Ibu dan anak duduk bersama di meja dengan hidangan lengkap.
Sumber protein hewani dan nabati dapat disajikan secara bergantian.
Gizi & Kebiasaan Makan

Protein Hewani dan Nabati untuk Anak: Perbedaan Gizi dan Cara Mengombinasikannya

Protein anak dapat berasal dari ikan, telur, daging, susu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Kenali perbedaan sumbernya dan cara mengatur variasi tanpa harus menggabungkan semuanya dalam satu kali makan.

Mengapa protein dibutuhkan?

Protein menyediakan asam amino yang digunakan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, membentuk enzim dan hormon, serta mendukung pertumbuhan. Anak memperoleh protein dari berbagai makanan, sehingga menu keluarga tidak harus bergantung pada satu lauk saja.

Kebutuhan protein berubah menurut usia dan kondisi. Tabel AKG Indonesia memberi acuan untuk kelompok usia, tetapi pemenuhan sehari-hari berasal dari gabungan makanan. Anak dengan penyakit tertentu atau kebutuhan khusus dapat memerlukan penilaian yang berbeda.

Apa perbedaan sumber hewani dan nabati?

Pangan hewani seperti telur, ikan, daging, ayam, dan susu umumnya menyediakan protein dengan susunan asam amino yang mudah dimanfaatkan tubuh. Pangan nabati seperti tahu, tempe, kacang merah, kacang hijau, dan lentil juga dapat menyediakan protein serta serat dan zat gizi lain. Kandungan dan daya cerna berbeda antar-bahan.

Perbedaan tersebut bukan alasan untuk menganggap protein nabati tidak berguna. Pola makan vegetarian yang direncanakan dengan baik dapat memenuhi kebutuhan anak. Namun, orang tua perlu memperhatikan variasi, jumlah, kepadatan energi, dan zat gizi lain seperti zat besi, zinc, kalsium, serta vitamin B12.

Apakah protein harus digabung dalam satu piring?

Tidak selalu. Tubuh menggunakan asam amino dari makanan yang dikonsumsi sepanjang hari. Keluarga dapat menyajikan sumber protein yang bervariasi pada waktu makan berbeda, misalnya tempe saat makan siang, telur saat sarapan, dan ikan saat makan malam. Tidak perlu menghitung kombinasi asam amino untuk setiap suapan.

Anak yang hanya menerima beberapa jenis makanan dapat dikenalkan pilihan lain secara bertahap. Tekstur harus sesuai kemampuan mengunyah dan bahan berisiko alergi diperkenalkan dengan perhatian pada riwayat serta arahan medis.

Perhatikan sumber protein yang sekaligus tinggi garam atau lemak

Sosis, nugget, daging olahan, atau makanan cepat saji dapat mengandung protein, tetapi sering juga memiliki garam dan lemak yang perlu diperhatikan. Tidak semua makanan berprotein memiliki nilai gizi yang sama. Pilihan lebih sederhana seperti ikan, telur matang, tahu, tempe, dan kacang yang diolah dengan aman dapat membantu memperluas variasi.

Porsi protein berlebihan juga tidak otomatis membuat anak lebih tinggi atau lebih kuat. Anak membutuhkan keseimbangan energi, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, tidur, dan aktivitas fisik. Suplemen protein tidak diperlukan untuk kebanyakan anak yang makan cukup dan beragam.

Pertimbangkan tekstur, alergi, dan keamanan

Protein hewani dan nabati perlu disiapkan sesuai usia. Ikan harus diperiksa durinya, telur dan daging dimasak hingga matang, sedangkan kacang utuh dapat berisiko tersedak untuk anak kecil. Gunakan bentuk lumat, cincang, atau tekstur yang aman sesuai kemampuan anak.

Anak dengan alergi terhadap susu, telur, ikan, kedelai, atau kacang tertentu mungkin memerlukan pengganti yang direncanakan. Jangan menghilangkan banyak sumber protein sekaligus tanpa pendampingan karena dapat mempersempit pilihan pangan dan meningkatkan risiko asupan yang tidak mencukupi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah protein hewani wajib ada di setiap kali makan?

Tidak harus pada setiap waktu makan. Sumber protein dapat bervariasi sepanjang hari, termasuk dari tahu, tempe, telur, ikan, atau bahan lain sesuai pola keluarga.

Apakah protein tambahan membuat anak lebih cepat tinggi?

Tidak ada jaminan. Pertumbuhan dipengaruhi banyak faktor, dan protein berlebihan tidak menggantikan energi, mikronutrien, tidur, serta kesehatan.

Hal yang perlu diingat

Gunakan bahan yang tersedia dan sesuai kebiasaan keluarga untuk menyediakan protein secara bervariasi. Bila anak menghindari banyak sumber protein atau mengalami masalah pertumbuhan, mintalah penilaian ahli gizi.

Sumber tepercaya untuk bacaan lanjutan

Bacaan terkait di BisaBaca

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.