Anak memasukkan koin ke celengan untuk mencapai tujuan menabung kecil.
Tujuan menabung yang dipilih anak membantu mengenalkan perencanaan dan kebiasaan mengelola uang.
Pola Asuh & Disiplin

Mengenalkan Kebiasaan Menabung melalui Tujuan Kecil yang Dipilih Anak

Bantu anak belajar menabung dengan tujuan realistis, catatan sederhana, dan kebebasan memilih dalam batas aman. Menabung adalah latihan merencanakan, bukan perlombaan jumlah uang.

Anak ingin membeli buku gambar atau permainan sederhana, tetapi uang yang tersedia belum cukup. Orang tua dapat menggunakan situasi ini untuk mengenalkan menabung sebagai proses menyisihkan uang sedikit demi sedikit demi tujuan yang dipilih. Anak belajar menunda pembelian, memperkirakan waktu, dan melihat hubungan antara keputusan hari ini dengan rencana berikutnya.

Tujuan menabung tidak harus besar atau mahal. Untuk anak kecil, target dapat berupa barang sederhana dengan harga yang diketahui. Anak usia sekolah dapat mencatat jumlah uang yang masuk dan keluar. Remaja dapat membandingkan beberapa tujuan dan memperkirakan berapa lama ia perlu menabung. Orang tua tetap memastikan tujuan aman, sesuai usia, dan tidak membuat anak merasa bertanggung jawab atas kebutuhan keluarga.

Mulai dari tujuan yang jelas dan masuk akal

Bicarakan apa yang ingin dibeli atau dilakukan anak. Pastikan tujuannya bukan sekadar mengikuti tekanan teman atau iklan. Tanyakan mengapa benda itu penting, apakah masih dibutuhkan setelah beberapa hari, dan apakah ada pilihan lain. Jika tujuan terlalu mahal, bantu anak memecahnya menjadi tahap atau memilih alternatif yang lebih realistis. Jangan mendorong anak menabung untuk kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang dewasa.

Keterampilan merencanakan dan menabung berkembang lewat latihan yang sesuai tahap usia. Rujukan pendidikan keuangan untuk keluarga tersedia pada panduan CFPB tentang tonggak keterampilan uang dan aktivitas CFPB membedakan kebutuhan dan keinginan.

CFPB menjelaskan bahwa anak usia sekolah dapat mulai mengembangkan keterampilan merencanakan, menabung untuk tujuan, dan mempertimbangkan pilihan uang. Lihat panduan tonggak keterampilan uang anak usia sekolah dari CFPB. Kerangka tersebut berasal dari Amerika Serikat; gunakan sebagai inspirasi pembelajaran, bukan aturan usia yang harus berlaku sama untuk semua anak di Indonesia.

Tentukan cara menyimpan yang mudah dipahami

Anak kecil dapat menggunakan wadah transparan atau beberapa amplop berlabel gambar. Anak yang lebih besar bisa memakai catatan sederhana untuk menulis saldo. Pilih cara yang aman dan sesuai usia; jangan menyimpan uang anak di tempat yang dapat diakses orang lain tanpa pengawasan. Bila keluarga memakai rekening atau layanan keuangan, orang tua perlu memahami persyaratan, biaya, dan keamanan sebelum melibatkan anak.

Beri anak kesempatan melihat perkembangan tabungan. Catatan dapat berisi tanggal, uang yang masuk, uang yang digunakan, dan sisa. Tidak perlu membuat pembukuan rumit. Anak belajar memahami angka melalui proses yang mudah dilihat. Orang tua juga perlu menjelaskan bahwa uang yang disimpan tetap memiliki risiko hilang atau salah hitung, sehingga perlu dijaga dengan tanggung jawab orang dewasa.

Bantu anak membuat rencana waktu dan nominal

Jika harga tujuan diketahui, hitung bersama berapa uang yang bisa disisihkan dari uang yang memang diberikan untuk dikelola. Contoh: target Rp40.000 dan anak menyisihkan Rp5.000 setiap minggu, maka ia membutuhkan sekitar delapan minggu bila tidak ada perubahan. Jelaskan bahwa ini perkiraan, bukan janji. Bila ada minggu tanpa uang saku atau kebutuhan tak terduga, rencana boleh disesuaikan.

Hindari menetapkan nominal tabungan yang terlalu besar atau membuat anak merasa bersalah ketika harus menggunakan uang untuk kebutuhan yang sudah disepakati. Keluarga perlu menentukan dulu mana uang untuk dibelanjakan, disimpan, atau diberikan bila anak memang ingin berbagi. Menabung tidak boleh mengorbankan kebutuhan makan, sekolah, transportasi, atau rasa aman anak.

Jangan menjadikan tabungan sebagai hukuman atau alat kontrol

Jika anak melakukan kesalahan, jangan otomatis mengambil seluruh tabungannya sebagai hukuman. Konsekuensi perlu berkaitan dengan tindakan dan dijelaskan secara adil. Mengambil uang yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu dapat membuat anak melihat menabung sebagai sesuatu yang tidak aman. Bila anak merusak barang, bicarakan tanggung jawab dan cara memperbaikinya sesuai usia, bukan menetapkan denda yang tidak proporsional.

Jangan pula memaksa anak menabung setiap rupiah atau melarang semua pembelian kecil. Ia perlu berlatih membuat pilihan dalam batas yang disepakati. Sebagian uang boleh digunakan untuk kesenangan sekarang, sementara sebagian disisihkan untuk tujuan berikutnya. Keseimbangan ini membantu anak memahami bahwa perencanaan keuangan mencakup pilihan, bukan hanya menahan diri.

Ajarkan evaluasi ketika target berubah

Anak dapat berubah pikiran setelah beberapa minggu. Dengarkan alasan perubahan itu. Mungkin ia menemukan tujuan yang lebih penting, barang awal tidak lagi tersedia, atau ia menyadari bahwa barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Ajak ia menghitung tabungan dan memilih langkah berikutnya. Mengubah rencana setelah mendapat informasi baru bukan kegagalan; itu bagian dari mengambil keputusan.

Bila tabungan digunakan untuk tujuan baru, catat perubahan bersama. Jangan mengambil uang anak tanpa menjelaskan alasan dan kesepakatan. Jika keluarga perlu menggunakan uang tersebut karena keadaan darurat, orang tua harus menjelaskan sesuai usia, mengambil tanggung jawab, dan menyepakati bagaimana mengembalikannya bila memungkinkan. Transparansi membantu membangun kepercayaan.

Sesuaikan latihan dengan usia dan kondisi keluarga

Balita dapat mengenal konsep menyimpan benda atau memasukkan koin mainan ke wadah, tanpa harus memahami nominal uang. Anak prasekolah mulai dapat memilih satu tujuan kecil. Anak usia sekolah dapat mencatat uang dan membandingkan waktu. Remaja dapat berdiskusi tentang kebutuhan, keinginan, perencanaan, dan risiko pembelian. Tahap ini hanya gambaran umum; kemampuan, pengalaman, dan kebutuhan setiap anak berbeda.

Jangan membandingkan jumlah tabungan antarsaudara atau teman. Uang saku keluarga juga tidak sama. Anak tidak boleh merasa kurang berhasil karena keluarganya tidak memberi uang dalam jumlah besar. Fokus pada keterampilan yang dipelajari: menetapkan tujuan, mencatat, menunggu, bertanya, dan menyesuaikan rencana.

Lakukan evaluasi tanpa menghakimi

Ketika tujuan tercapai, ajak anak menilai proses: apakah targetnya realistis, apakah ia memahami cara menyimpan, dan apakah ada hal yang ingin dilakukan berbeda. Bila belum tercapai, cari tahu apakah jumlah yang disisihkan terlalu kecil, tujuan berubah, atau uang digunakan untuk hal yang sudah disepakati. Percakapan ini lebih berguna daripada memuji anak hanya karena memiliki uang paling banyak.

CFPB juga mengingatkan bahwa kebiasaan merencanakan dan menabung berkembang melalui pengalaman sehari-hari. Orang tua dapat memakai aktivitas membedakan kebutuhan dan keinginan sebagai bahan diskusi tambahan. Sesuaikan contoh dengan mata uang, harga, dan konteks keluarga Indonesia. Jangan menyalin lembar kerja yang tidak dipahami anak.

Membuat rencana tabungan yang tetap memberi ruang untuk menikmati uang

Anak perlu belajar bahwa menabung bukan satu-satunya penggunaan uang. Dalam rencana sederhana, sebagian uang dapat disisihkan untuk tujuan, sebagian digunakan sesuai kesepakatan, dan sebagian lagi dapat dialokasikan untuk berbagi apabila anak memang menginginkannya. Tidak ada pembagian persentase yang cocok untuk semua keluarga. Orang tua perlu mempertimbangkan jumlah uang yang diterima, usia, dan kebutuhan anak. Hindari meniru formula dari internet tanpa memeriksa kesesuaiannya.

Jika anak menggunakan tabungan sebelum target tercapai, ajak ia melihat kembali pilihan yang dibuat. Apakah tujuan berubah, ada kebutuhan mendadak, atau ia belum memahami konsekuensi pengeluaran? Hindari menyebutnya boros. Catat perubahan dan putuskan apakah target akan ditunda, disesuaikan, atau dimulai ulang. Kemampuan mengelola uang bertumbuh melalui kesempatan mencoba, membuat kesalahan kecil yang aman, dan mengevaluasi hasil.

Mengantisipasi target yang terlalu besar atau terlalu lama

Jika target membutuhkan waktu panjang, pecah menjadi beberapa tahap dan pilih tujuan antara yang tidak menuntut pembelian baru. Anak dapat menandai kemajuan pada kalender atau grafik sederhana. Jangan memberi target yang membuat anak harus menahan kebutuhan sehari-hari. Jika tabungan tidak bertambah sesuai rencana, tinjau jumlah yang realistis dan apakah tujuan tersebut masih penting bagi anak.

Untuk remaja, diskusikan risiko penawaran investasi atau pinjaman yang ditemui di internet. Menabung dan berinvestasi bukan hal yang sama. Jangan menjanjikan keuntungan atau memberi saran produk keuangan tanpa pemeriksaan yang memadai. Bila keluarga ingin mengenalkan rekening atau produk keuangan, periksa ketentuan lembaga resmi dan dampingi anak.

Bacaan terkait di BisaBaca

Topik ini dapat diperdalam melalui mengelola uang saku sebagai latihan tanggung jawab, melibatkan anak dalam percakapan keluarga, dan membicarakan perubahan keuangan keluarga dengan anak. Pilih bacaan sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan anak; setiap keluarga dapat menerapkannya dengan cara yang berbeda.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.