Melihat bayi atau anak kecil kejang saat demam adalah pengalaman yang sangat menakutkan. Tubuh dapat kaku, tangan dan kaki bergerak tanpa kendali, mata tampak mendelik, dan anak tidak merespons seperti biasanya. Dalam keadaan tersebut, orang tua mungkin ingin segera memegang kuat tubuh anak, memasukkan obat ke mulut, atau menurunkan suhu dengan air. Justru yang paling penting adalah menjaga anak dari cedera, memperhatikan pernapasannya, menghitung lama kejang, dan meminta pertolongan yang sesuai.
Jika ini kejang pertama, hubungi layanan darurat atau segera bawa anak untuk penilaian medis. Jangan menganggapnya pasti kejang demam tanpa pemeriksaan, sebab kejang juga dapat memiliki penyebab lain. Panduan NHS tentang kejang demam dan informasi Kementerian Kesehatan tentang kejang demam pada anak menekankan pertolongan pertama yang aman serta perlunya evaluasi pada kejadian pertama.
Apa yang harus dilakukan saat kejang berlangsung?
Pertama, tetap sedapat mungkin tenang dan segera amankan area. Letakkan anak di permukaan datar yang aman bila memungkinkan, jauhkan benda keras, tajam, panas, atau furnitur yang bisa membentur tubuhnya. Jangan memindahkan anak secara kasar dan jangan menahan gerakan tangan atau kakinya. Jika sedang berada di tempat berbahaya, pindahkan hanya sejauh yang diperlukan demi keselamatan.
Lindungi kepala dengan sesuatu yang lembut dan datar bila tersedia, tanpa menutup wajah atau menghalangi pernapasan. Longgarkan pakaian ketat di sekitar leher. Perhatikan waktu mulai kejang dan durasinya. Jika ada orang lain, minta ia menghubungi layanan darurat sementara Anda tetap bersama anak. Menghitung waktu penting karena kejang yang berlangsung lebih dari lima menit membutuhkan pertolongan darurat.
Jangan mencoba memasukkan jari, sendok, kain, air, makanan, atau obat ke dalam mulut anak. Anak tidak akan menelan lidahnya, sedangkan benda di mulut dapat membuat cedera, tersedak, atau menghalangi jalan napas. Jangan mencoba membuka rahang dengan paksa, memberikan minum, atau menyuapi obat penurun panas ketika anak tidak sadar atau sedang kejang. Tunggu sampai gerakan berhenti dan kesadaran pulih sebelum mempertimbangkan pemberian apa pun melalui mulut.
Setelah gerakan kejang berhenti
Ketika kejang selesai, periksa apakah anak bernapas normal dan mulai kembali merespons. Bila ia bernapas tetapi masih mengantuk atau belum sepenuhnya sadar, tempatkan dalam posisi miring pemulihan jika aman dilakukan, dengan kepala dan leher dijaga agar jalan napas tidak terhalang. Bersihkan hanya benda atau cairan yang tampak di luar mulut; jangan memasukkan jari ke dalam mulut untuk mencari sesuatu.
Rasa lelah, kebingungan singkat, atau mengantuk dapat terjadi setelah kejang, tetapi anak harus tetap dipantau. Jika napas tidak normal, bibir kebiruan, anak sulit dibangunkan, atau tidak kembali menuju kondisi biasanya, cari bantuan darurat. Jangan meninggalkan anak sendirian untuk mengambil obat, mandi, atau menghubungi banyak orang. Jika bisa, minta orang kedua membantu komunikasi dan mencatat apa yang terlihat.
Walaupun kejang berhenti dalam waktu singkat, kejang pertama tetap memerlukan penilaian medis. Tenaga kesehatan perlu menilai penyebab kejang dan demam, usia anak, durasi, serta apakah ada tanda lain. Orang tua tidak perlu menunggu apakah kejang terulang sebelum mencari pertolongan saat kejadian pertama.
Tanda yang memerlukan pertolongan darurat
Hubungi layanan darurat bila kejang berlangsung lebih dari lima menit, anak sulit bernapas, tampak membiru atau sangat pucat, kejang hanya melibatkan satu sisi tubuh, terjadi lebih dari satu kali dalam 24 jam, atau anak tidak pulih seperti biasa. Kejang di air, cedera selama kejang, atau keadaan yang membuat orang tua tidak yakin anak bernapas dengan baik juga memerlukan pertolongan segera.
Ambang waktu lima menit bukan alasan untuk menunggu selama itu apabila anak mengalami kejang pertama atau tampak sulit bernapas. Panggil bantuan sejak awal sambil melakukan pertolongan pertama. Jika dokter sebelumnya telah memberikan rencana tertulis untuk anak dengan riwayat kejang, ikuti instruksi khusus tersebut, tetapi jangan menggunakan obat penyelamat milik orang lain atau mengubah dosis sendiri.
Hal yang tidak boleh dilakukan
- Jangan menahan tubuh atau mencoba menghentikan gerakan kejang secara paksa.
- Jangan memasukkan benda, jari, makanan, air, atau obat ke dalam mulut saat kejang.
- Jangan memandikan, menyiram, atau mengompres dengan air dingin untuk menghentikan kejang.
- Jangan memberikan obat minum ketika anak tidak sadar atau belum mampu menelan dengan aman.
- Jangan meninggalkan anak sendirian; catat durasi dan perubahan yang terlihat.
Apakah kejang demam sama dengan demam tinggi?
Tidak. Kejang demam adalah kejang yang terjadi bersama demam pada anak tertentu, umumnya dalam rentang usia sekitar enam bulan hingga lima tahun, setelah penyebab lain dipertimbangkan oleh tenaga kesehatan. Tidak semua anak yang demam mengalami kejang, dan kejang tidak selalu menandakan suhu mencapai angka yang sangat tinggi. Orang tua tidak dapat memastikan diagnosis hanya dari gerakan atau angka suhu.
Obat penurun panas bisa membantu kenyamanan bila sesuai, tetapi tidak dapat diandalkan untuk mencegah semua kejang demam. Karena itu, jangan menambah dosis parasetamol atau ibuprofen untuk mencoba menghentikan kejang. Penanganan fokus pada keselamatan anak saat episode berlangsung dan evaluasi penyebab demam setelahnya. Dokter dapat menjelaskan rencana sesuai riwayat kesehatan dan temuan pemeriksaan.
Catat informasi untuk tenaga kesehatan
Setelah keadaan aman, tulis waktu mulai dan selesai, apakah gerakan terjadi di seluruh tubuh atau hanya satu sisi, perubahan warna kulit, pola napas, suhu jika sudah diukur dengan aman, dan bagaimana anak setelah kejang. Jika ada orang lain yang merekam kejadian, video singkat mungkin membantu tenaga kesehatan, tetapi hanya jika perekaman tidak mengalihkan perhatian dari menjaga keselamatan dan meminta pertolongan. Jangan menunda panggilan darurat untuk mengambil video.
Sampaikan pula apakah anak pernah mengalami kejang sebelumnya, sedang sakit, menggunakan obat, atau memiliki kondisi medis yang diketahui. Informasi tersebut mendukung penilaian, tetapi orang tua tidak harus menyelesaikan semua pertanyaan sebelum mencari bantuan. Keselamatan dan penanganan segera selalu lebih utama daripada dokumentasi yang lengkap.
Contoh tindakan di rumah
Bayangkan bayi berusia sepuluh bulan demam lalu tubuhnya menegang dan kedua lengannya bergerak berulang. Pengasuh menyingkirkan mainan keras, melindungi kepala dengan kain terlipat, mencatat waktu, dan meminta orang lain menghubungi layanan darurat. Ia tidak menahan tangan bayi dan tidak memasukkan sendok atau obat ke mulut. Setelah gerakan berhenti, ia memperhatikan napas dan mengikuti arahan petugas.
Jika kejadian berlangsung lama atau bayi sulit bernapas, keadaan menjadi darurat. Bahkan bila kejang pertama berhenti dengan cepat, bayi tetap perlu dinilai. Contoh ini menggambarkan prioritas pertolongan pertama, bukan pengganti pelatihan pertolongan medis atau nasihat dari dokter yang memeriksa anak.
Persiapan setelah anak mendapat pertolongan
Setelah dokter menilai anak, tanyakan dengan jelas apa yang harus dilakukan jika demam muncul kembali, tanda apa yang mengharuskan keluarga kembali ke rumah sakit, dan apakah anak membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Bila dokter memberi obat penyelamat untuk kondisi tertentu, minta demonstrasi langsung dan instruksi tertulis mengenai kapan serta bagaimana obat digunakan. Jangan mengandalkan ingatan saat panik, dan jangan menggunakan obat milik anggota keluarga lain. Obat tersebut bukan pengganti pertolongan darurat untuk episode yang berlangsung lama atau disertai gangguan napas.
Pastikan pengasuh lain—misalnya pasangan, kakek-nenek, atau pengasuh harian—mengetahui prinsip pertolongan dasar yang sama. Sepakati siapa yang menelepon bantuan, siapa yang mendampingi anak, dan di mana informasi medis penting disimpan. Persiapan ini tidak berarti keluarga harus selalu mengantisipasi kejadian buruk; tujuannya agar keputusan lebih terarah apabila situasi mendadak terjadi. Bila orang tua merasa takut setelah melihat kejang, tanyakan kepada tenaga kesehatan mengenai penjelasan dan dukungan yang dapat membantu mereka merawat anak dengan percaya diri.
Jangan menilai keamanan hanya dari cepatnya anak pulih. Kebutuhan evaluasi ditentukan oleh konteks kejadian, usia, kondisi setelah kejang, dan temuan pemeriksaan. Catatan sederhana serta rencana tindak lanjut yang dipahami keluarga dapat mengurangi kebingungan, tetapi tidak boleh membuat orang tua menunda mencari bantuan saat muncul tanda bahaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Haruskah saya memegang lidah anak agar tidak tertelan?
Tidak. Jangan memasukkan jari atau benda ke mulut. Tindakan itu berisiko mencederai anak dan membuat penolong tergigit.
Kalau kejang berhenti sebelum lima menit, apakah aman menunggu di rumah?
Tidak otomatis. Kejang pertama perlu penilaian medis, sedangkan kejang berkepanjangan, gangguan napas, kejang satu sisi, kejang berulang, atau pemulihan yang tidak wajar membutuhkan pertolongan darurat.
Inti yang perlu diingat
Pertolongan pertama kejang demam adalah melindungi anak dari cedera, menjaga jalan napas, mencatat durasi, tidak menahan gerakan, dan tidak memasukkan apa pun ke mulut. Kejang pertama atau tanda bahaya membutuhkan bantuan medis segera. Jangan mencoba mengatasi kejang dengan air dingin atau obat minum ketika anak belum sadar.
Baca informasi kesehatan lain melalui kategori Kesehatan Anak Parenting BisaBaca.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Febrile seizures — NHS.
- Mengenal Kejang Demam pada Anak — Kementerian Kesehatan RI.
- Febrile Seizures — American Academy of Pediatrics.










