Seorang ibu membaca buku bersama anak tentang perubahan tubuh dan pubertas.
Perubahan tubuh saat pubertas dapat menimbulkan rasa ingin tahu, malu, atau khawatir.
Komunikasi & Kedekatan Orang Tua-Anak

Membicarakan Perubahan Tubuh dan Pubertas dengan Bahasa Terbuka

Perubahan tubuh saat pubertas dapat menimbulkan rasa ingin tahu, malu, atau khawatir. Anak membutuhkan penjelasan yang akurat dan tidak menghakimi, bukan hanya peringatan agar berhati-hati.

Perubahan tubuh saat pubertas dapat menimbulkan rasa ingin tahu, malu, atau khawatir. Anak membutuhkan penjelasan yang akurat dan tidak menghakimi, bukan hanya peringatan agar berhati-hati. Percakapan yang terbuka membantu anak memahami perubahan yang mungkin terjadi, mengenali batasan tubuh, dan mengetahui kepada siapa ia dapat bertanya ketika bingung.

Mulai sebelum anak merasa terkejut

Pubertas tidak dimulai pada usia yang sama untuk semua anak. Orang tua dapat membuka percakapan sebelum perubahan terlihat, menggunakan penjelasan singkat yang sesuai tahap perkembangan. Tidak perlu menunggu satu obrolan panjang; percakapan kecil dapat dilanjutkan seiring pertanyaan anak.

Jelaskan bahwa perubahan seperti pertumbuhan tubuh, rambut di area tertentu, perubahan suara, menstruasi, atau perubahan kulit dapat terjadi dalam proses tumbuh. Gunakan bahasa yang benar dan hindari candaan yang mempermalukan bentuk tubuh.

Jawab pertanyaan dengan jujur dan sesuai usia

Tanyakan apa yang sudah anak ketahui, lalu luruskan informasi yang keliru tanpa meremehkan pertanyaannya. Jika orang tua belum tahu jawabannya, katakan akan mencari informasi dari sumber kesehatan yang tepercaya dan kembali membahasnya.

Anak tidak perlu menerima seluruh detail sekaligus. Berikan jawaban yang menjawab pertanyaan saat itu, kemudian tawarkan kesempatan bertanya lagi. Hindari membuat pubertas terdengar seperti sesuatu yang memalukan atau harus disembunyikan. Sebagai rujukan lanjutan, baca informasi CDC tentang perkembangan anak dan remaja.

Hubungkan perubahan tubuh dengan perawatan dan privasi

Bahas kebersihan diri, pakaian yang nyaman, menstruasi, perawatan kulit, serta kebutuhan privasi sesuai tahap perkembangan. Tekankan bahwa tubuh setiap orang berkembang dengan tempo yang berbeda dan tidak perlu dibandingkan dengan teman.

Ajarkan anak bahwa ia berhak atas batas tubuh dan dapat meminta bantuan ketika ada sentuhan atau komentar yang tidak diinginkan. Percakapan tentang pubertas juga bisa menjadi kesempatan membicarakan rasa hormat, persetujuan, dan cara mencari pertolongan. Topik ini juga berkaitan dengan milestone tumbuh kembang bayi panduan memantau kemampuan sesuai usia dan perkembangan emosi anak usia dini cara memahami dan mendampingi perasaannya.

Bangun suasana aman untuk pertanyaan lanjutan

Hindari menginterogasi anak tentang perubahan tubuh atau menjadikan topik pubertas bahan lelucon keluarga. Anak mungkin memilih berbicara dengan orang tua yang berbeda atau tenaga kesehatan; dukung pilihan orang dewasa tepercaya yang membuatnya nyaman.

Jika perubahan fisik muncul sangat dini, sangat terlambat dibanding rentang yang lazim, atau disertai keluhan yang mengganggu, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Jangan menyimpulkan gangguan hanya dari perbandingan dengan teman atau informasi media sosial. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan pengasuhan UNICEF Indonesia.

Contoh dalam keseharian

Ketika Maya bertanya tentang menstruasi, ibunya tidak menunggu sampai Maya mengalaminya. Ia menjelaskan fungsi menstruasi dengan bahasa sederhana, menunjukkan perlengkapan yang mungkin diperlukan, dan mengatakan Maya boleh bertanya lagi kapan saja tanpa merasa malu.

Hal yang perlu diingat

Percakapan tentang pubertas akan lebih mudah ketika dimulai lebih awal, disampaikan bertahap, dan bebas dari rasa malu. Gunakan sumber kesehatan yang kompeten, hormati privasi, dan beri ruang bagi anak untuk bertanya. Perbedaan tempo perkembangan bukan alasan untuk membandingkan atau mempermalukan.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.