan tinggi suhu saja tidak cukup untuk menilai tingkat bahaya. Ukur suhu dengan benar, ketahui tanda gawat, dan cari pertolongan medis untuk kejang pertama atau bila ada tanda bahaya.
Baca panduan tambahan di kategori Kesehatan Anak Parenting BisaBaca.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Febrile seizures — NHS.
- Mengenal Kejang Demam pada Anak — Kementerian Kesehatan RI.
- Fever and Your Baby — American Academy of Pediatrics.










