Seorang ayah dan anak belajar di meja dengan buku dan catatan.
Target belajar dan kegiatan dapat memotivasi anak, tetapi ekspektasi yang terlalu berat bisa membuatnya merasa nilai diri hanya ditentukan prestasi.
Emosi & Kesehatan Mental Anak

Mengenali Tanda Anak Terbebani Ekspektasi Prestasi

Target belajar dan kegiatan dapat memotivasi anak, tetapi ekspektasi yang terlalu berat bisa membuatnya merasa nilai diri hanya ditentukan prestasi.

Target belajar dan kegiatan dapat memotivasi anak, tetapi ekspektasi yang terlalu berat bisa membuatnya merasa nilai diri hanya ditentukan prestasi. Orang tua perlu melihat bukan hanya hasil, melainkan juga tekanan yang dirasakan anak, cara ia beristirahat, dan apakah ia masih menikmati proses belajar.

Perhatikan perubahan, bukan satu nilai saja

Tanda anak terbebani dapat berupa takut mencoba, menyembunyikan nilai, sulit tidur sebelum ujian, atau terus merasa belum cukup baik meski sudah berusaha. Amati apakah perubahan muncul berulang dan memengaruhi keseharian.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Emosi & Kesehatan Mental Anak di Parenting BisaBaca.

Jangan menyimpulkan masalah hanya karena anak kecewa mendapat nilai rendah. Perasaan kecewa bisa wajar. Yang perlu diperhatikan adalah apakah tekanan menetap, tidak sebanding dengan situasi, atau membuat anak kehilangan minat pada banyak kegiatan.

Tinjau sumber ekspektasi di rumah dan sekolah

Anak mungkin menerima pesan dari orang tua, guru, kelompok sebaya, media sosial, atau standar yang ia buat sendiri. Tanyakan apa yang ia takutkan bila hasilnya tidak sesuai target. Dengarkan tanpa membela diri terlebih dahulu.

Periksa juga beban jadwal, waktu tidur, waktu bermain, dan jumlah kegiatan tambahan. Prestasi tidak berkembang dalam ruang kosong; anak membutuhkan keseimbangan agar dapat belajar dan pulih. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan UNICEF tentang kesehatan mental dan kesejahteraan.

Ganti fokus dari hasil semata ke proses yang realistis

Bantu anak menetapkan target yang dapat dikendalikan, seperti mengulang materi selama waktu tertentu atau meminta penjelasan pada bagian yang belum paham. Hargai strategi, konsistensi, dan keberanian mencari bantuan.

Jangan menghapus semua standar atau mengatakan nilai tidak penting sama sekali. Jelaskan bahwa hasil memberi informasi tentang apa yang sudah dipahami, bukan menentukan harga diri. Rencana belajar dapat disesuaikan setelah melihat kebutuhan nyata.

Bekerja sama dengan guru bila tekanan berlanjut

Jika tugas, ujian, atau jadwal kegiatan membuat anak kewalahan, diskusikan beban dan dukungan dengan guru. Bawa contoh konkret seperti perubahan tidur, penolakan sekolah, atau waktu belajar yang tidak seimbang.

Bila muncul kecemasan berat, suasana hati turun, atau gangguan fungsi, pertimbangkan konsultasi profesional. Orang tua dapat menanyakan cara dukungan yang sesuai tanpa mendiagnosis atau memberi label pada anak. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang dukungan positif bagi anak.

Contoh dalam keseharian

Anak berkata, “Kalau nilaiku tidak 90, Ayah pasti kecewa.” Orang tua dapat bertanya dari mana ia mendapat kesan itu, lalu menjelaskan bahwa keluarga menghargai usaha dan kejujuran. Setelah itu, tinjau target bersama agar sesuai kemampuan dan keadaan anak.

Hal yang perlu diingat

Ekspektasi yang sehat memberi arah tanpa membuat anak merasa harus sempurna. Perhatikan perubahan perilaku, buka percakapan tentang sumber tekanan, dan selaraskan dukungan rumah dengan sekolah agar prestasi tidak mengorbankan kesejahteraan.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.