Mulai dengan bertanya, bukan langsung mengambil alih
Setelah hari raya, anak mungkin menerima uang dari keluarga besar. Jumlahnya dapat berbeda-beda dan sebagian anak belum memahami mengapa uang itu diberikan. Orang tua sebaiknya memulai dengan bertanya apa yang ingin ia lakukan dengan uang tersebut, lalu menjelaskan bahwa ada beberapa pilihan: menyimpan, menggunakan untuk sesuatu yang direncanakan, atau berbagi jika ia ingin. Hindari langsung mengumpulkan semua uang tanpa penjelasan. Jika orang tua perlu membantu menyimpan uang anak yang masih kecil, katakan di mana uang itu disimpan, berapa jumlahnya, dan bagaimana anak dapat melihat atau mengambilnya sesuai kesepakatan.
Pisahkan uang THR dari uang saku rutin
Uang THR biasanya diterima pada waktu tertentu dan nominalnya bisa lebih besar daripada uang saku harian. Karena itu, jangan memperlakukan semuanya sebagai uang belanja biasa. Ajak anak menulis total penerimaan, lalu bedakan uang yang ingin ia gunakan dalam waktu dekat dan uang untuk tujuan lebih panjang. Tidak harus memakai persentase tetap. Bagi keluarga yang memiliki pengeluaran ketat, porsi tabungan mungkin kecil; yang penting anak memahami mengapa jumlahnya demikian. Uang THR juga bukan pengganti kewajiban orang tua memenuhi kebutuhan pokok anak.
Gunakan tiga pertanyaan untuk memilih prioritas
Pertanyaan pertama: apakah ada kebutuhan anak yang memang perlu dibeli dan telah disepakati keluarga? Pertanyaan kedua: apakah ada barang atau pengalaman yang sudah lama ingin ia capai? Pertanyaan ketiga: apakah ia ingin menyisihkan sebagian untuk memberi atau berbagi? Pertanyaan ini lebih mudah dipahami daripada meminta anak membagi uang dalam persentase yang tidak ia mengerti. Bila ia ingin membeli sesuatu yang harganya melebihi uang yang diterima, bantu menghitung selisih dan membuat rencana. Jangan mendorong anak menghabiskan uang agar terlihat menikmati hari raya, tetapi jangan pula membuatnya merasa bersalah karena ingin membeli sesuatu.
Contoh pembagian tanpa angka yang kaku
Misalnya anak menerima Rp300.000. Keluarga dapat membicarakan rencana menyimpan Rp100.000 untuk tujuan yang sudah dipilih, menggunakan Rp150.000 untuk pembelian yang disepakati, dan menyisihkan Rp50.000 untuk berbagi. Angka ini sekadar ilustrasi, bukan formula yang harus diikuti semua keluarga. Jika anak memiliki kebutuhan lain, pembagiannya dapat berubah. Jika jumlah uang yang diterima lebih kecil, orang tua tidak perlu memaksakan tiga pos. Bahkan satu keputusan sederhana—menyimpan sebagian dan menggunakan sebagian—dapat menjadi latihan yang cukup.
Jangan mengubah uang hadiah menjadi alat hukuman
Mengambil seluruh THR karena anak dianggap kurang disiplin dapat merusak kepercayaan, apalagi jika tidak ada kesepakatan sebelumnya. Jika anak menghabiskan uang tanpa rencana, bicarakan apa yang ia pelajari dan bagaimana menyusun keputusan berikutnya. Tidak perlu menuntut ia mengembalikan uang kepada orang tua sebagai bentuk hukuman. Bila ada aturan bahwa sebagian uang dititipkan kepada wali, jelaskan sejak awal dan catat jumlahnya. Orang tua dapat membaca cara mengatur uang angpao dan hadiah ulang tahun anak untuk membedakan penerimaan hadiah dari penggunaan uang dalam kegiatan lain.
Libatkan keluarga besar dengan cara yang sopan
Kadang-kadang anak menerima uang langsung dari kakek, nenek, paman, atau kerabat. Orang tua dapat menyampaikan kepada keluarga bahwa anak sedang belajar mengelola hadiah, lalu mengajak anak mengucapkan terima kasih sebelum menentukan penggunaannya. Tidak perlu meminta semua kerabat memberi nominal yang sama atau menyuruh anak membagi hadiah sesuai keinginan orang dewasa. Privasi jumlah hadiah juga perlu dihormati; jangan mengumumkannya di depan banyak orang atau membandingkan pemberian antaranggota keluarga. Jika anak masih kecil, orang tua bisa mendampingi menghitung dan menyimpan tanpa mengurangi rasa bahwa hadiah tersebut diberikan kepadanya.
Buat tindak lanjut setelah hari raya
Seminggu setelah hari raya, ajak anak melihat kembali kesepakatan. Apakah barang yang ingin dibeli masih terasa penting? Apakah uang tabungan sudah dicatat? Apakah ia ingin mengubah tujuan? Jika ia telah menggunakan uang untuk sesuatu yang direncanakan, bantu mencatat pengalaman tanpa menilai. Anak yang lebih besar dapat membuat catatan saldo sederhana, sedangkan anak yang lebih kecil cukup melihat amplop atau wadah tabungan. Keluarga dapat menghubungkan latihan ini dengan strategi tujuan tabungan kecil dan kebiasaan berbagi secara sukarela.
THR menjadi pelajaran ketika anak tetap merasa dihargai
Pengelolaan THR yang baik bukan berarti anak harus menghemat seluruh uangnya. Ia belajar memahami bahwa uang dapat dipakai untuk hal yang berbeda dan setiap pilihan memiliki konsekuensi. Orang tua dapat memberi batas, tetapi perlu menjelaskan alasannya dan menghargai pendapat anak. Saat jumlah hadiah berbeda antar-anak, hindari perbandingan. Tujuan akhirnya bukan membuat anak memiliki saldo paling besar setelah hari raya, melainkan membangun kebiasaan bertanya, merencanakan, dan bertanggung jawab dengan dukungan keluarga.
Jangan membuat semua uang THR menjadi target tabungan
Uang hari raya sering diterima saat anak sedang gembira bertemu keluarga dan mendapat hadiah. Sebagian anak ingin langsung membeli sesuatu, sebagian ingin menyimpan, dan sebagian belum tahu apa yang mereka inginkan. Beri waktu sebelum membahas pembagian. Setelah anak menghitung total, ajak ia mengenali kebutuhan dekat, keinginan, dan tujuan yang lebih lama. Bila keluarga menyepakati sebagian uang disimpan, biarkan anak mengetahui jumlah yang dipilih dan alasannya. Tidak perlu menetapkan persentase universal. Anak yang mendapat nominal kecil tetap bisa belajar dengan menyimpan sebagian kecil atau mencatatnya dahulu. Jangan membandingkan jumlah THR antarsepupu atau saudara.
Perhatikan asal dan harapan pemberi uang
Ada keluarga yang memberikan uang langsung kepada anak, ada yang memberikannya kepada orang tua untuk kebutuhan anak, dan ada pula yang menyebut tujuan khusus. Jika pemberi menyampaikan maksud tertentu, jelaskan dengan wajar kepada anak. Jangan mengklaim uang itu sepenuhnya bebas digunakan bila ada amanah yang perlu dijaga. Pada saat yang sama, orang tua perlu transparan apakah uang dititipkan atau diberikan kepada anak. Jika anak masih kecil, orang tua dapat membantu menyimpan, tetapi jumlah dan lokasi penyimpanannya perlu dicatat. Ketika anak lebih besar, ajak ia melihat catatan dan terlibat dalam keputusan. Ini mencegah perbedaan pemahaman ketika anak ingin menggunakan uangnya kelak.
Bila uang diterima dalam jumlah berbeda-beda
Tidak semua anak menerima THR dengan pola yang sama. Ada yang memperoleh uang dari beberapa anggota keluarga, ada yang menerima satu hadiah, dan ada yang tidak mendapat uang sama sekali. Jangan menjadikan nominal sebagai bahan perbandingan. Jika anak menerima uang dalam beberapa kesempatan, catat penerimaan berdasarkan sumber dan tanggal agar tidak ada yang tertukar. Bila uang diserahkan oleh keluarga dengan amanah tertentu, jelaskan maksudnya. Orang tua dapat mengajarkan anak mengucapkan terima kasih, tetapi tidak perlu memaksa ia memutuskan pembagian uang saat sedang lelah setelah perjalanan atau perayaan. Percakapan bisa dilakukan ketika suasana sudah tenang.
Apa yang bisa dilakukan bila anak menerima beberapa hadiah uang
Jika anak menerima uang pada beberapa hari yang berbeda, jangan langsung mencampurnya tanpa pencatatan. Bantu ia melihat jumlah total dan sumber uang secara wajar. Jika ada hadiah yang dititipkan untuk tujuan tertentu, catat agar tidak salah digunakan. Setelah itu, anak dapat memilih apakah ingin menyimpan sebagian atau menggunakan sesuai kesepakatan. Orang tua tetap bertanggung jawab menjaga uang ketika anak belum mampu melakukannya sendiri. Jangan meminta anak membawa seluruh uang THR ke sekolah atau membagikan jumlahnya kepada teman.










