Anak menonton kreator yang menunjukkan mainan baru, menyebut merek berulang kali, lalu mengajak penonton membeli. Anak mungkin menganggapnya sebagai cerita biasa dari seseorang yang ia sukai. Orang tua dapat menjelaskan bahwa sebagian konten dibuat untuk menghibur atau memberi informasi, sementara sebagian lain bertujuan mempromosikan produk. Ada pula konten yang mencampurkan hiburan dan iklan sehingga batasnya tidak selalu mudah dikenali.
Mengenali iklan bukan berarti anak harus curiga kepada semua kreator atau dilarang menikmati video. Tujuannya membantu anak bertanya siapa yang membuat konten, apakah ada hubungan komersial, dan informasi apa yang ingin disampaikan. Kemampuan ini perlu dilatih sesuai usia. Anak kecil membutuhkan penjelasan langsung, sedangkan remaja dapat berdiskusi lebih kritis tentang sponsor, afiliasi, dan pengaruh promosi.
Jelaskan fungsi iklan dengan contoh yang dekat
Katakan bahwa iklan dibuat untuk mengenalkan atau menjual barang dan jasa. Iklan dapat muncul di televisi, video, permainan, situs, aplikasi, atau unggahan kreator. Anak dapat melihat contoh sederhana seperti jeda iklan sebelum video atau label promosi pada suatu unggahan. Jelaskan bahwa penjual ingin orang tertarik, sehingga pesan biasanya menonjolkan kelebihan produk dan tidak selalu membahas keterbatasannya.
Gunakan contoh yang tidak mengarahkan anak untuk membeli. Tanyakan apa yang ingin dilakukan pembuat iklan: menghibur, memberi informasi, atau menjual sesuatu? Untuk anak kecil, gunakan dua pilihan yang jelas. Anak usia sekolah dapat membandingkan pesan iklan dengan informasi produk. Remaja dapat memeriksa apakah klaim didukung bukti, apakah kreator menerima bayaran, atau apakah tautan pembelian memberi komisi.
Kenali tanda konten yang mengandung promosi
Beberapa tanda yang dapat diperiksa adalah label “iklan”, “sponsor”, “paid partnership”, kode diskon, tautan afiliasi, ajakan membeli, atau produk yang terus ditampilkan dalam cerita. Namun, tidak semua promosi diberi penjelasan dengan cara yang sama. Anak tidak perlu diminta mengidentifikasi semua istilah bahasa Inggris; orang tua dapat menerjemahkan maknanya dan memeriksa informasi bersama.
Anak perlu mengenali bahwa konten digital dapat memiliki tujuan promosi dan tetap perlu dinilai secara kritis. Risiko iklan yang bercampur dengan hiburan anak dijelaskan oleh ringkasan FTC tentang iklan yang menyatu dengan konten anak dan panduan UNICEF tentang perilaku aman di internet.
Federal Trade Commission Amerika Serikat pernah menjelaskan risiko ketika iklan digital sulit dibedakan dari hiburan atau konten lain bagi anak. Baca penjelasan FTC tentang iklan yang bercampur dengan konten anak. Ini adalah perspektif regulator Amerika Serikat, bukan penjelasan hukum Indonesia; gunakan untuk memahami isu literasi media, bukan sebagai aturan lokal.
Ajarkan anak tidak langsung percaya pada semua klaim
Jika kreator berkata produk membuat anak lebih pintar, lebih kuat, atau pasti disukai teman, ajak anak bertanya apa buktinya. Pengalaman satu orang tidak menjamin hasil yang sama bagi semua orang. Anak dapat membedakan “aku suka produk ini” dari “produk ini pasti cocok untuk semua orang”. Orang tua tidak perlu meremehkan kreator; cukup tunjukkan bahwa klaim promosi perlu diperiksa.
Untuk klaim kesehatan, gizi, keselamatan, atau pendidikan, gunakan standar lebih tinggi. Jangan biarkan anak mengambil keputusan berdasarkan video promosi semata. Periksa informasi dari lembaga atau tenaga profesional yang kompeten. Bila tidak jelas, tunda pembelian dan cari tahu. Keterampilan ini membantu anak membedakan opini, pengalaman, dan bukti.
Bicarakan mengapa kreator mempromosikan produk
Anak dapat memahami bahwa kreator menghasilkan konten dan kadang memperoleh bayaran, barang gratis, atau komisi dari tautan pembelian. Jelaskan bahwa menerima dukungan komersial tidak otomatis membuat semua informasi salah. Namun, hubungan tersebut penting diketahui agar penonton dapat menilai pesan secara lebih seimbang. Transparansi membantu anak memahami mengapa sebuah produk ditampilkan berulang kali.
Jangan menuduh kreator tertentu berbohong tanpa bukti. Fokus pada cara membaca konten dan mengenali kepentingan yang mungkin ada. Anak dapat menyukai karya seorang kreator sambil tetap memeriksa rekomendasinya. Kemampuan berpikir kritis tidak harus membuat pengalaman digital kehilangan kesenangan.
Latih anak membedakan kebutuhan pribadi dan dorongan promosi
Ketika anak ingin barang setelah menonton video, jangan langsung menyebutnya mudah terpengaruh. Tanyakan apa yang ia sukai dari barang tersebut dan apakah barang itu memenuhi kebutuhan nyata. Beri waktu sebelum membeli. Anak dapat membuat daftar pro dan kontra atau membandingkan dengan barang yang sudah dimiliki. Keputusan akhirnya tetap mengikuti batas anggaran dan aturan keluarga.
Jika anak mengikuti tren karena ingin diterima teman, dengarkan kebutuhan sosial di balik keinginannya. Ia mungkin ingin memiliki bahan obrolan atau merasa tidak tertinggal. Orang tua dapat membantu mencari cara lain untuk terhubung tanpa harus membeli semua produk yang sedang populer. Jangan merendahkan teman atau kreator yang menggunakan barang tersebut.
Atur pengalaman menonton dan bermain secara aktif
Gunakan pengaturan akun sesuai usia, periksa fitur pembelian dalam aplikasi, dan dampingi anak ketika menemukan konten baru. Untuk anak kecil, kurasi konten dan batasi akses lebih aktif. Anak lebih besar dapat diajak membahas iklan yang muncul. Pengawasan perlu disesuaikan dengan usia dan risiko, bukan hanya mengandalkan filter otomatis karena iklan dan rekomendasi dapat berubah.
Bila anak menemukan iklan yang membuat tidak nyaman atau mendorong perilaku berisiko, ajak ia menutup konten dan memberi tahu orang tua. Jangan menghukum anak karena melaporkan sesuatu. Tunjukkan cara melaporkan iklan atau konten melalui fitur platform bila tersedia. Orang tua sebaiknya memeriksa kebijakan dan pengaturan aplikasi yang benar-benar digunakan.
Gunakan pertanyaan sederhana setelah menonton
Usai menonton video, tanyakan: “Apa yang ingin kreator kita lakukan?”, “Apakah ia sedang menunjukkan iklan?”, dan “Informasi apa yang masih perlu kita cari?” Percakapan singkat lebih baik daripada menguji anak dengan banyak pertanyaan. Jika anak belum dapat mengenali promosi, tunjukkan contoh secara langsung. Hindari memutus semua tontonan yang ia nikmati; pilih momen untuk berdiskusi.
Ajarkan juga bahwa tidak semua konten gratis tanpa biaya. Sebagian layanan mengumpulkan data, menampilkan iklan, atau mendorong pembelian dalam aplikasi. Anak tidak perlu memahami model bisnis digital secara rinci, tetapi dapat tahu bahwa perhatian dan data pengguna mempunyai nilai. Orang tua bertugas memeriksa pengaturan dan menjaga akses yang sesuai usia.
Membuat jeda antara menonton dan membeli
Buat kesepakatan bahwa anak tidak langsung membeli atau meminta pembelian hanya karena melihat promosi. Simpan nama produk untuk dibicarakan pada waktu lain, lalu periksa fungsi, harga, keamanan, dan apakah keluarga benar-benar membutuhkan. Jeda ini membantu mengurangi keputusan impulsif dan memberi kesempatan untuk mencari informasi dari sumber yang tidak memiliki kepentingan menjual. Anak tetap boleh menikmati konten, tetapi tidak harus mengikuti setiap ajakan komersial.
FTC menjelaskan bahwa iklan yang menyatu dengan hiburan dapat menyulitkan anak mengenali pesan pemasaran. Lihat ringkasan FTC tentang iklan terselubung dalam konten anak. Untuk latihan literasi digital yang lebih luas, UNICEF Indonesia juga menyarankan perilaku aman dan kritis saat berinternet melalui panduan aman berinternet.
Mengenali tanda promosi yang tidak selalu terlihat jelas
Perhatikan petunjuk seperti kata “sponsor”, “kerja sama”, tautan pembelian, kode diskon, penempatan produk yang terus diulang, atau ajakan mengikuti akun tertentu. Namun, tidak semua promosi diberi penanda yang mudah dipahami anak. Ajarkan anak bertanya siapa yang membuat konten, apakah ada sesuatu yang ingin dijual, dan apakah klaimnya dapat diperiksa dari sumber lain. Anak tidak perlu menjadi ahli pemasaran; ia hanya perlu memahami bahwa hiburan dan promosi dapat muncul bersamaan.
Ketika anak tertarik pada rekomendasi kreator, hindari langsung menyebut kreator tersebut pembohong. Bedakan pengalaman pribadi, opini, iklan berbayar, dan informasi yang dapat diverifikasi. Tinjau bersama apakah produk sesuai usia, aman, dibutuhkan, dan berada dalam anggaran keluarga. Jika konten mendorong tindakan berisiko atau meminta data pribadi, hentikan interaksi dan gunakan mekanisme pelaporan. Percakapan rutin lebih efektif daripada hanya melarang setelah anak terlanjur percaya.
Bacaan terkait di BisaBaca
Topik ini dapat diperdalam melalui memahami pengaruh iklan terhadap pilihan anak, menilai klaim influencer di media sosial, dan membicarakan privasi digital sesuai usia. Pilih bacaan sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan anak; setiap keluarga dapat menerapkannya dengan cara yang berbeda.










