Orang tua menunjuk tanggal pada kemasan yoghurt bersama anak di depan kulkas
Memeriksa tanggal dan petunjuk penyimpanan bersama membantu anak memahami bahwa keamanan makanan perlu dinilai dengan beberapa cara.
Kesehatan & Perawatan Anak

Cara Mengajarkan Anak Mengenali Makanan yang Sudah Basi atau Kedaluwarsa

Anak dapat dilatih memeriksa label, kondisi kemasan, dan perubahan makanan, tetapi tidak boleh diminta mencicipi makanan mencurigakan atau menjadikan bau sebagai satu-satunya tes keamanan.

Jangan mengandalkan hidung atau lidah untuk memastikan makanan aman

Anak sering belajar bahwa makanan basi memiliki bau tidak enak atau warna berubah. Pengamatan itu memang dapat membantu mengenali sebagian makanan yang sudah rusak, tetapi tidak cukup untuk memastikan keamanan. Ada makanan yang tampak dan berbau normal meskipun sudah terkontaminasi mikroorganisme. Sebaliknya, beberapa makanan memiliki aroma khas yang belum tentu berarti basi. Karena itu, anak perlu belajar bahwa mencium dan melihat hanyalah bagian dari pemeriksaan awal, bukan izin untuk mencicipi makanan yang mencurigakan.

Aturan utama yang mudah dipahami anak adalah: jika ragu, jangan dimakan dan panggil orang dewasa. Jangan pernah meminta anak mencicipi sedikit untuk menguji apakah makanan masih layak. Anak juga tidak perlu membuang makanan sendiri tanpa memberi tahu orang tua, terutama bila makanan itu bagian dari bekal atau persediaan keluarga. Orang dewasa bertanggung jawab membuat keputusan akhir berdasarkan label, petunjuk penyimpanan, dan kondisi produk.

Ajarkan perbedaan tanggal kedaluwarsa dan tanggal mutu

Pada produk pangan, istilah tanggal dapat memiliki arti berbeda bergantung aturan dan jenis produk. Ada label yang menunjukkan batas konsumsi yang berkaitan dengan keamanan, sementara label lain lebih menunjukkan mutu terbaik ketika produk disimpan sesuai petunjuk. Anak tidak perlu mempelajari terminologi regulasi secara rinci, tetapi orang tua perlu membaca label dengan benar. Jangan menerapkan satu aturan yang sama pada semua jenis makanan. Ikuti ketentuan label di Indonesia serta petunjuk produsen untuk produk yang dibeli.

Sebagai bahan edukasi umum, panduan pemerintah Inggris tentang memahami label pangan menjelaskan perbedaan informasi tanggal dan alergen. Aturan Inggris tidak menggantikan ketentuan BPOM Indonesia, tetapi dapat membantu orang tua memahami bahwa tanggal pada kemasan memiliki fungsi berbeda dan harus dibaca bersama petunjuk penyimpanan. Untuk praktik di rumah, ikuti label produk yang dipasarkan di Indonesia dan buang makanan yang tidak disimpan sesuai petunjuk bila keselamatannya diragukan.

Empat hal yang dapat diperiksa anak bersama orang tua

  1. Tanggal dan petunjuk simpan: ajak anak menemukan tanggal pada kemasan serta membaca apakah produk perlu disimpan dingin setelah dibuka.
  2. Kondisi kemasan: perhatikan apakah kemasan sobek, bocor, segelnya terbuka, menggembung, atau berkarat.
  3. Perubahan yang terlihat: jamur, lendir, perubahan warna yang tidak wajar, atau tekstur yang berbeda dapat menjadi tanda makanan tidak layak.
  4. Riwayat penyimpanan: tanyakan apakah makanan sempat lama berada di tempat panas atau keluar dari kulkas terlalu lama.

Anak dapat membantu menemukan informasi, tetapi tidak boleh menyimpulkan bahwa makanan aman hanya karena keempat hal itu terlihat normal. Beberapa kontaminan tidak dapat dikenali dengan penglihatan atau penciuman. Jika makanan seharusnya disimpan dingin namun dibiarkan lama pada suhu ruang, orang tua perlu mengikuti panduan keamanan pangan dan tidak hanya mengandalkan tampilan. Bila ragu, pilihan paling aman adalah tidak menyajikannya.

Buat kegiatan belajar saat menyimpan belanjaan

Setelah berbelanja, anak dapat membantu memisahkan bahan yang harus masuk kulkas dan yang dapat disimpan di lemari kering. Orang tua menunjukkan petunjuk penyimpanan, misalnya 'simpan di tempat sejuk dan kering' atau 'simpan di kulkas setelah dibuka'. Tuliskan tanggal pembukaan pada wadah bila itu membantu keluarga mengingat kapan produk mulai digunakan. Makanan matang dan bahan mentah perlu disimpan terpisah untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Gunakan kegiatan ini untuk mengenalkan prinsip 'yang lebih dulu dibeli digunakan lebih dulu' ketika sesuai dengan jenis pangan dan tanggalnya. Produk yang tanggalnya lebih dekat dapat ditempatkan di bagian depan agar terlihat. Namun, jangan menganggap produk yang tanggalnya masih jauh otomatis aman jika kemasan rusak atau penyimpanannya salah. Anak dapat membantu menata, sementara orang tua memeriksa dan mengambil keputusan akhir.

Apa yang harus dilakukan jika anak menemukan makanan mencurigakan?

Ajarkan anak untuk tidak membuka kemasan, mencicipi, atau membagikan makanan tersebut. Minta ia memberi tahu orang dewasa dan meletakkan makanan di tempat terpisah agar tidak dimakan anggota keluarga lain. Jika produk kemasan tampak rusak, simpan informasi merek, nomor izin edar, dan nomor batch bila perlu untuk pelaporan. Jangan mencuci atau mengolah ulang makanan yang sudah berjamur atau rusak dengan harapan menjadi aman.

Jika anak sudah telanjur memakan makanan yang dicurigai dan kemudian mengalami muntah, diare, nyeri perut, atau demam, catat waktu konsumsi dan gejala. Cari bantuan medis bila gejalanya berat, ada tanda dehidrasi, darah pada tinja, muntah terus-menerus, atau anak tampak sangat lemas. Artikel tanda dehidrasi pada anak membantu orang tua mengenali tanda bahaya. Untuk memeriksa kemasan dan tanggal pada produk, baca panduan menilai jajanan sekolah dan cara menjaga keamanan makanan bekal anak.

Jangan membuat anak takut pada semua makanan

Tujuan pelajaran ini bukan membuat anak cemas setiap kali membuka kulkas. Makanan memang memiliki masa simpan dan perlu ditangani dengan benar, tetapi keluarga dapat mengelolanya melalui kebiasaan sederhana: membaca petunjuk, menutup wadah, menyimpan pada tempat yang sesuai, dan tidak memakan sesuatu yang meragukan. Anak perlu melihat bahwa orang dewasa juga mengikuti aturan yang sama, bukan hanya meminta anak berhati-hati.

Berikan pesan yang jelas: 'Kita tidak tahu aman atau tidak hanya dari mencium. Kalau ragu, berhenti dan tanya orang dewasa.' Pesan ini menghindari eksperimen berbahaya sekaligus menumbuhkan tanggung jawab. Seiring bertambah usia, anak dapat membaca tanggal, mengingat makanan mana yang perlu masuk kulkas, dan membantu menjaga stok. Namun, penilaian keamanan tetap harus mengikuti informasi yang benar dan tanggung jawab orang dewasa.

Bedakan makanan rusak karena penyimpanan dan makanan yang melewati tanggal

Makanan dapat rusak sebelum tanggal pada kemasan jika segel terbuka, suhu penyimpanan salah, atau produk terkontaminasi. Sebaliknya, beberapa tanggal pada label menunjukkan mutu terbaik, bukan selalu batas keamanan yang sama untuk semua jenis pangan. Karena istilah dan aturan berbeda, orang tua harus membaca petunjuk produk dan tidak menggeneralisasi bahwa semua makanan masih aman selama tampilannya baik. Jika kemasan rusak atau makanan disimpan di luar petunjuk, jangan mengambil risiko.

Anak dapat dilatih menemukan tanggal pada kemasan, tetapi keputusan apakah produk masih layak tetap dilakukan orang dewasa. Periksa pula kondisi kulkas, kebersihan wadah, dan tanggal pembukaan bila produk sudah tidak berada dalam kemasan aslinya. Kebiasaan ini membantu keluarga mencegah pemborosan sekaligus tidak memaksakan konsumsi makanan yang meragukan.

Gunakan aturan keluarga yang sederhana dan konsisten

Orang tua dapat menempelkan catatan kecil di kulkas: makanan yang perlu didinginkan segera dimasukkan setelah dibuka; wadah ditutup kembali; makanan yang tidak dikenal jangan dimakan tanpa bertanya; dan kemasan rusak harus diserahkan kepada orang dewasa. Untuk anak yang lebih besar, jelaskan bahwa tanggal pada kemasan perlu dibaca bersama petunjuk simpan. Produk yang harus didinginkan tidak menjadi aman hanya karena tanggalnya belum lewat jika sudah lama berada di tempat panas.

Saat membersihkan kulkas, libatkan anak untuk menemukan wadah yang tidak memiliki label tanggal atau makanan yang sudah lama disimpan. Orang tua tetap memutuskan apakah makanan akan digunakan atau dibuang. Kegiatan ini dapat menjadi kesempatan belajar tentang perencanaan belanja, mengurangi makanan terbuang, dan menjaga kesehatan keluarga tanpa menjadikan anak bertanggung jawab atas keputusan yang belum mampu ia nilai.

Artikel terkait

Bacaan lain yang mungkin membantu.