Anak mengatur uang hadiah ke beberapa wadah di atas meja.
Uang hadiah dapat direncanakan bersama anak dengan tetap menghormati hak dan kepemilikannya.
Pendidikan & Pembelajaran

Mengatur Uang Angpao dan Hadiah Ulang Tahun Anak agar Tidak Habis Seketika

Bantu anak mengelola uang hadiah dengan menghormati kepemilikannya, membahas tujuan, dan menyepakati penyimpanan yang aman tanpa mengambil alih seluruh keputusan.

Setelah Lebaran atau ulang tahun, anak mungkin menerima uang dari keluarga dan kerabat. Bagi anak, jumlah itu terasa besar dan keinginan membeli sesuatu datang cepat. Orang tua dapat membantu mengelola uang hadiah tanpa otomatis mengambil semuanya atau melarang setiap pembelian. Hal pertama yang perlu dijelaskan ialah siapa pemilik uang tersebut, apa batas penggunaannya, dan bagaimana menyimpan serta menggunakan hadiah dengan aman.

Bicarakan kepemilikan sebelum membagi uang

Uang yang diberikan langsung kepada anak sebagai hadiah dapat menjadi miliknya, meskipun orang tua tetap membantu mengelola sesuai usia dan aturan keluarga. Bedakan dari uang yang dititipkan untuk kebutuhan tertentu atau pemberian yang memiliki tujuan khusus. Jangan menganggap seluruh uang hadiah otomatis menjadi milik orang tua atau otomatis harus disimpan tanpa persetujuan anak.

Jika anak masih kecil, orang tua dapat membantu menyimpan uang di tempat aman dan menunjukkan catatan jumlahnya. Anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam menentukan sebagian penggunaan. Jelaskan siapa yang memegang fisik uang atau buku tabungan dan kapan anak boleh meminta melihat saldo. Transparansi menghindari kesan bahwa uang hadiah menghilang begitu saja.

Pisahkan pilihan penggunaan tanpa membuat rumus kaku

Sebagian uang dapat digunakan untuk kesenangan yang disepakati, sebagian disimpan untuk tujuan yang lebih besar, dan sebagian dapat digunakan untuk berbagi bila anak bersedia. Tidak perlu memaksakan persentase tertentu. Anak yang memiliki kebutuhan sekolah atau tujuan pribadi mungkin memilih pembagian berbeda. Orang tua dapat memberi contoh, lalu membiarkan anak menyampaikan alasannya.

Buat rencana yang mudah dipahami: barang apa yang ingin dibeli, berapa biaya, dan berapa sisa uang setelah pembelian. Jika anak ingin menghabiskan seluruh hadiah untuk satu barang, bantu ia mempertimbangkan konsekuensi dan memberi jeda bila barang tidak direncanakan. Keputusan akhir dalam ruang aman dapat menjadi pengalaman belajar yang penting. Untuk contoh yang dekat dengan keseharian, baca mengelola uang saku dengan tanggung jawab. Untuk memeriksa informasi resminya, rujuk panduan Money as You Grow dari CFPB.

Beri jeda untuk pembelian besar

Hadiah yang diterima sekaligus dapat memunculkan rasa ingin membeli banyak barang. Anak dapat mencatat keinginan selama beberapa hari sebelum memutuskan. Jeda membantu membedakan barang yang benar-benar diinginkan dari barang yang menarik sesaat. Orang tua tidak perlu melarang semua pembelian spontan, tetapi dapat menyepakati bahwa pembelian besar dibicarakan terlebih dahulu.

Jika anak memilih membeli, ajak memeriksa harga, kualitas, usia penggunaan, dan biaya tambahan. Jangan mempermalukan pilihan yang kemudian disesali. Setelah barang digunakan, tanyakan apakah ia puas dengan keputusan tersebut dan apa yang akan dilakukan berbeda pada kesempatan berikutnya. Contoh lain dapat dilihat pada belajar mengelola uang lewat belanja.

Jaga keamanan uang tunai dan hadiah digital

Uang tunai perlu disimpan di tempat yang tidak mudah hilang atau dilihat orang lain. Jika hadiah diterima melalui transfer ke rekening orang tua atau anak, catat sumbernya dan sepakati siapa yang berwenang melakukan penarikan. Jangan mengirim foto amplop uang, nomor rekening, atau detail pemberian ke media sosial tanpa mempertimbangkan privasi keluarga.

Hadiah digital seperti voucher atau saldo permainan memiliki syarat dan batas penggunaan. Anak perlu memahami apakah saldo bisa dipakai untuk hal lain, apakah memiliki masa berlaku, dan apakah dapat dikembalikan menjadi uang. Jangan menganggap semua saldo digital setara uang tunai. Periksa ketentuan resmi platform sebelum menukarkan atau membeli sesuatu. Penjelasan dari lembaga tersebut tersedia di materi edukasi keuangan OJK.

Hindari mengambil hadiah untuk menutup konflik keluarga

Jika orang tua memiliki kebutuhan rumah tangga mendesak, jangan diam-diam mengambil uang hadiah anak tanpa penjelasan. Bila keluarga perlu meminta kontribusi, bicarakan secara jujur dan sesuai usia; tetapi kebutuhan dasar tetap tanggung jawab orang dewasa. Anak tidak seharusnya merasa wajib membiayai rumah hanya karena menerima uang saat hari raya.

Jika keluarga sepakat menyimpan sebagian hadiah untuk tujuan jangka panjang, catat jumlah dan tujuan dengan jelas. Anak perlu tahu apakah uang itu masih miliknya, siapa yang mengelola, dan bagaimana ia dapat memeriksanya. Kejelasan ini menjaga kepercayaan dan mengajarkan bahwa pengelolaan uang melibatkan persetujuan. Bagian ini berkaitan dengan menunda pembelian setelah menerima hadiah.

Memisahkan hak anak atas hadiah dari rencana penggunaan

Uang hadiah dapat berasal dari orang yang berbeda dengan harapan yang berbeda. Sebaiknya orang tua menjelaskan sejak awal apakah hadiah diberikan sepenuhnya kepada anak, dimaksudkan untuk tujuan tertentu, atau merupakan kontribusi keluarga. Jangan mengambil uang hadiah diam-diam lalu menyebutnya tabungan. Transparansi tentang kepemilikan membantu anak memahami hak, kepercayaan, dan batas pengelolaan sesuai usia.

Bila anak menerima hadiah dalam jumlah besar, orang tua dapat membantu membuat tiga keputusan: bagian yang ingin disimpan, bagian yang boleh digunakan, dan bagian yang mungkin ingin dibagikan. Tidak perlu memaksa persentase tertentu. Untuk jumlah besar atau produk keuangan, orang tua perlu mempertimbangkan aturan perwalian, keamanan penyimpanan, serta implikasi pajak dan hukum yang relevan sebelum mengambil tindakan.

Menentukan apa yang diketahui orang tua dan apa yang diputuskan anak

Untuk hadiah dalam jumlah kecil, anak dapat memutuskan sendiri sebagian penggunaannya sesuai aturan keluarga. Untuk jumlah besar, orang tua mungkin perlu mendampingi penyimpanan atau pengelolaan agar aman. Jelaskan batas ini sebelum anak menerima uang, bila memungkinkan. Jangan mengambil alih seluruh hadiah tanpa penjelasan atau menggunakan hadiah sebagai pengganti uang saku rutin.

Jika hadiah diberikan untuk tujuan khusus oleh keluarga besar, bicarakan maksud pemberi dan apakah ada harapan tertentu yang menyertai. Jangan mengubah pemberian yang jelas-jelas milik anak menjadi dana rumah tangga tanpa persetujuan. Bila terdapat aturan perwalian atau nominal besar, orang tua perlu menelusuri ketentuan hukum dan produk keuangan yang berlaku.

Menyimpan bukti dan catatan hadiah dengan cara sederhana

Untuk hadiah yang jumlahnya besar, orang tua dapat mencatat tanggal penerimaan, pemberi, dan tujuan jika ada, lalu menyimpannya dengan aman. Catatan tidak perlu diumumkan kepada keluarga besar atau teman. Anak belajar bahwa dokumentasi membantu mengingat kesepakatan dan melindungi haknya, sementara orang tua tetap menjaga kerahasiaan data pribadi.

Dalam ilustrasi, Siti menerima angpao dari beberapa kerabat. Orang tua mencatat jumlah total dan menjelaskan bahwa uang itu adalah hadiah untuk Siti. Ia memilih membeli alat gambar, menyimpan sebagian untuk buku, dan menyisihkan sedikit untuk kegiatan berbagi kelas setelah mengetahui tujuannya. Ibu membantu menyimpan sisa uang dan menunjukkan catatan agar Siti tetap tahu jumlahnya.

Rencana sederhana setelah menerima hadiah

  1. Catat jumlah hadiah dan siapa yang memberikannya bila perlu untuk administrasi keluarga.
  2. Tanyakan tujuan yang diinginkan anak sebelum menentukan pembagian.
  3. Beri waktu sebelum pembelian besar yang tidak direncanakan.
  4. Pastikan uang atau saldo digital disimpan dengan aman.
  5. Catat kesepakatan jika sebagian hadiah dikelola orang tua untuk tujuan jangka panjang.

Jangan mengambil seluruh uang hadiah tanpa penjelasan, memaksa anak menyumbang, atau menjadikan hadiah sebagai alat mengendalikan perilaku. Hormati privasi pemberi dan penerima. Jika keluarga memiliki kesepakatan khusus mengenai hadiah, pastikan disampaikan dengan jelas dan tidak membuat anak merasa kehilangan hak tanpa alasan.

Uang hadiah dapat menjadi kesempatan latihan yang baik karena anak mengalami uang masuk dalam jumlah yang berbeda dari uang saku rutin. Dengan menghormati kepemilikan, memberi ruang memilih, dan menjaga keamanan, orang tua membantu anak belajar mengelola hadiah tanpa harus menghabiskannya atau menyimpannya seluruhnya.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.