Mendengar bayi mendengkur saat tidur dapat membuat orang tua bertanya-tanya apakah napasnya baik-baik saja. Kadang suara yang terdengar seperti dengkuran sebenarnya berasal dari lendir di hidung atau suara cairan di tenggorokan. Namun, suara napas yang keras, berulang, atau disertai kesulitan bernapas tidak sebaiknya dianggap normal begitu saja. Yang paling membantu bukan menebak diagnosis dari suara, melainkan mengamati pola napas, kenyamanan bayi, cara menyusu, warna kulit, dan perubahan dari kebiasaan biasanya.
Artikel ini membantu orang tua membedakan suara ringan yang bisa terjadi pada bayi dari tanda yang perlu dinilai tenaga kesehatan. Informasi ini bukan diagnosis. Bayi baru lahir, bayi prematur, atau bayi dengan penyakit jantung maupun paru memerlukan kehati-hatian lebih tinggi.
Apakah suara mendengkur pada bayi selalu berbahaya?
Tidak selalu. Saluran hidung bayi masih sempit, sehingga sedikit lendir kering dapat membuat suara bernapas lebih terdengar. Bayi juga dapat mengeluarkan bunyi mendengus, mengerang, atau suara seperti berkumur ketika tidur aktif. American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa beberapa suara hidung dan tenggorokan pada bayi baru lahir dapat berkaitan dengan lendir, air liur, atau cairan susu yang naik kembali ke tenggorokan. Suara saja tidak cukup untuk memastikan ada atau tidaknya penyakit.
Meski demikian, dengkuran yang terjadi hampir setiap kali tidur, terdengar makin keras, atau disertai jeda napas, napas tersengal, tersedak saat menyusu, atau kenaikan berat badan yang kurang baik perlu dibicarakan dengan dokter. Suara bernada tinggi saat menarik napas—berbeda dari dengkuran biasa—dapat disebut stridor dan kadang berkaitan dengan penyempitan atau kelenturan jaringan saluran napas atas. Penjelasan tentang stridor dan laringomalasia dapat dibaca pada panduan American Academy of Pediatrics tentang napas berbunyi pada bayi.
Penyebab yang mungkin membuat bayi mendengkur
1. Hidung tersumbat atau lendir kering. Udara yang melewati hidung sempit dengan lendir dapat menghasilkan suara dengusan. Hal ini lebih mudah terdengar ketika bayi berbaring atau saat udara kering. Perhatikan apakah bayi tetap bisa menyusu dengan nyaman dan apakah suara berkurang setelah hidung dibersihkan dengan cara yang aman.
2. Suara dari tenggorokan. Air liur, lendir, atau sedikit susu yang naik kembali dapat menimbulkan bunyi seperti berkumur. Bunyi ini berbeda dari napas yang berat. Bila bayi sering tersedak, batuk, sulit menyusu, atau tampak kehabisan napas ketika minum, jangan hanya menganggapnya gumoh biasa.
3. Struktur saluran napas yang masih berkembang. Sebagian bayi mengalami suara napas bernada tinggi akibat laringomalasia. Kondisi ini memerlukan penilaian klinis; tingkat keparahannya tidak dapat disimpulkan dari rekaman suara saja. Dokter akan mempertimbangkan kapan suara muncul, kondisi menyusu, pertumbuhan, dan tanda kesulitan bernapas.
4. Infeksi atau masalah pernapasan lain. Pilek, bronkiolitis, atau kondisi lain dapat membuat napas berbunyi. Jika suara baru muncul bersama demam, batuk, lemas, berkurangnya minum, atau napas cepat, bayi perlu dinilai sesuai tingkat gejalanya.
Cara mengamati suara napas dengan lebih berguna
Jika bayi terlihat nyaman, catat kapan suara muncul: hanya saat tertidur, sepanjang hari, setelah menyusu, atau ketika berbaring. Perhatikan apakah suara berasal dari hidung, terdengar seperti dengkuran rendah, atau berupa bunyi melengking saat menarik napas. Bila memungkinkan, buat rekaman singkat ketika bayi aman dan diawasi untuk ditunjukkan kepada dokter. Rekaman tidak menggantikan pemeriksaan dan jangan menunda pertolongan demi merekam gejala.
Amati juga apakah dada tertarik ke dalam di antara tulang rusuk atau di bawah tulang dada, cuping hidung kembang-kempis, bayi berhenti menyusu untuk mengambil napas, berkeringat berlebihan saat menyusu, atau sulit dibangunkan. Hal-hal tersebut jauh lebih penting daripada kerasnya suara saja.
Langkah aman yang bisa dilakukan di rumah
Jika suara ringan tampak berasal dari hidung dan bayi bernapas serta menyusu seperti biasa, orang tua dapat menjaga ruangan bebas asap rokok, menghindari parfum atau pewangi kuat yang memicu iritasi, dan mengikuti petunjuk tenaga kesehatan mengenai tetes saline khusus bayi jika hidung tersumbat. Bila lendir terlihat di bagian depan hidung, bersihkan dengan lembut. Hindari memasukkan cotton bud atau benda lain ke dalam lubang hidung karena dapat melukai jaringan.
Jangan meneteskan minyak esensial, minyak telon, obat flu, dekongestan, atau ramuan ke hidung bayi tanpa anjuran tenaga kesehatan. Jangan menggunakan alat pengisap lendir terlalu sering atau terlalu kuat karena dapat mengiritasi hidung. Hindari pula meninggikan kasur, memakai bantal, atau memiringkan bayi untuk mengurangi dengkuran. Untuk tidur, bayi tetap perlu dibaringkan telentang di permukaan yang rata, kokoh, dan kosong dari bantal serta benda lunak, sesuai panduan tidur aman untuk bayi.
Kapan bayi perlu diperiksa dokter?
Buat janji pemeriksaan bila dengkuran berlangsung berulang, makin keras, mengganggu tidur, disertai batuk atau hidung tersumbat yang tak membaik, atau ada masalah saat menyusu. Sampaikan pula jika bayi mendengkur setiap malam, tampak tidur dengan leher dalam posisi tidak biasa, mengalami jeda napas yang berulang, atau pertumbuhannya membuat orang tua khawatir. Dokter akan menilai apakah perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Segera cari pertolongan darurat jika bayi tampak berjuang untuk bernapas, dada tertarik ke dalam, napas mengerang pada setiap embusan, bibir atau lidah tampak kebiruan/keabu-abuan, mengalami jeda napas yang disertai perubahan warna atau lemas, tidak mampu menyusu karena sesak, atau sulit dibangunkan. Bayi berusia kurang dari tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih juga memerlukan penilaian medis segera. Daftar tanda bahaya dapat dibandingkan dengan panduan pertolongan medis mendesak bagi bayi dan anak kecil dari NHS.
Contoh situasi: suara hanya saat tidur
Misalnya, bayi berusia enam minggu mengeluarkan dengusan ringan ketika tidur, tetapi warna kulitnya tetap normal, menyusu dengan baik, bergerak aktif saat bangun, dan tidak tampak bekerja keras untuk bernapas. Orang tua dapat mencatat pola tersebut dan menyampaikannya saat kunjungan kesehatan bila suara berulang. Sebaliknya, jika bayi yang sama mulai bernapas sangat cepat, berhenti minum berkali-kali untuk mengambil napas, atau dadanya tertarik ke dalam, jangan menunggu jadwal kontrol.
Catatan untuk orang tua
- Nilai kondisi bayi secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis suara.
- Catat kapan suara muncul dan gejala lain yang menyertainya.
- Jangan menggunakan obat flu atau minyak di hidung tanpa petunjuk klinis.
- Pertahankan posisi tidur telentang di permukaan rata dan kokoh.
- Jika napas tampak sulit, prioritaskan pertolongan daripada mencoba perawatan rumahan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah bayi yang mendengkur boleh ditidurkan miring?
Tidak untuk mengatasi dengkuran. Bayi harus diletakkan telentang untuk setiap tidur. Jika ada masalah medis yang memerlukan posisi khusus, ikuti instruksi spesifik dokter, bukan mengubah posisi sendiri.
Apakah suara mendengkur pasti berarti sleep apnea?
Tidak. Dengkuran bisa mempunyai beberapa penyebab. Diagnosis gangguan napas saat tidur memerlukan penilaian klinis, terutama bila ada jeda napas, tersengal, atau gangguan menyusu.
Mengapa posisi tidur bukan solusi untuk mendengkur?
Orang tua mungkin tergoda menggunakan bantal, ganjalan, atau memiringkan bayi agar suara berkurang. Cara ini tidak dianjurkan sebagai solusi mandiri. Bayi tetap perlu tidur telentang di permukaan datar dan kokoh karena posisi dan benda tidur yang tidak aman dapat meningkatkan risiko terhalangnya jalan napas. Jangan pula menaruh bayi untuk tidur di kursi mobil, sofa, atau ayunan hanya karena terlihat lebih tenang. Bila bayi tertidur di tempat duduk, pindahkan ke permukaan tidur yang aman sesegera mungkin, dengan tetap memperhatikan keamanan perpindahan.
Jika dokter menduga ada kondisi saluran napas tertentu, dokter akan memberikan petunjuk sesuai temuan pemeriksaan. Orang tua tidak perlu mencoba “membuka saluran napas” dengan mengubah posisi tidur sendiri. Bila bunyi tampak berasal dari hidung, perawatan sederhana yang aman dan sesuai anjuran dapat membantu, tetapi suara yang menetap perlu dinilai berdasarkan pemeriksaan, bukan dari respons terhadap satu upaya rumahan.
Inti yang perlu diingat
Suara mendengkur ringan pada bayi kadang berasal dari hidung atau tenggorokan yang masih kecil, tetapi dengkuran yang menetap atau disertai gejala lain perlu diperiksa. Gunakan pengamatan untuk membantu dokter, bukan untuk mendiagnosis sendiri. Bila muncul tanda gangguan napas, cari pertolongan segera. Orang tua juga dapat menemukan bacaan kesehatan lain melalui kategori Kesehatan Anak BisaBaca.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Newborn Reflexes and Behavior: normal breathing sounds and noises — American Academy of Pediatrics.
- Stridor & Laryngomalacia: Is My Baby’s Noisy Breathing Serious? — American Academy of Pediatrics.
- When to get urgent medical help for babies and children under 5 — NHS.









