Anak dapat mendengar berita tentang bencana, kecelakaan, kekerasan, atau konflik dari televisi, percakapan, dan media sosial. Menutup semua akses informasi tidak selalu mungkin. Orang tua dapat membantu anak memahami kabar dengan jujur, terbatas, dan tidak memperbesar ketakutan.
Tanyakan apa yang sudah anak dengar
Mulai dengan pertanyaan, “Kamu melihat atau mendengar apa?” Anak mungkin hanya menangkap satu gambar atau kalimat. Ketahui dulu pemahamannya sebelum menambahkan informasi, karena penjelasan yang terlalu detail dapat membuatnya membayangkan hal yang lebih menakutkan.
Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Emosi & Kesehatan Mental Anak di Parenting BisaBaca.
Jangan berasumsi anak tidak tahu hanya karena ia tidak bertanya. Perhatikan perubahan perilaku, permainan, atau pertanyaan tidak langsung. Beri ruang agar ia dapat kembali membicarakan topik tersebut di lain waktu.
Sampaikan fakta sesuai usia dan konteks
Gunakan kalimat singkat, hindari gambar grafis, dan bedakan hal yang sudah terkonfirmasi dari kabar yang belum jelas. Tidak perlu menjelaskan semua latar belakang politik, kekerasan, atau detail korban kepada anak kecil.
Jangan menyebarkan spekulasi atau menyebut semua tempat dan orang sebagai berbahaya. Berikan konteks tentang tindakan perlindungan yang sedang dilakukan dan siapa yang bertanggung jawab menjaga keselamatan anak. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan UNICEF tentang kesehatan mental anak.
Batasi paparan berulang terhadap gambar dan video
Hindari membiarkan berita menyala terus-menerus di rumah ketika anak berada di dekatnya. Orang dewasa dapat memeriksa informasi dari sumber tepercaya tanpa menonton ulang tayangan yang sama bersama anak.
Jika anak memakai perangkat sendiri, bicarakan cara melaporkan konten yang membuatnya tidak nyaman dan kapan harus datang kepada orang dewasa. Jangan menyalahkan anak karena terlanjur melihat sesuatu yang mengganggu.
Bantu anak kembali pada rasa aman dan tindakan nyata
Tanyakan apa yang membuatnya khawatir dan apa yang dapat dilakukan keluarga. Untuk bencana lokal, ikuti petunjuk keselamatan resmi. Untuk berita jauh, jelaskan bahwa orang dewasa memantau informasi dan anak tidak perlu memikul tanggung jawab menyelesaikannya.
Jika anak terus mengalami mimpi buruk, ketakutan, atau perubahan fungsi setelah melihat berita, konsultasikan dengan profesional. Beri dukungan sesuai kebutuhan dan hindari menganggap reaksi anak sebagai kelemahan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan UNICEF tentang keselamatan anak dalam lingkungan digital.
Contoh dalam keseharian
Anak melihat berita banjir dan bertanya apakah rumahnya akan tenggelam. Orang tua dapat menjelaskan lokasi kejadian, kondisi rumah keluarga, serta langkah keselamatan yang berlaku. Jangan menjanjikan bencana tidak akan pernah terjadi; berikan informasi yang menenangkan tetapi jujur.
Hal yang perlu diingat
Membicarakan berita sulit berarti menyeimbangkan kejujuran dan perlindungan. Tanyakan apa yang anak ketahui, hindari paparan berlebihan, dan bantu ia memahami langkah keselamatan yang nyata tanpa menambah gambaran menakutkan.









