Gempa bumi dapat membuat lantai, dinding, dan benda di sekitar bergerak. Anak yang belum pernah mengalami gempa mungkin tidak tahu harus berbuat apa. Ia dapat panik, berlari ke arah pintu, atau mencoba mengambil barang. Keluarga dan sekolah perlu membekali anak dengan tindakan sederhana yang mudah diingat.
Tujuannya bukan membuat anak menangani bencana sendiri. Anak perlu memahami cara melindungi diri sambil mengikuti arahan orang dewasa. Latihan yang tenang dan berulang dapat membantu anak mengenali langkah dasar tanpa menanamkan ketakutan.
3 langkah utama: merunduk, berlindung, dan berpegangan
Dalam banyak situasi gempa, panduan keselamatan yang dikenal luas adalah Drop, Cover, and Hold On. Dalam bahasa sederhana, anak dapat mengingatnya sebagai merunduk, berlindung, dan berpegangan.
1. Merunduk
Ketika guncangan terjadi, anak segera merendahkan tubuh hingga bertumpu pada tangan dan lutut. Posisi ini membantu mengurangi risiko terjatuh ketika lantai bergerak dan memudahkan anak bergerak ke tempat berlindung yang dekat.
2. Berlindung
Jika ada meja kokoh di dekatnya, anak dapat berlindung di bawah meja untuk melindungi kepala dan leher. Jauhi kaca, jendela, lemari tinggi, rak, dan benda yang dapat jatuh. Jika tidak ada meja yang aman, lindungi kepala dan leher dengan kedua tangan dan menjauhlah dari benda yang berpotensi menimpa. Jangan berlari keluar saat bangunan masih berguncang.
3. Berpegangan
Jika berlindung di bawah meja, pegang bagian kaki atau rangka yang kokoh dan tetap berada di tempat sampai guncangan berhenti. Jika meja bergeser, ikut bergerak sambil tetap berusaha melindungi kepala dan leher. Jangan berdiri untuk mengambil tas atau mainan.
Apa yang perlu dilakukan anak di berbagai tempat?
Saat berada di rumah
Kenalkan tempat berlindung yang aman dan pastikan jalur tidak dipenuhi barang. Keluarga dapat mengamankan lemari tinggi, rak, televisi, serta benda berat agar tidak mudah jatuh. Hindari menggantung benda berat tepat di atas tempat tidur atau area bermain anak.
Saat berada di sekolah
Anak perlu mengikuti instruksi guru dan prosedur keselamatan sekolah. Setelah guncangan berhenti, jangan berlari sendiri ke gerbang atau meninggalkan area tanpa arahan. Sekolah perlu memiliki titik evakuasi, prosedur pemeriksaan kehadiran, dan cara menghubungi keluarga.
Saat berada di luar ruangan
Jika anak berada di area terbuka, ia perlu menjauh dari bangunan, dinding, tiang, kaca, pohon besar, atau benda yang mungkin jatuh. Jika berada dekat jalan, hindari kendaraan yang bergerak dan ikuti arahan orang dewasa. Jangan berlindung di bawah kabel atau struktur yang tampak tidak stabil.
Saat berada di kendaraan
Jika gempa dirasakan saat perjalanan, pengemudi perlu menghentikan kendaraan di lokasi yang aman ketika memungkinkan dan menjauhi jembatan, terowongan, atau bangunan yang berpotensi runtuh. Anak tetap menggunakan sabuk pengaman sampai orang dewasa menyatakan aman untuk turun dan mengikuti arahan petugas.
6 persiapan keluarga menghadapi gempa
- Kenali risiko gempa di wilayah tempat tinggal dan ikuti informasi resmi kebencanaan.
- Periksa struktur rumah dan amankan lemari, rak, televisi, serta benda berat.
- Tentukan tempat berlindung dan jalur evakuasi setelah guncangan berhenti.
- Sepakati titik berkumpul keluarga dan kontak darurat.
- Siapkan perlengkapan darurat sesuai kebutuhan keluarga, termasuk obat dan alat bantu.
- Latih prosedur bersama anak serta sesuaikan dengan kondisi rumah dan sekolah.
Perlengkapan darurat dapat mencakup air minum, makanan yang tahan disimpan, senter, baterai, perlengkapan pertolongan pertama, obat rutin, dokumen penting, dan kebutuhan khusus anggota keluarga. Periksa secara berkala agar isi tas tetap layak digunakan.
Setelah guncangan berhenti
Periksa apakah ada orang yang terluka dan jauhi bagian bangunan yang retak, rusak, atau berisiko runtuh. Ikuti arahan petugas mengenai evakuasi dan kemungkinan gempa susulan. Jika berada di wilayah pesisir dan gempa kuat atau berlangsung lama, perhatikan peringatan tsunami dan ikuti rute evakuasi resmi tanpa menunggu kabar dari media sosial.
Menghadapi anak yang takut setelah gempa
Ketakutan setelah gempa dapat terjadi. Dengarkan pertanyaan anak dan jelaskan situasi sesuai usia. Jangan mengejek atau memaksa anak segera berani. Ulangi rencana keluarga dan tunjukkan bahwa orang dewasa akan membantu. Jika ketakutan terus mengganggu tidur, sekolah, atau aktivitas sehari-hari, pertimbangkan dukungan profesional.
Perhatian khusus bagi bayi dan anak dengan disabilitas
Bayi memerlukan pendampingan langsung dari orang dewasa. Anak dengan hambatan mobilitas, penglihatan, pendengaran, atau kebutuhan sensorik mungkin memerlukan rencana yang disesuaikan. Tentukan siapa yang membantu, alat bantu apa yang harus dibawa, dan bagaimana anak menerima instruksi. Bicarakan kebutuhan tersebut dengan sekolah atau pengasuh sebelum bencana.
Penutup
Anak tidak harus memahami seluruh ilmu kebumian untuk melindungi diri saat gempa. Ia perlu mengingat tindakan utama, mengenali tempat berlindung, dan mengikuti arahan orang dewasa. Latihan yang tenang dan berulang membantu keluarga lebih siap tanpa menanamkan ketakutan.
Latih respons berdasarkan tempat anak berada
Simulasi di rumah sebaiknya memperlihatkan tempat berlindung yang benar-benar tersedia, bukan meja kaca atau rak yang mudah bergeser. Periksa apakah furnitur berat sudah ditambatkan dan apakah barang yang mudah jatuh berada di atas tempat tidur atau area bermain. Di sekolah, anak perlu mengikuti instruksi guru karena tata ruang dan prosedur evakuasi ditetapkan oleh satuan pendidikan.
Jika gempa terjadi ketika anak berada di tempat tidur, ajarkan untuk tetap di tempat dan melindungi kepala dengan bantal jika tidak ada pilihan yang lebih aman di dekatnya; jangan berlari menyeberangi ruangan ketika guncangan masih berlangsung. Jika berada di luar, bergerak ke area terbuka jauh dari bangunan, kabel, dan benda yang dapat jatuh. Tindakan tepat bergantung pada lokasi, sehingga keluarga perlu menyesuaikan latihan dengan kondisi rumah dan sekolah.
Setelah guncangan berhenti
Periksa apakah ada anggota keluarga yang terluka dan waspadai kaca pecah, barang jatuh, kerusakan bangunan, bau gas, atau kabel listrik rusak. Gunakan alas kaki jika lantai dipenuhi pecahan. Jangan menyalakan api atau sakelar bila tercium bau gas. Ikuti informasi resmi mengenai kemungkinan gempa susulan dan jangan kembali ke bangunan yang dinyatakan tidak aman.
Anak mungkin bertanya apakah gempa akan terjadi lagi. Jawab dengan jujur bahwa orang dewasa tidak selalu dapat mengetahui waktu gempa, tetapi keluarga dapat menyiapkan langkah perlindungan. Hindari menyebarkan prediksi gempa yang tidak memiliki dasar ilmiah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah anak harus langsung berlari keluar ketika gempa? Jika berada di dalam bangunan dan guncangan sedang berlangsung, panduan umum menganjurkan berlindung di tempat aman terlebih dahulu. Evakuasi dilakukan setelah guncangan berhenti dan jalur keluar aman.
Bagaimana jika anak menggunakan kursi roda? Siapkan rencana individual bersama anak dan pendamping, termasuk perlindungan kepala, lokasi aman, dan cara bergerak setelah guncangan berhenti.
Jangan berdiri di dekat jendela untuk melihat gempa
Anak mungkin penasaran melihat benda bergerak atau suara dari luar. Ajarkan bahwa selama guncangan, menjauh dari jendela, lemari, cermin, rak, dan benda yang dapat jatuh lebih penting daripada mengamati keadaan. Setelah guncangan berhenti, orang dewasa dapat memeriksa lingkungan dengan hati-hati sebelum mengajak anak berpindah.
Jika berada di ruang kelas, anak sebaiknya mengikuti latihan yang telah ditetapkan sekolah. Jangan berlari berdesakan menuju gerbang ketika guncangan masih berlangsung. Guru dan staf perlu memeriksa jumlah murid pada titik kumpul serta mengidentifikasi anak yang membutuhkan bantuan tambahan.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Safety Guidelines: During an Earthquake (Panduan Keselamatan saat Gempa Bumi) — Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lembaga kesehatan masyarakat Amerika Serikat.
- Earthquake Safety for Parents and Care Providers (Keselamatan Gempa untuk Orang Tua dan Pengasuh) — Earthquake Country Alliance, panduan keselamatan gempa bagi keluarga dan pengasuh.
- Panduan Kesiapsiagaan Bencana untuk Keluarga — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), panduan keluarga dalam konteks Indonesia.










