Kebakaran dapat terjadi karena gangguan listrik, kegiatan memasak, sumber panas, atau penyebab lain. Ketika api dan asap menyebar, keluarga mungkin hanya memiliki waktu terbatas untuk keluar dengan aman. Anak dapat bingung karena tidak tahu pintu mana yang harus digunakan atau takut meninggalkan barang yang disukainya.
Rencana evakuasi membantu keluarga mengetahui tindakan sebelum keadaan darurat terjadi. Anak tidak perlu menghafal prosedur rumit. Ia perlu mengenali jalur keluar, titik berkumpul, dan aturan dasar: segera keluar, jangan kembali masuk, serta ikuti petunjuk orang dewasa dan petugas.
7 langkah menyiapkan jalur evakuasi keluarga
1. Kenali pintu keluar dari setiap ruangan
Periksa jalur dari kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan area lain menuju pintu keluar. Pastikan jalan tidak terhalang kardus, sepeda, perabot, atau barang yang mudah tersandung. Jangan hanya merencanakan rute dari kamar orang tua karena anak mungkin berada di ruangan berbeda ketika kebakaran terjadi.
2. Siapkan jalur alternatif yang aman
Jika jalur utama tertutup api atau asap, keluarga perlu mengetahui pilihan lain yang memang dapat digunakan, seperti pintu samping atau akses keluar yang telah diperiksa. Jangan meminta anak melompat dari tempat tinggi atau melewati area yang penuh asap. Jika rumah bertingkat, rencanakan bagaimana anggota keluarga yang membutuhkan bantuan dapat dievakuasi oleh orang dewasa.
3. Tentukan titik berkumpul di luar rumah
Pilih lokasi yang mudah dikenali dan cukup jauh dari bangunan, misalnya area terbuka yang disepakati. Semua anggota keluarga perlu mengetahui titik tersebut. Setelah keluar, jangan kembali untuk mengambil mainan, telepon, dokumen, hewan peliharaan, atau barang berharga. Beri tahu petugas pemadam jika ada orang yang belum keluar.
4. Kenali alarm asap dan bunyinya
Alarm asap adalah perangkat yang mendeteksi asap dan memberi peringatan suara. Jika keluarga memasangnya, jelaskan arti bunyi tersebut dan tindakan yang harus dilakukan anak. Periksa baterai serta fungsi perangkat sesuai petunjuk produsen. Jika belum memiliki alarm, pertimbangkan pemasangan di lokasi yang sesuai dengan panduan keselamatan bangunan.
5. Ajarkan cara bergerak ketika ada asap
Asap dapat mengganggu pernapasan dan mengurangi jarak pandang. Jika anak menghadapi asap, ajarkan untuk menjaga posisi tubuh rendah dan bergerak menuju jalur keluar yang aman. Jangan bersembunyi di lemari atau bawah tempat tidur. Jika jalur tidak dapat dilewati dengan aman, anak harus mengikuti rencana alternatif dan memberi tahu orang dewasa atau petugas tentang lokasinya.
6. Bagi peran orang dewasa
Tentukan siapa yang membantu bayi, anak kecil, lansia, atau anggota keluarga dengan disabilitas. Jangan mengandalkan anak yang lebih besar untuk menggantikan tanggung jawab orang dewasa dalam mengevakuasi anggota keluarga lain. Pastikan semua orang tahu siapa yang memeriksa ruangan jika itu dapat dilakukan tanpa membahayakan diri.
7. Latih rencana secara berkala
Lakukan latihan saat suasana tenang. Coba rute utama dan alternatif jika aman. Untuk anak kecil, cukup latih mengenali bunyi alarm, mengikuti orang dewasa, dan menuju titik berkumpul. Latihan harus disesuaikan usia dan tidak dibuat menakutkan.
Apa yang perlu dilakukan anak saat kebakaran?
- Segera tinggalkan ruangan melalui jalur yang aman.
- Jangan berhenti mengambil mainan, tas, atau barang kesayangan.
- Jangan bersembunyi ketika mendengar peringatan kebakaran.
- Jika terdapat asap, bergerak rendah menuju jalur keluar yang aman.
- Setelah keluar, pergi ke titik berkumpul dan tunggu keluarga.
- Jangan kembali masuk sampai petugas menyatakan aman.
Jika pintu terasa panas atau jalur terlihat penuh asap, jangan memaksakan diri melewatinya. Gunakan rute alternatif yang telah disiapkan dan minta bantuan. Jangan menggunakan lift saat terjadi kebakaran. Ikuti arahan petugas dan prosedur bangunan jika tinggal di rumah susun atau apartemen.
Bagaimana jika anak terpisah dari orang tua?
Anak yang sudah berada di luar harus tetap di titik berkumpul dan tidak masuk kembali ke bangunan untuk mencari anggota keluarga. Ajarkan anak meminta bantuan petugas pemadam atau orang dewasa yang bertugas. Orang tua perlu memberi tahu petugas jika ada anggota keluarga yang belum terlihat. Jangan meminta anak menyelamatkan hewan atau mengambil barang di dalam rumah.
Jangan membuat latihan kebakaran menjadi pengalaman menakutkan
Jelaskan bahwa latihan dilakukan agar seluruh keluarga tahu cara melindungi diri. Gunakan bahasa sederhana dan jawab pertanyaan anak tanpa memberikan gambaran mengerikan. Beri pujian karena anak mengikuti langkah keselamatan, bukan karena ia terlihat tidak takut. Wajar jika sebagian anak merasa cemas saat pertama kali berlatih.
Penutup
Rencana evakuasi kebakaran membantu keluarga bertindak lebih terarah saat keadaan darurat. Kenali jalur keluar, siapkan pilihan alternatif, tentukan titik berkumpul, dan latih anak mengikuti prosedur. Hal terpenting adalah menyelamatkan manusia, bukan barang. Setelah keluar, jangan kembali masuk sampai petugas menyatakan bangunan aman.
Periksa jalur keluar pada siang dan malam hari
Jalur yang mudah dilewati saat terang mungkin menjadi sulit ketika rumah gelap atau dipenuhi asap. Pastikan pintu dapat dibuka dari dalam tanpa kunci khusus yang sulit ditemukan anak. Jika terdapat teralis atau pengaman jendela, pahami cara membukanya dari dalam sesuai keamanan rumah. Jangan menumpuk barang di lorong atau dekat pintu keluar.
Jika rumah bertingkat, rencanakan cara membantu bayi, anak kecil, lansia, atau anggota keluarga dengan keterbatasan mobilitas. Jangan merancang evakuasi yang mengharuskan anak menggunakan tangga darurat atau melompat dari jendela tanpa peralatan serta pelatihan yang tepat. Bila satu jalur tidak dapat digunakan, anak perlu mengikuti orang dewasa menuju alternatif yang sudah diperiksa sebelumnya.
Setelah keluar, hubungi bantuan dan jangan kembali masuk
Setelah keluarga mencapai titik berkumpul, hitung seluruh anggota keluarga dan beri tahu petugas jika ada orang yang belum ditemukan. Hubungi layanan pemadam kebakaran atau nomor darurat setempat sesuai wilayah. Jangan kembali mengambil barang, mematikan alat, atau mencari hewan peliharaan di bangunan yang terbakar. Beri tahu petugas bila ada tabung gas, bahan kimia, atau sumber bahaya lain yang diketahui.
Jika pakaian anak terbakar, ajarkan aturan sederhana yang sesuai usia: berhenti, menjatuhkan tubuh, lalu berguling untuk memadamkan api, sambil menutup wajah dengan tangan bila memungkinkan. Setelah api padam, orang dewasa harus membantu dan mencari pertolongan medis untuk luka bakar. Latihan ini harus dilakukan dengan penjelasan dan demonstrasi aman, bukan menggunakan api sungguhan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah anak boleh bersembunyi di lemari saat kebakaran? Jangan menjadikannya pilihan. Anak perlu menuju jalur keluar atau mengikuti instruksi petugas, bukan bersembunyi sehingga sulit ditemukan.
Haruskah membawa tas darurat ketika rumah terbakar? Tidak jika pengambilan tas menunda evakuasi. Keselamatan orang lebih penting daripada barang.
Perhatikan rumah dengan lebih dari satu lantai
Jika keluarga tinggal di rumah bertingkat, pastikan setiap lantai memiliki cara keluar yang dapat digunakan dan tidak terkunci dari sisi dalam. Jangan mengandalkan lift saat kebakaran. Ajarkan anak mengikuti tangga yang aman jika jalurnya tidak dipenuhi asap atau api, dan jangan membawanya kembali ke lantai lain untuk mengambil barang. Jika jalur tangga tertutup, pergi ke tempat aman yang dapat dijangkau dan hubungi petugas sesuai prosedur setempat.
Setelah latihan, minta anak menunjuk titik berkumpul dan menjelaskan satu hal yang tidak boleh dilakukan, misalnya kembali masuk untuk mengambil mainan. Ulangi latihan dengan variasi waktu dan lokasi agar keluarga tidak hanya menghafal satu rute.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Home Fires (Kebakaran Rumah) — Ready.gov, panduan perencanaan dan keselamatan kebakaran rumah dari pemerintah Amerika Serikat.
- Emergency Preparedness Curriculum (Kurikulum Kesiapsiagaan Darurat) — Ready.gov, bahan edukasi kesiapsiagaan untuk anak usia sekolah.
- Panduan Kesiapsiagaan Bencana untuk Keluarga — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), panduan kesiapsiagaan keluarga di Indonesia.










