Mengapa kalsium penting selama masa tumbuh?
Tubuh menggunakan kalsium untuk membangun tulang dan gigi. Mineral ini juga terlibat dalam kerja otot, saraf, dan proses pembekuan darah. Masa kanak-kanak dan remaja merupakan periode penting untuk membangun massa tulang, sehingga pola makan yang cukup zat gizi perlu didukung secara konsisten.
Kalsium tidak bekerja sendirian. Vitamin D membantu penyerapan kalsium, sedangkan aktivitas fisik dan pola makan beragam turut mendukung kesehatan tulang. Karena itu, satu jenis minuman atau suplemen tidak dapat menggantikan seluruh kebiasaan sehat.
Sumber kalsium tidak terbatas pada susu
Susu, yogurt, dan keju merupakan sumber kalsium yang dikenal luas. Namun, anak yang tidak minum susu tetap dapat memperoleh kalsium dari pilihan lain seperti ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, tahu yang menggunakan garam kalsium dalam proses pengolahan, serta sayuran tertentu. Sebagian produk pangan dan minuman nabati juga difortifikasi, tetapi kandungannya perlu diperiksa pada label.
Bila anak mengalami intoleransi laktosa, pilihan bebas laktosa atau pangan lain dapat dibahas sesuai toleransi. Alergi protein susu sapi berbeda dari intoleransi laktosa; produk bebas laktosa yang masih mengandung protein susu belum tentu aman untuk anak dengan alergi.
Variasikan bahan dan perhatikan pola makan keseluruhan
Keluarga dapat mengombinasikan sumber kalsium pada beberapa waktu makan. Misalnya, yogurt tawar sebagai bagian camilan, tahu dalam lauk, atau ikan kecil dalam menu keluarga. Pilih bentuk dan tekstur yang aman untuk usia serta kemampuan mengunyah anak. Jangan memaksa satu bahan tertentu bila anak tidak menyukainya; cari alternatif yang dapat diterima.
Panduan AKG Indonesia dapat digunakan untuk melihat acuan kalsium berdasarkan kelompok usia. Kebutuhan tidak sebaiknya ditebak dari jumlah gelas susu saja karena makanan lain juga menyumbang kalsium dan kandungan produk berbeda.
Kapan suplemen perlu dipertimbangkan?
Suplemen mungkin dibahas pada anak dengan pola makan sangat terbatas, alergi yang membatasi banyak sumber pangan, kondisi medis tertentu, atau asupan yang dinilai tidak mencukupi. Namun, dosis perlu disesuaikan. Kelebihan kalsium dari suplemen dapat menimbulkan masalah dan berinteraksi dengan beberapa obat.
Bila anak mengalami patah tulang berulang, nyeri tulang, pertumbuhan yang perlu diperiksa, atau memiliki kondisi medis yang memengaruhi penyerapan, konsultasikan kepada dokter. Jangan menyimpulkan kekurangan kalsium hanya dari anak yang tidak suka susu.
Jika anak tidak minum susu
Anak yang tidak minum susu tidak otomatis kekurangan kalsium. Tinjau sumber lain yang tersedia dan dapat diterima, misalnya tahu yang diproses dengan kalsium, ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran tertentu, atau produk fortifikasi. Jumlah kalsium pada tahu dan minuman nabati dapat berbeda, sehingga label atau informasi produsen penting.
Jika penyebabnya alergi protein susu sapi, jangan mencoba produk bebas laktosa sebagai pengganti tanpa memastikan keamanannya. Produk bebas laktosa dapat tetap mengandung protein susu. Dokter atau ahli gizi dapat membantu memilih alternatif yang sesuai dan memastikan anak tetap memperoleh protein serta zat gizi lain.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah susu satu-satunya sumber kalsium?
Tidak. Ikan kecil dengan tulang yang dapat dimakan, tahu tertentu, sayuran tertentu, dan pangan fortifikasi dapat menyumbang kalsium. Kandungannya perlu dilihat pada jenis bahan atau label.
Apakah anak yang tidak suka susu perlu suplemen?
Belum tentu. Periksa sumber kalsium lain dalam menu dahulu. Suplemen dibahas bila asupan tidak mencukupi atau terdapat kondisi khusus.
Hal yang perlu diingat
Utamakan pola makan beragam dan sumber kalsium yang cocok bagi anak. Suplemen bukan pengganti evaluasi kebutuhan, terutama bila ada alergi atau masalah kesehatan.
Sumber tepercaya untuk bacaan lanjutan
- Calcium — NIH Office of Dietary Supplements
- Vitamin D — NIH Office of Dietary Supplements
- Permenkes Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi — JDIH Kemenkes










