Anak yang tumbuh mendengar dua bahasa dapat menggunakan kata atau struktur dari keduanya dalam percakapan. Situasi ini tidak otomatis menunjukkan keterlambatan. Keluarga dapat mendukung perkembangan bahasa dengan interaksi yang kaya, konsisten, dan sesuai kebutuhan sehari-hari.
Dua bahasa bukan masalah yang harus dihindari
Anak dapat memahami atau menggunakan bahasa yang berbeda dengan anggota keluarga yang berbeda. Kadang ia mencampur kata karena sedang memilih ungkapan yang paling mudah. Orang tua tidak perlu melarang semua pencampuran bahasa; tanggapi makna yang ingin disampaikan dan berikan contoh kata yang tepat secara alami.
Perkembangan bahasa perlu dilihat pada keseluruhan kemampuan anak, bukan hanya jumlah kata dalam satu bahasa. Perhatikan apakah ia memahami, berkomunikasi, dan berkembang dari waktu ke waktu dalam bahasa yang digunakan di lingkungannya.
Bangun percakapan yang kaya dan bermakna
Gunakan bahasa yang paling nyaman bagi orang dewasa untuk berbicara secara hangat dan jelas. Baca buku, bernyanyi, bermain, dan bercerita dalam kedua bahasa jika memungkinkan. Interaksi yang responsif lebih penting daripada memaksa anak menghafal daftar kata tanpa konteks.
Jika orang tua memiliki kemampuan berbeda dalam bahasa tertentu, tidak perlu berpura-pura fasih. Gunakan bahasa yang dikuasai dengan baik dan tambahkan pengalaman bahasa lain melalui buku, teman, sekolah, atau sumber belajar yang sesuai. Sebagai rujukan lanjutan, baca sumber UNICEF Indonesia tentang komunikasi dan perkembangan anak.
Bekerja sama dengan sekolah dan pengasuh
Beri tahu guru bahasa yang digunakan di rumah agar mereka memahami konteks anak. Tanyakan dukungan apa yang tersedia ketika anak belajar dengan bahasa pengantar yang berbeda. Hindari menganggap diam di kelas sebagai bukti anak tidak memahami; ia mungkin sedang mengamati atau menyesuaikan diri.
Konsistensi tidak harus berarti satu orang hanya menggunakan satu bahasa. Keluarga dapat memilih pola yang realistis dan menjaga interaksi tetap alami. Anak perlu merasa bahwa semua bahasa keluarga dihargai. Topik ini juga berkaitan dengan cara mengajari anak bicara kebiasaan sehari hari yang mendukung bahasa dan cara mengatasi speech delay evaluasi dan dukungan bahasa di rumah.
Kapan perlu mencari evaluasi?
Jika orang tua mengkhawatirkan pemahaman atau komunikasi anak dalam semua bahasa yang digunakan, konsultasikan dengan dokter atau ahli bahasa/terapi wicara yang memahami perkembangan bilingual. Sampaikan riwayat bahasa secara lengkap. Jangan menunda konsultasi hanya karena anak mendengar dua bahasa, tetapi jangan pula menyimpulkan gangguan dari pencampuran bahasa semata.
Penilaian yang baik mempertimbangkan semua bahasa dan konteks anak. Catatan contoh komunikasi di rumah dan sekolah dapat membantu profesional memahami kebutuhan dukungan. Pembahasan terkait juga tersedia dalam informasi CDC mengenai pemantauan perkembangan dan bahasa anak.
Contoh dalam keseharian
Jika anak menyebut “water” ketika meminta air, orang tua dapat merespons, “Iya, kamu mau air. Ini airnya,” atau mengulang dalam bahasa yang digunakan keluarga. Respons tetap berfokus pada percakapan, bukan mengoreksi setiap kata.
Hal yang perlu diingat
Dukungan bilingual bertumpu pada percakapan yang bermakna dan penghargaan terhadap bahasa keluarga. Amati perkembangan secara menyeluruh dan cari evaluasi bila ada kekhawatiran lintas bahasa.










