Seorang guru menjelaskan sesuatu kepada murid di ruang kelas.
Anak yang tidak memahami instruksi mungkin diam, menebak, atau mengikuti teman tanpa benar-benar tahu apa yang harus dilakukan.
Komunikasi & Kedekatan Orang Tua-Anak

Mengajari Anak Meminta Penjelasan saat Tidak Memahami Instruksi

Anak yang tidak memahami instruksi mungkin diam, menebak, atau mengikuti teman tanpa benar-benar tahu apa yang harus dilakukan.

Anak yang tidak memahami instruksi mungkin diam, menebak, atau mengikuti teman tanpa benar-benar tahu apa yang harus dilakukan. Mengajari anak meminta penjelasan membantu mereka berkomunikasi dengan guru, teman, dan orang dewasa lain. Keterampilan ini bukan hanya soal keberanian berbicara, tetapi juga kemampuan mengenali kebingungan dan mencari bantuan dengan cara yang sopan.

Kenalkan bahwa bertanya adalah bagian dari belajar

Jelaskan bahwa setiap orang bisa tidak memahami sesuatu pada percobaan pertama. Anak tidak perlu malu meminta penjelasan. Orang tua dapat memberi contoh dengan mengatakan, “Aku belum jelas. Bisa jelaskan sekali lagi?” ketika memang membutuhkan informasi.

Hindari menyebut anak tidak memperhatikan ketika ia meminta instruksi diulang. Cari tahu apakah instruksi terlalu panjang, disampaikan saat anak terdistraksi, atau menggunakan kata yang belum dipahami.

Latih kalimat sederhana sesuai usia

Anak dapat berlatih kalimat seperti “Boleh diulang?”, “Aku mulai dari mana?”, atau “Bisa tunjukkan contohnya?” Gunakan permainan peran saat memasak, bermain papan, atau menyiapkan tas agar latihan terasa alami.

Untuk anak yang lebih pendiam, mulailah berlatih dengan orang yang sudah dikenal. Setelah lebih nyaman, bicarakan bagaimana meminta bantuan kepada guru atau petugas sekolah. Jangan memaksa anak berbicara di depan banyak orang sebagai satu-satunya latihan. Sebagai rujukan lanjutan, baca sumber UNICEF Indonesia tentang pendidikan dan dukungan belajar.

Bantu anak mengenali bagian yang belum dipahami

Ajarkan anak menyebut bagian spesifik, misalnya “Aku mengerti harus membuka buku, tetapi tidak tahu halaman berapa.” Ini lebih membantu daripada hanya berkata “Aku tidak bisa.” Orang tua dapat memecah instruksi menjadi langkah kecil saat berlatih di rumah.

Jika anak sering kesulitan memahami instruksi meskipun sudah disampaikan singkat dan jelas, amati konteksnya. Pertimbangkan apakah ada gangguan pendengaran, bahasa, perhatian, kecemasan, atau faktor lain yang perlu dibahas dengan guru dan tenaga profesional; jangan mendiagnosis sendiri. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke persiapan masuk sd apa yang berubah saat anak beralih dari tk ke kelas 1.

Perkuat respons orang dewasa yang menerima pertanyaan

Guru dan orang tua perlu menanggapi pertanyaan anak dengan sabar. Jika anak pernah ditertawakan, bantu ia menemukan cara lain untuk bertanya, misalnya mendekati guru setelah kelas atau menggunakan kartu bantuan sesuai kesepakatan sekolah.

Berikan pujian spesifik atas usaha mencari penjelasan, bukan hanya hasil akhir. Contohnya, “Kamu sudah memberi tahu bagian yang belum kamu pahami.” Dengan begitu, anak belajar bahwa meminta bantuan merupakan keterampilan, bukan tanda kelemahan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC tentang dukungan perkembangan anak.

Contoh dalam keseharian

Saat diminta membuat pola gambar, Tio tidak tahu harus mulai dari mana. Ia mengingat kalimat latihan, lalu bertanya kepada guru, “Boleh tunjukkan contoh langkah pertama?” Guru memberi contoh singkat dan Tio dapat melanjutkan tugas.

Hal yang perlu diingat

Meminta penjelasan adalah keterampilan belajar dan komunikasi yang dapat dilatih. Ajarkan kalimat sederhana, beri kesempatan berlatih dalam suasana aman, dan bantu anak menyebut bagian yang membingungkan. Orang dewasa juga perlu menunjukkan bahwa pertanyaan anak diterima dengan hormat.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.