Anak dapat membaca kalimat dengan lancar tetapi belum tentu memahami isi bacaan. Pertanyaan terbuka membantu orang tua mengetahui apa yang dipahami anak, bagaimana ia menarik kesimpulan, dan bagian mana yang masih membingungkan. Kegiatan ini tidak harus terasa seperti ujian membaca.
Mulai dari pertanyaan yang mengajak anak berpikir
Setelah membaca satu bagian cerita, tanyakan “Menurutmu, mengapa tokohnya melakukan itu?” atau “Apa yang mungkin terjadi berikutnya?” Pertanyaan semacam ini memberi ruang bagi anak menjelaskan dengan kata-katanya sendiri, bukan sekadar memilih jawaban benar-salah.
Sesuaikan pertanyaan dengan isi dan usia. Untuk pembaca awal, tanyakan siapa, di mana, atau apa yang berubah. Untuk anak yang lebih besar, ajak membandingkan sudut pandang, sebab-akibat, atau bukti dalam teks.
Tunjukkan bahwa jawaban perlu didukung bacaan
Jika anak membuat dugaan, ajak ia mencari bagian cerita yang mendukungnya. Orang tua dapat bertanya, “Bagian mana yang membuatmu berpikir begitu?” Ini melatih anak kembali ke teks saat menyampaikan pendapat.
Tidak semua pertanyaan memiliki satu jawaban tunggal. Hargai tafsiran yang masuk akal dan bantu membedakan pendapat dari informasi yang tertulis. Hindari memotong anak hanya karena ia belum menggunakan istilah yang tepat. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan UNICEF tentang pendidikan dan pembelajaran anak.
Gunakan percakapan singkat dan bergantian
Orang tua dapat ikut menjawab pertanyaan, menunjukkan bagian yang menarik, atau menyampaikan hal yang belum dipahami. Percakapan dua arah membuat membaca terasa sebagai kegiatan bersama, bukan pemeriksaan kemampuan.
Bila anak lelah atau kehilangan minat, cukup berhenti pada satu pertanyaan yang bermakna. Lebih baik percakapan singkat yang menyenangkan daripada membahas setiap paragraf sampai membaca terasa sebagai tugas tambahan. Topik ini juga berkaitan dengan kebiasaan membaca bersama dan membiasakan anak mendengarkan cerita pendek dengan menyenangkan.
Amati pemahaman lintas jenis bacaan
Coba gunakan cerita, petunjuk permainan, komik, atau teks informatif. Kesulitan memahami bacaan bisa berbeda menurut kosakata, latar pengetahuan, atau panjang teks. Catat bagian yang sulit agar dapat dibicarakan dengan guru.
Jika kesulitan membaca dan memahami berlangsung terus serta menghambat pembelajaran, minta masukan guru dan pertimbangkan asesmen yang sesuai. Jangan menyimpulkan gangguan belajar hanya dari satu sesi membaca di rumah. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan CDC mengenai dukungan belajar dan perkembangan anak.
Contoh dalam keseharian
Setelah membaca cerita tentang anak yang kehilangan payung, orang tua bertanya, “Menurutmu, mengapa ia kembali ke taman?” Anak menjawab, lalu bersama-sama mereka mencari petunjuk dalam cerita. Percakapan ini melatih pemahaman sekaligus penalaran.
Hal yang perlu diingat
Pertanyaan terbuka membantu anak membangun makna dari bacaan. Dengarkan jawaban, minta anak menunjukkan petunjuk, dan jaga suasana tetap dialogis. Tujuannya bukan menguji sebanyak mungkin, melainkan menumbuhkan kebiasaan memahami dan memikirkan isi teks.









