Tangisan ketika ditinggal di sekolah, sulit tidur tanpa orang tua, atau terus mengikuti ibu dan ayah bisa membuat keluarga kewalahan. Separation anxiety atau kecemasan berpisah cukup umum pada masa awal perkembangan, terutama ketika anak mulai memahami bahwa orang tua dapat pergi tetapi belum yakin kapan kembali. Namun, intensitas dan dampaknya berbeda pada tiap anak. Pendampingan yang hangat bukan berarti selalu menghindari perpisahan, melainkan membantu anak membangun rasa aman secara bertahap.
Mengapa perpisahan terasa menakutkan
Anak kecil belum memiliki pemahaman waktu seperti orang dewasa. Ia mungkin belum mampu membayangkan bahwa orang tua yang pergi bekerja atau mengantar sekolah akan kembali. Perubahan pengasuh, pindah rumah, mulai sekolah, pengalaman menakutkan, atau rutinitas yang berubah dapat membuat perpisahan terasa lebih sulit. Anak yang menangis bukan berarti manja atau sengaja membuat orang tua terlambat.
Buat ritual perpisahan yang singkat dan konsisten
Jelaskan apa yang akan terjadi dengan kata konkret: “Ibu antar, cium, lalu Ibu pergi bekerja. Nanti setelah kegiatan selesai, Pakde menjemput.” Hindari janji waktu yang tidak dipahami anak, seperti “sebentar lagi” jika durasinya panjang. Gunakan ritual sederhana yang sama, misalnya pelukan, salam, dan lambaian. Setelah berpamitan, jangan menghilang diam-diam karena dapat mengurangi rasa percaya.
Latih perpisahan secara bertahap
Mulai dari waktu singkat bersama pengasuh yang dikenal, lalu tambah durasi sesuai respons anak. Berikan kesempatan anak mengenal lingkungan dan orang yang akan menjaganya. Bawa benda penghibur yang aman bila diperbolehkan. Pastikan orang dewasa yang menerima anak memahami rutinitas dan cara menenangkannya. Proses ini mungkin naik turun; perubahan jadwal atau kondisi tubuh dapat memengaruhi respons.
Tanggapi emosi tanpa memperpanjang ketidakpastian
Akui perasaan anak: “Kamu sedih Ibu pergi. Ibu akan kembali setelah kamu selesai makan siang.” Jaga nada tenang dan percaya kepada pengasuh yang telah dipilih. Jika orang tua terus kembali setelah berpamitan karena anak menangis, proses dapat menjadi lebih membingungkan. Namun, jangan mengabaikan tanda bahwa lingkungan tidak aman atau kebutuhan anak tidak terpenuhi.
Kapan separation anxiety perlu bantuan
Konsultasikan bila ketakutan sangat intens, berlangsung lama, mengganggu sekolah atau tidur, anak terus mengeluh sakit saat berpisah, atau keluarga tidak dapat menjalankan rutinitas. Tenaga profesional dapat membantu menilai apakah ini fase perkembangan, kecemasan yang memerlukan intervensi, atau respons terhadap pengalaman tertentu. Hindari menyalahkan orang tua atau anak.
Perpisahan yang konsisten memberi kepastian
Jika anak ditinggal di penitipan, tunjukkan siapa yang akan menjaganya dan siapa yang menjemput. Gunakan kalimat yang sama setiap hari dan jangan menjanjikan bahwa orang tua kembali dalam lima menit jika sebenarnya bekerja hingga sore. Pengasuh dapat membantu dengan aktivitas yang disukai anak setelah perpisahan. Jika anak semakin cemas, evaluasi kondisi lingkungan dan cari saran profesional.
Jangan menghilang diam-diam saat berpisah
Perpisahan biasanya lebih mudah dipahami ketika orang tua memiliki ritual singkat dan dapat dipercaya. Beri tahu kapan akan pergi dan siapa yang menemani; ucapkan salam perpisahan, lalu tepati janji menjemput. Menghilang diam-diam dapat membuat anak semakin sulit memperkirakan apa yang terjadi. Jika kecemasan sangat kuat, meningkat, atau mengganggu kegiatan harian dalam waktu lama, diskusikan dengan tenaga profesional. Penyesuaian dilakukan bertahap dan tetap mempertimbangkan keamanan anak.
Panduan NHS tentang kecemasan pada anak menjelaskan beberapa tanda yang dapat muncul dan kapan kekhawatiran mulai mengganggu keseharian.
Langkah yang bisa dicoba orang tua
- Jelaskan siapa yang menjaga dan kapan orang tua kembali.
- Gunakan ritual perpisahan yang singkat, hangat, dan konsisten.
- Latih perpisahan bertahap dengan pengasuh yang dipercaya.
- Cari bantuan bila ketakutan sangat intens dan mengganggu kegiatan.
Pertanyaan yang sering muncul
Haruskah orang tua langsung pergi meskipun anak menangis?
Tidak ada satu pola untuk semua situasi. Perpisahan sebaiknya jelas dan konsisten setelah anak disiapkan, dengan dukungan pengasuh yang aman. Bila anak sangat tertekan atau ada masalah keamanan, evaluasi rencananya bersama sekolah dan tenaga profesional.
Inti yang perlu diingat
Pahami kecemasan saat berpisah dari orang tua, cara membuat perpisahan lebih dapat diprediksi, dan tanda ketika anak membutuhkan bantuan. Mulailah dari langkah kecil yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Perubahan membutuhkan waktu, latihan, dan dukungan yang konsisten.
Temukan bacaan lain seputar pengasuhan dan perkembangan keluarga di panduan Parenting BisaBaca.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Anxiety disorders in children — NHS.
- Anxiety in children — NHS.
- Serve and Return: Back-and-forth exchanges — Harvard Center on the Developing Child.









