Murid duduk di bangku kelas dan mengangkat tangan sementara guru mengajar di depan.
Perhatian dan aktivitas anak di kelas perlu diamati dalam beragam situasi, bukan dari satu perilaku saja.
Emosi & Kesehatan Mental Anak

Tanda-Tanda ADHD pada Anak: Hal yang Perlu Dikenali Orang Tua

Kenali pola kurang perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas pada anak serta langkah mencari evaluasi tanpa mendiagnosis sendiri.

Anak yang sulit duduk diam, sering lupa, banyak berbicara, atau tampak tidak mendengarkan dapat membuat orang tua bertanya apakah ia mengalami ADHD. ADHD adalah kondisi perkembangan saraf yang berkaitan dengan pola kurang perhatian dan/atau hiperaktivitas-impulsivitas yang menetap serta berdampak pada fungsi sehari-hari. Namun, setiap anak kadang terdistraksi atau aktif. Satu perilaku saja tidak cukup untuk menyimpulkan ADHD.

Kenali tiga kelompok gejala utama

Sebagian anak lebih menonjol pada kurang perhatian, seperti sulit mengikuti detail, mudah kehilangan barang, lupa instruksi, atau kesulitan menyelesaikan tugas. Sebagian lain lebih tampak hiperaktif dan impulsif, misalnya banyak bergerak, berbicara terus, sulit menunggu giliran, atau menyela. Ada pula anak yang menunjukkan kombinasi. Bentuk perilaku bisa berbeda menurut usia dan situasi.

Perhatikan keberlanjutan dan dampaknya

Yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah anak aktif, tetapi apakah pola berlangsung dalam waktu lama, tidak sesuai tahap perkembangan, muncul di lebih dari satu lingkungan, dan mengganggu kegiatan seperti belajar, hubungan, atau rutinitas. Anak dapat tampak lebih mampu mengendalikan diri pada situasi tertentu karena struktur dan dukungan berbeda.

Gejala dapat menyerupai kondisi lain

Kurang tidur, kecemasan, depresi, kesulitan belajar, masalah penglihatan atau pendengaran, maupun kondisi perkembangan lain dapat menimbulkan perilaku yang mirip. Karena itu, orang tua sebaiknya mengumpulkan contoh dari rumah dan sekolah, bukan mengandalkan video singkat atau daftar cek media sosial.

Langkah awal adalah berbicara dengan tenaga kesehatan

Catat perilaku spesifik, kapan muncul, seberapa sering, dan bagaimana dampaknya. Bicarakan dengan dokter anak atau profesional kesehatan mental yang kompeten. Evaluasi dapat melibatkan informasi orang tua, guru, pemeriksaan kondisi lain, dan alat penilaian sesuai pedoman. Diagnosis bukan hasil satu tes sederhana.

Dukungan dapat dimulai sebelum ada kepastian diagnosis

Rutinitas jelas, instruksi satu per satu, pengingat visual, jeda gerak, dan komunikasi dengan guru dapat membantu banyak anak. Hindari menghukum anak karena gejala yang belum dapat ia kendalikan. Bila ADHD terdiagnosis, tenaga kesehatan akan mendiskusikan pilihan dukungan sesuai usia dan kebutuhan.

Dukungan bukan menuntut anak berperilaku seperti semua teman

Jika anak membutuhkan pengingat visual atau jeda gerak, dukungan tersebut bukan bentuk memanjakan. Tujuannya membantu anak mengakses kegiatan dan mengembangkan keterampilan. Orang tua tetap dapat mengajarkan batas keselamatan serta tanggung jawab, tetapi perlu menyesuaikan cara penyampaian. Hindari membandingkan anak dengan saudara yang memiliki gaya perhatian berbeda.

Gejala perlu muncul dalam pola, bukan satu kejadian

Anak yang sesekali sulit duduk, lupa barang, atau banyak bergerak belum tentu mengalami ADHD. Evaluasi mempertimbangkan pola yang menetap, sesuai usia tidaknya perilaku, dampaknya pada fungsi sehari-hari, dan kemunculannya di lebih dari satu lingkungan. Catatan orang tua dan guru dapat membantu profesional memahami pola. Jangan menggunakan daftar internet untuk menetapkan diagnosis atau menghentikan dukungan sampai penilaian selesai.

CDC merangkum contoh gejala kurang perhatian dan hiperaktivitas dalam panduan gejala ADHD. Daftar tersebut bukan alat diagnosis mandiri.

Langkah yang bisa dicoba orang tua

  • Catat pola kurang perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas secara konkret.
  • Amati dampaknya di rumah, sekolah, dan hubungan sosial.
  • Pertimbangkan penyebab lain yang dapat menyerupai ADHD.
  • Bicarakan kekhawatiran dengan dokter atau profesional yang kompeten.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah anak yang sangat aktif pasti memiliki ADHD?

Tidak. Aktivitas tinggi dapat sesuai temperamen dan usia. ADHD dinilai dari pola gejala yang menetap, dampak fungsional, dan evaluasi menyeluruh.

Inti yang perlu diingat

Kenali pola kurang perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas pada anak serta langkah mencari evaluasi tanpa mendiagnosis sendiri. Mulailah dari langkah kecil yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Perubahan membutuhkan waktu, latihan, dan dukungan yang konsisten.

Temukan bacaan lain seputar pengasuhan dan perkembangan keluarga di panduan Parenting BisaBaca.

Sumber dan bacaan lanjutan

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.