Seorang ayah berbincang dengan anak di balkon rumah.
Setelah mengalami kejadian yang menegangkan, anak mungkin menjadi lebih mudah marah, sulit tidur, menghindari tempat tertentu, atau terus bertanya tentang keselamatan.
Emosi & Kesehatan Mental Anak

Mengenali Perubahan Perilaku Anak setelah Peristiwa Menegangkan

Setelah mengalami kejadian yang menegangkan, anak mungkin menjadi lebih mudah marah, sulit tidur, menghindari tempat tertentu, atau terus bertanya tentang keselamatan.

Setelah mengalami kejadian yang menegangkan, anak mungkin menjadi lebih mudah marah, sulit tidur, menghindari tempat tertentu, atau terus bertanya tentang keselamatan. Perubahan tersebut perlu dipahami melalui konteks dan durasinya, bukan langsung dianggap sebagai kenakalan atau diagnosis tertentu.

Catat perubahan dan hubungkan dengan konteks

Amati kapan perubahan mulai terlihat, situasi pemicunya, serta apa yang membantu anak merasa lebih aman. Peristiwa menegangkan dapat berupa kecelakaan, konflik, bencana, kehilangan, atau pengalaman yang membuat anak takut.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Emosi & Kesehatan Mental Anak di Parenting BisaBaca.

Jangan memaksa anak menceritakan kejadian berulang kali. Tunjukkan bahwa ia boleh berbicara ketika siap dan bahwa orang dewasa akan mendengarkan. Jika ada risiko keselamatan yang masih berlangsung, utamakan perlindungan terlebih dahulu.

Kembalikan rasa aman melalui rutinitas dan pilihan

Jelaskan hal yang dapat diprediksi, siapa yang mendampingi, dan apa yang akan dilakukan bila anak merasa takut. Berikan pilihan sederhana seperti duduk dekat orang tua atau beristirahat di tempat yang nyaman.

Hindari janji bahwa kejadian serupa tidak mungkin terjadi. Lebih baik terangkan langkah perlindungan yang realistis dan siapa yang dapat dimintai bantuan. Anak perlu mengetahui bahwa ketakutan boleh dibicarakan tanpa diejek. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan UNICEF tentang kesehatan mental anak.

Jaga percakapan tetap sesuai kesiapan anak

Gunakan pertanyaan terbuka dan hindari pertanyaan yang menyisipkan jawaban. Anak dapat menyampaikan pengalaman melalui cerita, gambar, permainan, atau potongan informasi. Jangan menafsirkan permainan sebagai bukti pasti tentang suatu peristiwa.

Bila anak mengungkapkan sesuatu yang menunjukkan kekerasan atau bahaya, dengarkan tanpa menyalahkan dan jangan melakukan pemeriksaan sendiri yang berulang. Catat kata-katanya seperlunya dan hubungi pihak profesional atau layanan perlindungan yang tepat.

Cari bantuan ketika gejala berat, menetap, atau mengganggu

Jika tidur, sekolah, hubungan sosial, atau kegiatan sehari-hari terganggu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental anak. Berikan informasi tentang perubahan sebelum dan sesudah kejadian.

Jika anak berada dalam bahaya langsung atau mengungkapkan niat menyakiti diri, cari bantuan darurat setempat. Jangan menunda pertolongan demi menunggu apakah gejala akan hilang sendiri. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan UNICEF tentang perlindungan anak.

Contoh dalam keseharian

Setelah kecelakaan di jalan, anak menolak naik mobil. Orang tua dapat menanyakan apa yang membuatnya takut, menjelaskan rencana perjalanan dan sabuk pengaman, lalu mulai dengan perjalanan singkat yang aman jika anak siap. Bila penolakan menetap, konsultasikan dengan profesional.

Hal yang perlu diingat

Perubahan perilaku setelah kejadian menegangkan adalah sinyal untuk mendengarkan, mengamati, dan memastikan keselamatan. Dukungan keluarga dapat membantu, tetapi gejala yang berat atau menetap perlu dinilai tenaga profesional.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.