Bayi berbaring di tempat tidur bayi dalam suasana kamar remang, dengan orang dewasa di dekatnya.
Tangisan malam dapat memiliki berbagai penyebab; periksa kebutuhan dasar dan pola tangis bayi.
Kesehatan & Perawatan Anak

Kenapa Bayi Sering Menangis Malam Hari? Penyebab dan Cara Menenangkan

Kenali penyebab umum bayi menangis malam, cara menenangkan dengan aman, dan tanda yang membuat tangisan perlu diperiksa.

Bayi yang sering menangis pada malam hari dapat membuat seluruh keluarga kelelahan. Tangisan mungkin muncul setelah matahari terbenam, saat bayi ingin menyusu berulang, atau ketika ia sulit ditenangkan meski sudah digendong. Pada beberapa bulan pertama, pola tidur bayi masih berkembang dan belum sama seperti orang dewasa. Namun, tangisan malam tidak boleh otomatis dianggap normal atau kolik. Orang tua perlu memeriksa kebutuhan dasar, mengenali perubahan yang tidak biasa, dan menjaga keselamatan saat meresponsnya.

Panduan American Academy of Pediatrics mengenai tangisan dan kolik menjelaskan bahwa periode rewel sering terjadi pada sore hingga malam dan cenderung meningkat pada minggu-minggu awal sebelum berangsur berkurang. Meski demikian, jika tangisan berbeda dari biasanya, sangat kuat, disertai demam, gangguan napas, muntah, atau bayi tampak sakit, pemeriksaan diperlukan.

Penyebab umum bayi menangis malam hari

Bayi menangis untuk berkomunikasi. Ia mungkin lapar, ingin menyusu lebih sering, popok basah, kedinginan atau kepanasan, lelah, membutuhkan kontak dekat, atau merasa terlalu banyak rangsangan. Bayi yang sedang mengalami lonjakan kebutuhan menyusu dapat meminta ASI berulang dalam periode tertentu. Cluster feeding semacam ini tidak otomatis berarti ASI kurang, tetapi jika bayi sulit melekat, popok basah menurun, atau berat badan menjadi perhatian, mintalah dukungan laktasi atau tenaga kesehatan.

Malam yang lebih tenang di rumah bisa terasa berbeda setelah seharian beraktivitas. Bayi yang terlalu lelah atau terlalu banyak stimulasi dapat kesulitan menenangkan diri. Perubahan jadwal, perjalanan, suara rumah, suhu ruangan, atau penyakit ringan juga bisa memengaruhi tidur. Sebagian bayi mengalami kolik, tetapi kolik adalah salah satu kemungkinan setelah penyebab medis lain dipertimbangkan, bukan label untuk setiap tangisan malam.

Periksa kebutuhan dasar secara berurutan

Mulailah dengan mengecek apakah bayi lapar, popok basah atau kotor, pakaian terlalu panas, tangan atau kaki terjepit, atau ada rambut yang melilit jari tangan maupun kaki. Pastikan bayi tidak terganggu oleh ruam, luka, atau posisi yang membuatnya tidak nyaman. Jika bayi menyusu, amati tanda lapar dan tawarkan ASI sesuai kebutuhannya. Bayi yang memakai formula perlu disusui sesuai petunjuk dengan posisi dan aliran dot yang tepat, tanpa memaksa bayi menghabiskan botol.

Setelah kebutuhan fisik diperiksa, kurangi cahaya dan suara, gendong dekat tubuh, berbicara atau bernyanyi dengan nada pelan, mengayun lembut, atau melakukan kontak kulit ke kulit jika orang tua dan bayi aman serta terjaga. Tidak semua bayi menyukai cara yang sama. Cobalah satu pendekatan secara tenang sebelum berganti ke cara lain. Jangan mengguncang, melempar ke udara, memantulkan keras, atau menutup wajah bayi dengan kain.

Membuat rutinitas malam yang membantu

Rutinitas sederhana seperti mengganti popok, menyusui, lampu lebih redup, dan pelukan dapat menjadi sinyal bahwa malam lebih tenang. Pada newborn, rutinitas harus fleksibel karena bayi masih perlu bangun untuk minum dan belum mempunyai jadwal malam yang tetap. Jangan memaksa bayi bertahan tanpa menyusu agar tidur lebih lama. Jika bayi belum mencapai usia atau kesiapan untuk pelatihan tidur tertentu, fokuslah pada keamanan, respons terhadap isyarat, dan kesempatan beristirahat bagi keluarga.

Perhatikan perbedaan siang dan malam secara lembut: cahaya dan aktivitas normal di siang hari, lingkungan lebih redup dan tenang pada malam hari. Hindari bermain aktif atau menyalakan layar terang di tengah malam jika bayi sudah mengantuk. Namun, jika bayi menangis kuat, respons pertama bukan mengabaikannya sebagai latihan tidur; cek kebutuhan dan keadaan kesehatannya dahulu.

Cara menenangkan bayi dengan aman

Menggendong, menyusui bila bayi menunjukkan lapar, menyanyikan lagu pelan, mengayun lembut, atau menggunakan suara latar yang rendah dapat membantu sebagian bayi. Jika membedong, lakukan hanya sesuai usia dan aturan keselamatan, jangan membedong bayi yang sudah menunjukkan tanda berguling, jangan membuatnya terlalu panas, dan tetap tidurkan telentang di permukaan yang datar dan kokoh. Jangan memakai bantal, selimut longgar, guling, atau boneka untuk menahan bayi pada posisi tidur.

Bila orang tua merasa mulai kehilangan kendali karena lelah, letakkan bayi telentang di tempat tidur bayi yang aman, keluar sebentar untuk menenangkan diri, dan minta bantuan orang dewasa tepercaya. Bayi yang menangis di tempat tidur yang aman lebih selamat daripada bayi yang diguncang. Jangan pernah mengguncang bayi; guncangan dapat menyebabkan cedera otak serius. Jika ada pengasuh lain, sepakati giliran agar setiap orang mendapat kesempatan beristirahat.

Kapan tangisan malam perlu diperiksa?

Bayi di bawah tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih perlu segera dinilai tenaga kesehatan. Cari pertolongan darurat jika bayi sulit bernapas, tampak kebiruan atau sangat pucat, sulit dibangunkan, mengalami kejang, atau tidak merespons seperti biasanya. Pemeriksaan juga diperlukan jika tangisan tidak dapat ditenangkan dan berbeda jelas dari biasanya, bayi menolak minum, muntah hijau atau menyemprot, perut membesar, ada darah pada tinja, atau tanda dehidrasi.

Hubungi tenaga kesehatan bila tangisan berulang mengganggu menyusu atau pertumbuhan, bayi tampak kesakitan saat disentuh, ada demam, ruam yang mengkhawatirkan, atau orang tua merasa keadaan tidak biasa. Catat waktu tangisan, durasi, hubungan dengan menyusu, pola tidur dan BAB, serta apa yang membantu menenangkan bayi. Catatan tersebut dapat membantu mengevaluasi pola, tetapi jangan menunda bantuan ketika ada tanda gawat.

Contoh situasi

Pada malam hari, bayi berusia enam minggu menangis setelah menyusu. Orang tua memeriksa popok, memastikan bayi tidak terlalu panas, mencoba sendawa lembut dan menggendong di ruangan redup. Bayi akhirnya tenang dan menyusu seperti biasa. Namun, jika tangisan disertai muntah hijau, demam, sulit bernapas, atau bayi tidak mau minum, situasinya tidak dapat dianggap sekadar rewel malam dan perlu penilaian.

Checklist ketika bayi menangis malam

  • Periksa lapar, popok, suhu tubuh, pakaian, dan kenyamanan fisik.
  • Tawarkan ASI atau formula sesuai kebutuhan dan petunjuk pemberian.
  • Kurangi rangsangan dan coba satu cara menenangkan dengan lembut.
  • Untuk tidur, selalu tempatkan telentang di permukaan rata, kokoh, dan kosong.
  • Jika pengasuh kewalahan, letakkan bayi di tempat aman dan minta bantuan; jangan pernah mengguncang.
  • Cari bantuan medis bila ada tanda bahaya atau tangisan sangat berbeda dari biasanya.

Catat pola, bukan hanya menghitung tangisan

Jika tangisan malam berulang, catat waktu mulai, kira-kira berapa lama, hubungan dengan menyusu atau tidur, dan cara apa yang membantu. Catatan itu dapat menunjukkan apakah bayi selalu rewel setelah periode bangun panjang, tampak lapar, atau mulai menangis bersamaan dengan gejala lain. Namun, jangan menunggu berhari-hari untuk mencatat pola bila tangisan tampak sangat berbeda, bayi sulit ditenangkan, atau ada tanda sakit.

Pastikan lingkungan tidur tetap aman ketika pengasuh lelah. Jangan tertidur bersama bayi di sofa atau kursi berlengan sambil menggendong, karena risiko bayi terperangkap atau jalan napas tertutup. Jika orang tua merasa mengantuk, letakkan bayi telentang di tempat tidur bayi yang kosong, datar, dan kokoh sebelum mengambil jeda. Meminta bantuan keluarga bukan tanda gagal; menjaga pengasuh tetap mampu merespons dengan aman merupakan bagian dari perawatan bayi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah menangis malam berarti ASI ibu kurang?

Tidak otomatis. Bayi bisa meminta menyusu lebih sering dalam periode tertentu. Periksa pelekatan, pola popok basah dan pertumbuhan bila ada kekhawatiran, serta minta bantuan laktasi atau tenaga kesehatan.

Haruskah bayi dibiarkan menangis sampai tertidur?

Tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua usia. Pada bayi kecil, cek kebutuhan dan kondisi kesehatan terlebih dahulu, dan utamakan tidur aman. Jangan mengabaikan tanda sakit atau kebutuhan minum.

Inti yang perlu diingat

Bayi sering menangis malam hari dapat disebabkan kebutuhan menyusu, ketidaknyamanan, kelelahan, perkembangan pola tidur, atau kolik. Periksa kebutuhan dasar dan respons dengan lembut, jaga keselamatan tidur, serta lindungi kondisi fisik dan emosional pengasuh. Tangisan yang tidak biasa atau disertai tanda bahaya memerlukan penilaian medis, bukan hanya teknik menenangkan.

Baca panduan lain melalui kategori Kesehatan Anak Parenting BisaBaca.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.