Tenaga kesehatan memeriksa bayi yang berbaring di meja pemeriksaan.
Tenaga kesehatan dapat membantu membedakan gejala dan menentukan kapan bayi perlu diperiksa segera.
Kesehatan & Perawatan Anak

Bayi Napas Terengah-engah: Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Napas terengah-engah pada bayi dapat menandakan kerja napas meningkat, terutama jika terjadi saat istirahat atau disertai dada tertarik dan sulit menyusu. Kenali tanda darurat dan tindakan yang aman.

Jika bayi tampak terengah-engah, menarik napas dengan susah payah, atau harus berhenti menyusu untuk mengambil napas, jangan menganggapnya sekadar suara biasa. Berbeda dengan napas yang sesekali berubah saat tidur, napas terengah-engah dapat menunjukkan bahwa bayi sedang bekerja keras untuk mendapatkan udara. Pada bayi kecil, kondisi pernapasan dapat memburuk cepat; karena itu, mengenali tanda bahaya lebih penting daripada mencoba menebak penyakitnya di rumah.

Artikel ini menjelaskan apa yang dapat diamati orang tua dan apa yang perlu dilakukan. Informasi ini tidak dimaksudkan untuk menentukan diagnosis atau menggantikan pemeriksaan langsung. Bila bayi sedang kesulitan bernapas, jangan menunggu selesai membaca artikel—segera cari pertolongan medis.

Seperti apa tanda bayi terengah-engah?

Orang tua dapat melihat beberapa perubahan: napas jauh lebih cepat dari biasanya, perut atau dada bergerak sangat kuat, kulit di sela tulang rusuk tertarik ke dalam, cuping hidung melebar setiap menarik napas, atau terdengar suara mengerang saat mengembuskan napas. Bayi mungkin tampak gelisah, lemah, tidak bisa menyusu dengan ritme biasa, atau mengeluarkan tangisan yang lebih lemah. Bibir, lidah, atau wajah yang tampak biru atau abu-abu merupakan tanda darurat.

Jangan hanya menilai dari gerakan perut. Bayi memang sering menggunakan diafragma sehingga perut bergerak saat bernapas. Yang perlu diwaspadai adalah tarikan kulit dada atau bawah tulang rusuk yang nyata, napas yang tampak susah, suara mengerang setiap kali mengembuskan napas, atau bayi yang tidak sanggup menyusu karena terengah-engah. Panduan American Academy of Pediatrics tentang kesulitan bernapas menjelaskan bahwa tarikan dada, napas jauh lebih cepat, bunyi napas, dan warna kebiruan harus diperhatikan.

Apa yang dapat menyebabkan napas terengah-engah?

Napas terengah-engah merupakan tanda, bukan nama penyakit. Penyebabnya dapat mencakup infeksi saluran pernapasan, bronkiolitis, pneumonia, gangguan pada saluran napas atas, masalah jantung, atau kondisi lain yang membuat bayi kekurangan oksigen atau harus menggunakan tenaga lebih banyak untuk bernapas. Pada bayi baru lahir, dokter juga mempertimbangkan kondisi yang berkaitan dengan proses kelahiran, prematuritas, dan adaptasi setelah lahir.

Hidung tersumbat dapat membuat bayi kesulitan menyusu, sebab bayi kecil masih mengandalkan hidung ketika minum. Namun, jika bayi terlihat bekerja keras untuk bernapas, tidak aman untuk menyimpulkan penyebabnya hanya karena pilek. Tenaga kesehatan perlu menilai pernapasan, warna kulit, suhu, hidrasi, kemampuan menyusu, dan tanda lain sesuai keadaan bayi.

Apa yang harus dilakukan jika bayi sedang terengah-engah?

Jika napas tampak sulit, segera bawa bayi ke instalasi gawat darurat atau hubungi layanan darurat setempat. Jangan menunda untuk menghitung napas berkali-kali, mencari obat rumahan, atau mengunggah video untuk meminta pendapat orang lain. Bila bayi membiru, tidak responsif, mengalami jeda napas, sangat lemas, atau tidak dapat menangis/menyusu karena sesak, perlakukan sebagai keadaan darurat.

Sambil mencari bantuan, jaga bayi dalam posisi yang memungkinkan saluran napasnya tetap terbuka dan kepala-leher tidak tertekuk. Jangan mengguncang bayi. Jangan memaksa menyusu atau memberikan air, obat, minyak, atau ramuan bila bayi sedang kesulitan bernapas. Jika ada lendir yang tampak di bagian depan hidung dan bayi tetap bernapas cukup baik, jangan sampai membersihkan hidung menunda pertolongan. Ikuti instruksi petugas layanan darurat.

Tanda yang memerlukan pemeriksaan segera

  • Dada tertarik ke dalam, cuping hidung kembang-kempis, atau napas mengerang pada setiap embusan.
  • Bayi berhenti menyusu karena harus mengambil napas atau tidak mampu menyusu seperti biasa.
  • Bibir atau lidah tampak biru/abu-abu, bayi lemas, atau sulit dibangunkan.
  • Napas sangat cepat atau terdapat jeda napas yang mengkhawatirkan.
  • Bayi baru lahir tampak tidak aktif, hisapannya melemah, atau suhu tubuhnya tidak normal.

Dalam konteks Indonesia, Buku KIA dari Kementerian Kesehatan mencantumkan sesak atau napas cepat, dada tertarik, aktivitas melemah, hisapan lemah, dan perubahan warna kulit sebagai tanda yang harus segera diperiksa. Jika bayi berusia kurang dari tiga bulan mengalami demam 38°C atau lebih, ia juga memerlukan penilaian medis segera.

Jika napas terengah-engah muncul ketika menyusu

Bayi mungkin sesekali berhenti menyusu untuk beristirahat, terutama ketika aliran susu deras atau posisinya kurang nyaman. Namun, napas yang tampak berat atau terengah-engah, batuk/tersedak berulang saat minum, berkeringat berlebihan, perubahan warna, atau sulit menyelesaikan menyusu perlu dinilai tenaga kesehatan. Jangan menyiasati masalah dengan memaksa bayi tetap minum atau mengubah tekstur makanan/susu tanpa saran profesional.

Catat apakah kejadian muncul pada setiap sesi menyusu atau hanya sesekali, apakah bayi tampak lebih nyaman pada posisi tertentu, serta bagaimana kenaikan berat badannya. Informasi ini membantu dokter menilai kebutuhan pemeriksaan. Jika bayi tidak mampu menyusu karena sesak, penanganan darurat lebih penting daripada mencatat semuanya.

Hal yang sebaiknya tidak dilakukan

Jangan memberikan obat batuk-pilek bebas kepada bayi tanpa instruksi dokter. Jangan menggunakan uap air panas, minyak esensial, atau balsem beraroma kuat di sekitar hidung bayi. Jangan mengandalkan oksimeter rumahan untuk meniadakan kekhawatiran bila bayi jelas bekerja keras bernapas; perangkat dapat memberi pembacaan yang keliru dan tidak menggantikan penilaian klinis. Hindari pula memiringkan kasur atau menggunakan bantal untuk “membuka napas”. Ketika tidur, ikuti prinsip tidur aman: telentang di permukaan rata dan kokoh, tanpa bantal atau benda lunak.

Bagaimana mempersiapkan informasi untuk dokter?

Jika tidak menunda pertolongan, informasikan usia bayi, waktu gejala dimulai, apakah muncul mendadak atau bertahap, ada tidaknya demam/batuk/pilek, jumlah menyusu, jumlah popok basah, riwayat lahir prematur, penyakit bawaan, dan obat yang telah diberikan. Bila keadaan tidak darurat tetapi gejala berulang, rekaman singkat dapat membantu menjelaskan suara napas. Jangan mengambil rekaman bila bayi tampak sesak berat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah napas terengah-engah bisa dianggap normal setelah menangis?

Napas dapat meningkat sementara setelah menangis, tetapi seharusnya kembali membaik ketika bayi tenang. Jika bayi terus terengah-engah, ada tarikan dada, perubahan warna, atau kesulitan menyusu, segera cari penilaian medis.

Bolehkah menunggu sampai besok jika bayi masih bisa tersenyum?

Senyum atau respons sesaat tidak meniadakan kemungkinan gangguan napas. Bila ada tanda sulit bernapas, perubahan warna, atau bayi tidak bisa menyusu dengan baik, jangan menunggu sampai besok.

Jangan menunggu semua tanda muncul

Gangguan pernapasan tidak selalu memperlihatkan setiap tanda sekaligus. Ada bayi yang lebih dulu kesulitan menyusu, ada yang tampak menggunakan otot dada lebih kuat, dan ada yang menjadi lebih diam karena kelelahan. Karena itu, orang tua tidak harus menunggu bibir berubah warna atau bayi berhenti bernapas untuk bertindak. Perubahan yang jelas dari pola normal bayi—terutama kerja napas meningkat—cukup menjadi alasan untuk mencari bantuan segera.

Jika bayi sudah berada di fasilitas kesehatan, sampaikan gejala sesuai urutan waktunya dan jangan menyembunyikan kekhawatiran karena takut dianggap berlebihan. Pada bayi baru lahir, keadaan dapat berubah cepat. Lebih aman meminta penilaian profesional saat ada tanda yang merisaukan daripada memberikan obat sendiri dan menunggu apakah membaik.

Perhatikan keadaan bayi secara menyeluruh

Di luar gerakan dada, perhatikan kemampuan bayi mempertahankan kontak, kekuatan tangisan, respons saat dibangunkan, kemampuan menyusu, dan jumlah popok basah. Berkurangnya minum atau urine dapat mengiringi penyakit yang memengaruhi kondisi umum. Tanda-tanda ini tidak menentukan diagnosis, tetapi membantu orang tua menyampaikan kondisi bayi secara lebih lengkap. Bila bayi tampak sangat sakit, lemas, atau sulit dibangunkan, segera cari pertolongan terlepas dari angka laju napas yang sempat dihitung.

Orang tua juga sebaiknya tidak membandingkan napas bayi dengan napas orang dewasa atau dengan video bayi lain di internet. Usia, kondisi saat itu, dan riwayat kelahiran dapat memengaruhi penilaian. Bila petugas medis memberi instruksi pemantauan tertentu setelah memeriksa bayi, ikuti instruksi itu dan pastikan tahu kapan harus kembali atau menghubungi fasilitas kesehatan. Jangan mengganti rencana pemeriksaan dengan saran media sosial.

Inti yang perlu diingat

Napas terengah-engah pada bayi harus diperlakukan serius, khususnya bila terjadi saat istirahat atau disertai tarikan dada, cuping hidung melebar, suara mengerang, sulit menyusu, atau perubahan warna. Prioritaskan pertolongan medis, jangan mengobati sendiri, dan jangan menunggu tanda menjadi lebih berat. Untuk informasi kesehatan bayi lain, kunjungi kategori Kesehatan Anak BisaBaca.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.