Menjelang pentas, pertandingan, atau lomba, anak dapat merasa gugup meski sebelumnya tampak antusias. Tujuan orang tua bukan menghilangkan semua rasa cemas, melainkan membantu anak memahami perasaannya, mempersiapkan hal yang bisa dikendalikan, dan tetap merasa dihargai apa pun hasilnya.
Tanyakan bagian mana yang paling membuat anak khawatir
Kecemasan bisa berkaitan dengan takut lupa, dinilai teman, mengecewakan orang tua, atau belum tahu apa yang akan terjadi. Dengarkan jawaban anak tanpa segera membantah. Pertanyaan spesifik membantu membedakan kebutuhan latihan dari kebutuhan rasa aman.
Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Emosi & Kesehatan Mental Anak di Parenting BisaBaca.
Jangan menganggap semua anak perlu didorong tampil. Anak boleh memilih mundur bila kegiatan tidak wajib atau tekanan terasa tidak sehat. Jika partisipasi sudah menjadi komitmen kelompok, bicarakan pilihan realistis bersama guru atau pelatih.
Persiapkan proses, bukan hanya hasil
Buat latihan singkat dan terukur, lalu sisakan waktu istirahat. Anak dapat berlatih urutan tampil, menyiapkan perlengkapan, atau mengenal lokasi lebih awal. Hindari latihan berlebihan yang membuat kegiatan kehilangan unsur menyenangkan.
Tekankan hal yang dapat dikendalikan: hadir tepat waktu, mendengarkan instruksi, mencoba, dan meminta bantuan. Hasil lomba dipengaruhi banyak faktor. Jangan mengaitkan kasih sayang atau kebanggaan orang tua dengan kemenangan maupun nilai. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan NHS tentang kecemasan pada anak.
Ajarkan strategi menenangkan diri yang sederhana
Anak dapat mencoba menarik napas perlahan, merasakan telapak kaki menapak, atau menyebut tiga hal yang dilihat di sekitar. Latih saat suasana santai, bukan pertama kali ketika anak sudah panik di belakang panggung.
Strategi ini bukan jaminan kecemasan langsung hilang. Dampingi dengan kalimat yang realistis seperti, “Kamu boleh gugup dan tetap mencoba langkah pertama.” Hindari membandingkan anak dengan peserta lain yang terlihat lebih percaya diri.
Evaluasi pengalaman dengan pertanyaan yang aman
Setelah kegiatan, tanyakan apa yang berjalan baik, apa yang terasa sulit, dan apa yang ingin dilakukan berbeda. Beri kesempatan anak beristirahat sebelum evaluasi. Jangan langsung mengulas setiap kesalahan ketika emosinya masih tinggi.
Bila kecemasan membuat anak berulang kali menghindari kegiatan, mengganggu tidur, atau meluas ke banyak situasi, pertimbangkan konsultasi profesional. Informasi dari guru atau pelatih dapat membantu memahami apakah tekanan berasal dari lingkungan, persiapan, atau kebutuhan lain. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang dukungan positif bagi anak.
Contoh dalam keseharian
Anak berkata, “Aku takut salah saat membaca puisi.” Orang tua dapat menjawab, “Kamu khawatir lupa, ya. Kita bisa latihan bagian awal dua kali, lalu memilih satu cara bernapas sebelum mulai. Tidak harus sempurna.”
Hal yang perlu diingat
Dukungan terbaik bukan janji bahwa anak pasti menang atau tidak akan gugup. Bantu anak mempersiapkan langkah kecil, tetap punya pilihan, dan merasa diterima setelah kegiatan selesai. Keberanian dapat tumbuh melalui pengalaman yang aman dan tidak mempermalukan.










