Orang tua dan anak menghitung uang dari celengan lalu mencatat jumlahnya di buku kecil.
Orang tua membantu anak menghitung isi celengan dan memperbarui kesepakatan menabung.
Pola Asuh & Disiplin

Cara Menangani Anak yang Suka Membongkar Celengan Sebelum Waktunya

Anak sering membuka celengan sebelum target tercapai? Kenali kemungkinan alasannya, buat aturan yang dipahami bersama, dan pilih cara menyimpan uang yang sesuai usia.

Celengan yang baru beberapa hari diisi tiba-tiba sudah terbuka. Uangnya dihitung, dipindahkan, atau sebagian dipakai untuk membeli sesuatu. Orang tua mungkin merasa kesal karena anak tidak mengikuti kesepakatan. Namun, sebelum menyebutnya tidak disiplin, ada baiknya memahami apa yang sedang terjadi: bagi anak, menunggu hingga target tercapai bisa terasa abstrak, sementara uang yang terlihat di depan mata sangat mudah mengundang rasa ingin tahu.

Kebiasaan membuka celengan sebelum waktunya tidak otomatis berarti anak memiliki masalah perilaku atau tidak akan bisa menabung. Bisa jadi tujuannya belum jelas, target terlalu jauh, aturan penggunaan uang belum disepakati, atau anak hanya ingin melihat jumlah yang sudah terkumpul. Respons orang tua yang tenang akan lebih membantu daripada langsung menghukum atau mempermalukan anak.

Mulai dengan mencari tahu alasan di baliknya

Pilih waktu ketika suasana sudah tenang. Tanyakan dengan rasa ingin tahu, bukan nada menginterogasi: “Kamu membuka celengan karena ingin menghitung, ingin memakai uangnya, atau ada hal lain?” Beri kesempatan anak menjawab. Anak kecil mungkin belum dapat menjelaskan alasan dengan runtut. Orang tua bisa menawarkan beberapa kemungkinan tanpa memaksa anak memilih salah satunya.

Ada beberapa situasi yang sering perlu diperiksa:

  • Tujuan menabung belum terasa dekat. Anak tahu ia sedang mengumpulkan uang, tetapi belum memahami berapa lama prosesnya atau untuk apa uang itu digunakan.
  • Rasa ingin tahu tentang jumlah uang. Anak mungkin ingin menghitung, melihat koin, atau memastikan celengan benar-benar berisi.
  • Target terlalu besar. Bila jumlah yang harus dikumpulkan jauh di atas uang yang biasa diterima, anak dapat kehilangan gambaran tentang kapan tujuan tercapai.
  • Aturan belum jelas. Orang tua mungkin menganggap uang tidak boleh dibuka, sedangkan anak menganggap celengan miliknya boleh diperiksa kapan saja.
  • Ada kebutuhan atau keinginan yang berubah. Anak mungkin menemukan hal lain yang sekarang lebih menarik, atau memang membutuhkan uang untuk sesuatu yang belum dibicarakan.

Daftar ini bukan alat untuk memberi label. Setiap anak memiliki alasan sendiri. Orang tua tidak perlu menganggap satu kejadian sebagai bukti bahwa anak tidak bisa mengatur uang.

Bedakan membuka celengan untuk menghitung dan mengambil uang untuk dibelanjakan

Dua tindakan ini perlu respons yang berbeda. Jika anak hanya ingin menghitung, orang tua dapat membuat jadwal pemeriksaan bersama, misalnya setiap akhir bulan. Sediakan buku catatan sederhana agar jumlah uang tetap bisa diketahui tanpa membuka celengan setiap hari. Jika anak mengambil uang untuk dibelanjakan, bicarakan apakah uang tersebut memang boleh digunakan dan apa dampaknya bagi tujuan menabung.

Jelaskan bahwa menabung tidak berarti uang tidak boleh digunakan selamanya. Uang disimpan untuk tujuan tertentu, dan penggunaan harus diputuskan sesuai kesepakatan. Bila tujuan berubah, keluarga dapat menghitung ulang. Anak perlu memahami proses memilih, bukan hanya menerima larangan.

Bangun ulang kesepakatan yang mudah dipahami

Orang tua dapat membuat aturan singkat bersama anak:

  1. Uang apa yang boleh masuk ke celengan?
  2. Untuk tujuan apa uang dikumpulkan?
  3. Kapan celengan boleh dibuka untuk dihitung?
  4. Bagaimana jika anak ingin memakai sebagian uang sebelum target tercapai?
  5. Siapa yang membantu menyimpan uang dan mencatat jumlahnya?

Tulis aturan dengan kalimat sederhana dan letakkan di dekat tempat penyimpanan. Pastikan anak menyetujuinya dan dapat menjelaskan kembali dengan kata-katanya sendiri. Jangan membuat aturan terlalu panjang atau memasukkan ancaman seperti “kalau dibuka, semua tabungan akan diambil”. Konsekuensi yang menakutkan tidak membantu anak memahami perencanaan.

Sesuaikan bentuk penyimpanan dengan kebutuhan anak

Celengan tertutup memang membuat uang sulit diambil, tetapi tidak selalu cocok bagi anak yang masih belajar menghitung. Pilih bentuk penyimpanan berdasarkan tujuan latihan:

  • Celengan transparan: anak dapat melihat uang bertambah. Ini memudahkan pengamatan, tetapi tetap perlu disimpan di tempat aman dan tidak dipamerkan.
  • Amplop atau wadah berlabel: cocok bila anak sedang belajar membagi uang ke beberapa tujuan. Label harus jelas, misalnya “tabungan buku” atau “uang hadiah”.
  • Buku catatan saldo: anak dapat mencatat uang masuk tanpa harus membuka wadah setiap kali ingin tahu jumlahnya.
  • Celengan yang sulit dibuka: dapat digunakan untuk tujuan jangka panjang jika anak memahami aturan kapan wadah akan dibuka. Jangan menggunakannya sebagai hukuman atau alat menguasai uang anak.

CFPB memberikan contoh kegiatan menabung bagi anak kecil menggunakan wadah atau toples yang diberi label. Untuk anak usia sekolah, lembaga tersebut juga menyarankan tujuan yang jelas dan langkah kecil. Intinya, bentuk alat harus membantu anak memahami tujuan, bukan sekadar membuat uang tidak bisa disentuh.

Jika anak ingin membuka karena target terasa terlalu jauh

Coba pecah target besar menjadi beberapa tujuan kecil. Misalnya, daripada menunggu sampai jumlah tertentu terkumpul, buat tiga tahap: tahap pertama untuk mencapai seperempat target, tahap kedua setengah target, dan tahap ketiga menyelesaikan sisanya. Anak dapat melihat bahwa kemajuan terjadi lebih cepat dalam bagian-bagian yang kecil.

Orang tua juga boleh meninjau ulang harga barang yang ingin dibeli. Jika ternyata terlalu mahal untuk kondisi keluarga, bicarakan alternatif yang sesuai. Jangan menyuruh anak menabung dengan nominal yang mengorbankan kebutuhan sehari-hari. Menabung harus menjadi pilihan yang aman dalam anggaran, bukan beban tambahan bagi anak.

Jangan mengambil alih semua keputusan

Ketika anak membuka celengan, orang tua mungkin ingin segera menyita uang dan mengelola semuanya sendiri. Tindakan itu dapat menghentikan masalah sesaat, tetapi tidak memberi anak kesempatan belajar. Lebih baik dampingi anak menghitung uang, menulis saldo, dan menentukan apakah sebagian perlu digunakan atau tetap disimpan.

Jika uang digunakan tanpa izin atau ada kesepakatan yang dilanggar, jelaskan akibat yang langsung dan masuk akal. Misalnya, target membeli barang akan mundur karena saldo berkurang. Hindari menambah hukuman yang tidak berhubungan, mempermalukan anak di depan saudara, atau membandingkan dengan teman. Anak perlu memahami hubungan antara keputusan dan hasilnya, bukan merasa dirinya buruk.

Latihan percakapan yang bisa dicoba

Orang tua dapat menggunakan kalimat seperti ini:

“Ibu/Ayah lihat celengannya sudah dibuka. Kamu ingin menghitung isinya atau ada sesuatu yang ingin dibeli? Kita lihat bersama uang yang terkumpul, lalu putuskan apakah tujuan awal masih sama. Kalau kamu ingin memakai sebagian, kita hitung apa pengaruhnya ke rencana.”

Kalimat tersebut menunjukkan batas sekaligus membuka ruang diskusi. Setelah percakapan, catat hasil kesepakatan. Jika anak belum mengerti, ulangi dengan contoh angka sederhana. Tidak perlu menyelesaikan semua hal dalam satu kali pembicaraan.

Kapan orang tua perlu mengubah cara pendampingan?

Perhatikan apakah aturan yang dibuat terlalu rumit, target terlalu besar, atau keluarga terlalu sering memeriksa jumlah uang. Jika setiap pembicaraan menabung berakhir dengan pertengkaran, kurangi frekuensi pemeriksaan dan buat target lebih sederhana. Bisa jadi anak lebih cocok menggunakan tracker visual atau buku saldo daripada celengan tertutup.

Orang tua dapat membaca mengapa celengan tradisional masih relevan, memahami cara mendampingi keputusan belanja anak, dan mempelajari latihan menunda keinginan. Hubungkan informasi tersebut dengan kebutuhan anak, bukan menerapkan semua saran sekaligus.

Jadikan kejadian ini sebagai kesempatan belajar

Jika anak membuka celengan lebih cepat dari rencana, itu bisa menjadi momen untuk mengevaluasi tujuan, cara menyimpan, dan aturan keluarga. Tidak semua rencana berjalan seperti yang dibayangkan. Anak perlu melihat orang dewasa juga meninjau rencana ketika keadaan berubah. Sikap ini membantu membangun percakapan uang yang lebih sehat daripada hanya memuji saldo yang terus bertambah.

Materi CFPB tentang menabung pada anak usia dini dan panduan menabung untuk anak usia sekolah dapat menjadi rujukan untuk menyesuaikan aktivitas dengan tahap perkembangan. OJK juga mendorong pengenalan kebiasaan menabung sejak dini melalui edukasi keuangan. Ketiganya tidak menyatakan bahwa anak harus menggunakan satu jenis celengan atau mencapai target tertentu. Orang tua tetap perlu memilih cara yang paling sesuai dengan situasi rumah.

Yang ingin dibangun bukan celengan yang tidak pernah dibuka, melainkan pemahaman anak tentang alasan menyimpan uang, kapan uang boleh digunakan, dan bagaimana berbicara ketika rencana berubah. Dengan pendampingan yang konsisten dan tidak mempermalukan, satu kejadian membuka celengan bisa berubah menjadi percakapan yang berguna.

Rujukan: OJK tentang budaya menabung sejak dini.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.