Seorang ibu membacakan buku cerita kepada anak.
Mendongeng bergantian memberi anak kesempatan menyusun ide, mendengarkan, dan melanjutkan cerita orang lain.
Bermain & Aktivitas Kreatif

Mendongeng Bergantian untuk Membangun Imajinasi Anak

Mendongeng bergantian memberi anak kesempatan menyusun ide, mendengarkan, dan melanjutkan cerita orang lain. Cerita dapat dimulai dari satu kalimat sederhana lalu berkembang sesuai imajinasi keluarga.

Mendongeng bergantian memberi anak kesempatan menyusun ide, mendengarkan, dan melanjutkan cerita orang lain. Cerita dapat dimulai dari satu kalimat sederhana lalu berkembang sesuai imajinasi keluarga. Tidak perlu alur yang sempurna atau tokoh yang selalu masuk akal.

Mulai dengan pemantik yang terbuka

Pilih awal cerita seperti “Suatu pagi, seekor burung menemukan kotak berwarna biru.” Biarkan anak menentukan apa yang terjadi berikutnya. Hindari memberi terlalu banyak aturan sejak awal.

Untuk menemukan bacaan lain yang masih satu tema, kunjungi kategori Bermain & Aktivitas Kreatif di Parenting BisaBaca.

Jika anak bingung, tawarkan pilihan ringan seperti siapa yang membantu tokoh atau ke mana ia pergi. Jangan memaksa anak mengikuti alur yang sudah direncanakan orang tua.

Buat aturan giliran yang mudah

Setiap orang menambahkan satu atau dua kalimat, lalu giliran berpindah. Untuk anak kecil, orang tua dapat membantu merangkai kata yang disampaikan anak tanpa mengubah gagasannya.

Bila cerita menjadi terlalu panjang, keluarga dapat menyepakati bagian penutup bersama. Anak belajar bahwa cerita dapat berkembang dan diselesaikan dengan berbagai cara. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan Harvard tentang percakapan responsif dan perkembangan bahasa.

Gunakan cerita untuk mengenali perasaan dan pilihan tokoh

Tanyakan bagaimana tokoh merasa atau pilihan apa yang mungkin ia ambil. Hindari menganggap cerita sebagai pengakuan langsung tentang pengalaman anak. Jika muncul topik serius, dengarkan dan tanggapi dengan hati-hati.

Orang tua dapat memperkenalkan sudut pandang berbeda tanpa menyatakan satu solusi sebagai jawaban mutlak. Hal ini membantu anak melihat bahwa masalah dapat memiliki beberapa jalan keluar.

Beri ruang untuk menggambar atau memainkan cerita

Anak dapat menggambar tokoh, membuat suara, atau menggunakan boneka. Kegiatan tambahan bersifat pilihan; cerita lisan saja sudah cukup untuk membangun pengalaman bersama.

Hargai cerita yang tidak mengikuti logika orang dewasa. Imajinasi anak berkembang melalui kesempatan mencoba, bukan melalui koreksi pada setiap detail. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan UNICEF mengenai pengasuhan dan interaksi anak.

Contoh dalam keseharian

Orang tua memulai cerita tentang seekor kura-kura yang kehilangan peta. Anak melanjutkan dengan ide bahwa peta dibawa angin, lalu adik menambahkan tokoh burung. Cerita berakhir ketika semua tokoh bekerja sama menemukan jalan pulang.

Hal yang perlu diingat

Mendongeng bergantian mendorong bahasa, imajinasi, dan kebiasaan mendengarkan. Gunakan pemantik sederhana, bergiliran, dan nikmati alur yang dibuat bersama tanpa menuntut cerita sempurna.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.