Aktivitas fisik anak tidak harus selalu berbentuk pertandingan atau latihan terstruktur. Berjalan, bersepeda, menari, bermain bola santai, dan membantu pekerjaan rumah dapat memberi kesempatan bergerak. Pilihan yang menyenangkan membantu anak membangun kebiasaan aktif tanpa tekanan menang atau kalah.
Temukan gerak yang disukai anak
Tawarkan berbagai pilihan seperti berjalan, bermain air dengan pengawasan, menari, berkebun, atau permainan kejar-kejaran yang aman. Minat anak dapat berubah, sehingga keluarga tidak perlu terpaku pada satu jenis olahraga.
Jangan menganggap anak kurang aktif hanya karena tidak menyukai olahraga kompetitif. Tujuan utamanya adalah kebiasaan bergerak yang sesuai usia, kondisi kesehatan, dan kemampuan.
Masukkan gerak ke rutinitas sehari-hari
Gunakan perjalanan pendek untuk berjalan bila aman, istirahat layar untuk bergerak, atau aktivitas rumah yang melibatkan tubuh. Kesempatan bergerak dapat dibagi sepanjang hari.
Sesuaikan kegiatan dengan cuaca, ruang, dan lingkungan. Jika tempat bermain tidak aman, cari pilihan dalam rumah atau kegiatan yang dipimpin orang dewasa. Sebagai rujukan lanjutan, baca panduan WHO tentang aktivitas fisik untuk kesehatan.
Jaga pengalaman tetap positif dan inklusif
Hindari membandingkan kecepatan, stamina, atau keterampilan anak dengan teman. Berikan pilihan bagi anak yang baru memulai atau memiliki kebutuhan khusus agar dapat berpartisipasi secara nyaman.
Jika anak mudah lelah atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan jenis dan intensitas aktivitas kepada tenaga kesehatan. Jangan memaksakan latihan yang menimbulkan nyeri atau gejala tidak biasa. Untuk bacaan terkait, orang tua dapat melanjutkan ke gerak aktif setiap hari.
Seimbangkan aktivitas dengan istirahat
Anak membutuhkan tidur dan waktu pemulihan, terutama setelah kegiatan yang lebih berat. Amati apakah jadwal terlalu padat dan beri kesempatan anak memilih kapan ingin berhenti.
Pujilah konsistensi dan kesenangan bergerak, bukan hanya kecepatan atau hasil. Aktivitas fisik adalah bagian dari kesehatan dan perkembangan, bukan kewajiban untuk menjadi atlet. Pembahasan terkait juga tersedia dalam panduan WHO tentang aktivitas fisik, tidur, dan perilaku sedentari anak usia dini.
Contoh dalam keseharian
Anak tidak tertarik mengikuti klub sepak bola. Keluarga mencoba berjalan sore, bermain bulu tangkis santai, dan menari mengikuti musik di rumah. Anak memilih kegiatan yang paling disukai dan tetap memiliki kesempatan bergerak secara rutin.
Hal yang perlu diingat
Anak dapat aktif melalui banyak cara. Beri kesempatan mencoba, sesuaikan dengan kemampuan, dan jaga kegiatan tetap menyenangkan. Tidak semua anak perlu mengikuti olahraga kompetitif untuk membangun kebiasaan bergerak.









