Seorang ibu memeluk anak setelah hadirnya adik bayi.
Kelahiran adik dapat membawa kegembiraan sekaligus rasa cemburu, marah, takut kehilangan perhatian, atau kebingungan bagi anak yang lebih besar.
Emosi & Kesehatan Mental Anak

Membantu Anak Memahami Perasaan Campur Aduk setelah Adik Lahir

Kelahiran adik dapat membawa kegembiraan sekaligus rasa cemburu, marah, takut kehilangan perhatian, atau kebingungan bagi anak yang lebih besar. Perasaan yang bertentangan tidak berarti anak tidak menyayangi adiknya.

Kelahiran adik dapat membawa kegembiraan sekaligus rasa cemburu, marah, takut kehilangan perhatian, atau kebingungan bagi anak yang lebih besar. Perasaan yang bertentangan tidak berarti anak tidak menyayangi adiknya. Orang tua dapat memberi ruang agar ia memahami perubahan keluarga secara bertahap.

Akui bahwa dua perasaan dapat hadir bersamaan

Anak boleh senang memiliki adik dan pada saat yang sama merasa kesal karena perhatian orang tua terbagi. Hindari menyuruhnya selalu bahagia atau menjadi kakak yang harus mengalah. Validasi perasaan tanpa membenarkan perilaku yang menyakiti.

Gunakan pertanyaan ringan seperti, “Bagian mana yang menyenangkan? Bagian mana yang terasa sulit?” Anak mungkin belum mampu menjawab sekaligus. Percakapan singkat yang diulang dapat lebih membantu daripada satu pembicaraan panjang.

Pertahankan hubungan khusus dengan anak yang lebih besar

Sediakan waktu singkat yang dapat diprediksi untuk bermain, membaca, atau berbicara berdua. Tidak harus lama atau selalu dilakukan pada jam yang sama. Yang penting anak merasakan bahwa hubungannya dengan orang tua tetap ada.

Jangan menjadikan bantuan merawat bayi sebagai kewajiban. Anak boleh membantu bila ingin dan sesuai usia, tetapi ia tetap membutuhkan peran sebagai anak, bukan pengasuh kecil yang bertanggung jawab atas bayi. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan CDC tentang hubungan dan dukungan positif bagi anak.

Jelaskan perubahan dan batas keselamatan dengan jelas

Beritahu anak bahwa bayi membutuhkan bantuan orang dewasa untuk makan, tidur, dan bergerak. Ajarkan cara menyentuh dengan lembut dan area yang tidak boleh diganggu. Hindari memberi label “kakak nakal” ketika ia belum memahami batas.

Jika anak menunjukkan kemunduran perilaku, respons dengan tenang dan periksa kebutuhan yang belum terpenuhi. Perubahan rutinitas, kurang tidur, dan perhatian yang terbagi dapat memengaruhi perilaku; bukan berarti anak sengaja membuat masalah. Topik ini juga berkaitan dengan mengurangi kecemburuan kakak setelah adik lahir dan kebiasaan harian yang membantu kakak adik lebih akrab.

Jaga agar setiap anak tidak dibandingkan

Hindari kalimat seperti “Adik lebih tenang daripada kamu dulu.” Bandingkan kebutuhan anak dengan tahap perkembangannya sendiri. Tunjukkan bahwa tiap anak memiliki cara dan waktu yang berbeda untuk belajar.

Bila muncul agresi berulang atau anak tampak sangat tertekan, awasi interaksi dan minta dukungan profesional jika diperlukan. Keamanan bayi tetap prioritas, tetapi anak yang lebih besar juga perlu didampingi, bukan hanya dihukum. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan UNICEF tentang pengasuhan responsif.

Contoh dalam keseharian

Anak berkata, “Aku tidak suka adik karena Ibu selalu menggendongnya.” Orang tua dapat menjawab, “Kamu kangen waktu kita berdua. Ibu tetap sayang kamu. Setelah bayi tidur, kita punya waktu membaca bersama.”

Hal yang perlu diingat

Kedatangan bayi mengubah ritme seluruh keluarga. Bantu anak memberi nama pada perasaannya, jaga waktu berdua, dan tetapkan batas keselamatan tanpa membebankan tanggung jawab orang dewasa kepadanya.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.