Bertamu memberi anak kesempatan mengenal kebiasaan keluarga lain. Setiap rumah mungkin memiliki aturan berbeda tentang alas kaki, makanan, ruang pribadi, atau penggunaan barang. Anak dapat belajar menghormati perbedaan tanpa merasa harus selalu mengikuti sesuatu yang membuatnya tidak aman.
Kenalkan kebiasaan dasar sebelum berangkat
Jelaskan bahwa anak perlu memberi salam, mengikuti arahan tuan rumah, menjaga suara, dan meminta izin sebelum memakai barang. Beri contoh konkret sesuai usia, misalnya bertanya sebelum membuka lemari mainan atau mengambil makanan dari meja.
Anak tidak harus langsung memahami semua aturan sosial. Orang tua dapat mengingatkan satu atau dua hal sebelum masuk rumah, lalu membantu jika ada situasi yang membingungkan. Hindari menuntut sikap sempurna di depan tamu.
Hormati ruang dan barang milik orang lain
Ajarkan anak tidak membuka kamar, laci, tas, atau perangkat pribadi tanpa izin. Jika ingin bermain, ia dapat bertanya kepada pemilik rumah atau orang dewasa yang mendampingi. Jelaskan bahwa barang yang terlihat bukan berarti boleh digunakan.
Jika anak membuat kekacauan, bantu ia ikut merapikan sesuai kemampuan. Tuan rumah tidak perlu menanggung seluruh dampak kegiatan bermain, tetapi orang tua tetap harus memastikan tugas perbaikan aman dan wajar. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan UNICEF Indonesia tentang pengasuhan.
Ajarkan perbedaan sopan dan tidak aman
Anak boleh menolak makanan yang membuatnya alergi, permainan yang berisiko, atau kontak fisik yang tidak diinginkan. Ia dapat menyampaikan penolakan dengan sopan dan meminta bantuan orang tua. Sopan santun tidak berarti menuruti semua permintaan orang lain.
Beri anak kalimat sederhana untuk situasi yang sulit: “Aku tidak nyaman,” “Aku mau tanya orang tuaku dulu,” atau “Aku tidak boleh melakukan itu.” Orang tua perlu siap mendukung tanpa mempermalukan anak. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke membangun kerja sama antara orang tua dan anak melalui pola asuh positif.
Tinjau pengalaman dan berikan contoh
Setelah pulang, bicarakan apa yang menyenangkan dan aturan apa yang baru ia temui. Jika anak melakukan kesalahan, jelaskan cara memperbaikinya. Orang tua juga perlu menjadi contoh dengan menghormati aturan rumah orang lain.
Budaya bertamu berbeda antarkeluarga. Fokus pada nilai umum seperti menghormati orang, menjaga barang, meminta izin, dan menjaga keselamatan. Hindari menilai keluarga lain hanya karena kebiasaan mereka berbeda. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan UNICEF tentang perlindungan dan rasa aman anak.
Contoh dalam keseharian
Jika anak ingin masuk kamar teman, ingatkan untuk bertanya terlebih dahulu. Bila teman menjawab tidak, bantu anak memilih tempat bermain lain. Ia belajar bahwa rumah orang lain memiliki ruang pribadi yang perlu dihormati.
Hal yang perlu diingat
Etika bertamu bukan daftar aturan kaku, melainkan keterampilan menghormati orang dan ruang bersama. Ajarkan melalui contoh, latihan singkat, dan dukungan ketika anak menghadapi situasi yang belum dikenalnya.










