Orang tua dapat merasa khawatir ketika mendengar kabar jajanan yang diduga mengandung boraks atau formalin. Kekhawatiran itu bisa membuat keluarga mencari cara cepat untuk mengetes makanan di rumah, termasuk memakai bahan-bahan dapur. Namun, uji rumahan dengan bahan alami bukan metode yang dapat memastikan ada atau tidaknya zat berbahaya. Rasa, bau, warna, tekstur, dan lama makanan bertahan juga tidak cukup untuk menetapkan hasil secara pasti.
Boraks dan formalin bukan bahan tambahan pangan yang boleh disalahgunakan untuk membuat jajanan. Ada bahan tambahan pangan tertentu yang memang diizinkan untuk fungsi tertentu dengan ketentuan penggunaan. Karena itu, penting membedakan pengawet pangan yang diatur dari bahan kimia yang dilarang digunakan pada makanan.
Mengapa boraks dan formalin menjadi perhatian?
Boraks merupakan senyawa yang digunakan untuk keperluan nonpangan tertentu dan tidak boleh ditambahkan ke makanan. Formalin adalah larutan formaldehida yang digunakan untuk keperluan di luar pangan, bukan pengawet makanan. Penyalahgunaan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan. Orang tua tidak perlu menghafal semua istilah kimia; yang utama adalah mengetahui bahwa bahan ini bukan bagian dari resep pangan rumahan yang aman.
Tidak semua makanan yang sangat kenyal, awet, atau memiliki warna kuat pasti mengandung boraks atau formalin. Beberapa karakteristik dapat menjadi alasan untuk lebih waspada, tetapi bukan diagnosis. BPOM menyediakan materi edukasi tentang bahan berbahaya pada pangan. Informasi seperti itu harus dipahami sebagai petunjuk kewaspadaan, bukan tes yang memberi kepastian atau bukti bahwa suatu jajanan tertentu tercemar.
Mengapa tes dengan bahan alami tidak dapat diandalkan?
Mencampur makanan dengan kunyit, cuka, air panas, atau bahan dapur lain lalu menafsirkan perubahan warna tidak dapat membuktikan adanya boraks atau formalin. Banyak bahan makanan memiliki pigmen, asam, protein, dan komponen lain yang dapat berubah ketika dicampur. Perubahan itu tidak spesifik terhadap satu zat. Hasil negatif juga tidak menjamin makanan bebas dari cemaran.
Jangan mencicipi makanan yang dicurigai untuk memeriksa rasa getir, dan jangan menghirupnya dari dekat untuk mencari bau tertentu. Jangan pula menggunakan cairan kimia rumah tangga atau kit yang tidak jelas asal dan prosedurnya. Pemeriksaan bahan berbahaya memerlukan metode analisis yang sesuai dan dilakukan oleh pihak berkompeten. Pengujian cepat yang dilakukan petugas pun merupakan tahap skrining dan dapat membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.
Apa yang dapat dilakukan orang tua saat menemukan jajanan mencurigakan?
- Hentikan konsumsi dan jangan berikan kepada anggota keluarga lain.
- Simpan informasi produk atau tempat pembelian, seperti nama penjual, lokasi, waktu pembelian, dan kemasan bila tersedia.
- Jangan menyebarkan tuduhan kepada pedagang atau merek tanpa bukti pemeriksaan.
- Sampaikan dugaan melalui kanal pengaduan resmi BPOM atau dinas terkait agar dapat ditindaklanjuti.
- Jika anak sudah mengonsumsi dan mengalami keluhan, cari bantuan tenaga kesehatan; jangan menunggu hasil uji sendiri.
Pilih jajanan dengan kebiasaan yang lebih melindungi
Utamakan penjual yang menjaga kebersihan, melindungi makanan dari debu dan serangga, memisahkan bahan mentah dari makanan matang, dan menggunakan air bersih. Untuk makanan kemasan, periksa kondisi kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Cek KLIK BPOM membantu konsumen memeriksa empat hal tersebut. Panduannya dapat ditemukan di informasi BPOM terkait kemasan pangan dan penjelasan tentang penandaan kedaluwarsa.
Jika membeli jajanan basah, jangan hanya menilai dari tekstur atau lamanya makanan bertahan di suhu ruang. Pilih makanan yang ditangani dengan baik dan disajikan sesuai karakteristiknya. Hindari produk tanpa identitas yang jelas atau penjual yang tidak mampu menjelaskan bahan, terutama bila anak memiliki alergi. Untuk panduan lebih luas, baca cara menilai keamanan dan nilai gizi jajanan sekolah serta penjelasan tentang bahan tambahan pangan.
Apa yang perlu disampaikan kepada anak?
Hindari menakut-nakuti anak dengan mengatakan semua jajanan di luar rumah mengandung racun. Pesan seperti itu dapat menimbulkan kecemasan dan membuat anak sulit membedakan risiko yang nyata. Katakan bahwa ada makanan yang penanganannya tidak baik, sehingga keluarga memilih tempat yang bersih dan produk yang jelas. Anak dapat belajar memberi tahu orang tua atau guru ketika menemukan makanan yang tampak rusak atau penjual yang tidak menjaga kebersihan.
Jangan pula meminta anak menjadi pemeriksa pangan bagi teman-temannya. Ia cukup mengingat aturan sederhana: tidak mencoba makanan yang tidak dikenal atau sudah berubah kondisi, tidak membeli produk kemasan rusak, serta bertanya kepada orang dewasa bila ragu. Keputusan dan tindak lanjut dugaan cemaran tetap tanggung jawab orang dewasa dan lembaga pengawasan.
Jika anak telah memakan pangan yang dicurigai
Jangan mencoba membuat anak muntah atau memberi ramuan rumahan untuk “menetralkan” zat. Catat jenis makanan, jumlah kira-kira, waktu konsumsi, dan keluhan yang muncul. Hubungi fasilitas kesehatan atau tenaga kesehatan untuk arahan. Bila anak mengalami kesulitan bernapas, penurunan kesadaran, kejang, atau kondisi berat lainnya, cari pertolongan darurat segera.
Tidak semua keluhan setelah makan berarti disebabkan formalin atau boraks. Gejala dapat memiliki banyak penyebab, termasuk kontaminasi mikroba atau kondisi kesehatan lain. Pemeriksaan profesional diperlukan untuk menilai kondisi anak dan menentukan tindak lanjut yang tepat. Ketika anak bertanya mengapa jajanan itu tidak boleh dimakan, jawab dengan jujur namun sederhana: keluarga belum dapat memastikan cara makanan dibuat, sehingga lebih baik tidak mengambil risiko. Hindari menunjukkan foto atau cerita yang menakutkan. Fokus pada kebiasaan memilih makanan yang jelas asalnya dan memberi tahu orang dewasa jika ada keraguan.
Penutup: jangan mengandalkan eksperimen dapur
Bahan alami di rumah berguna untuk memasak, bukan untuk memastikan formalin atau boraks pada jajanan. Waspada terhadap pangan yang meragukan, hentikan konsumsi, simpan informasi pembelian, dan laporkan melalui jalur resmi. Memilih penjual yang menjaga kebersihan dan produk kemasan yang jelas adalah langkah sehari-hari yang lebih dapat diandalkan daripada mencoba tes rumahan yang tidak tervalidasi.
Menyampaikan laporan dengan informasi yang berguna
Jika orang tua ingin menyampaikan dugaan kepada petugas, catat informasi faktual tanpa menambahkan kesimpulan sendiri. Misalnya, kapan dan di mana makanan dibeli, jenis makanan, nama atau lokasi penjual bila diketahui, bagaimana makanan disimpan, serta apakah ada kemasan atau bukti pembelian. Jika beberapa orang mengalami keluhan, catat kapan gejala mulai muncul dan makanan apa saja yang dikonsumsi. Hindari mengambil sampel dengan cara yang membahayakan diri atau menyimpan pangan rusak di dekat makanan keluarga.
Jangan mengunggah foto pedagang dengan tuduhan sebagai fakta sebelum ada pemeriksaan. Informasi yang keliru dapat merugikan orang lain dan mengalihkan perhatian dari proses penelusuran. Serahkan dugaan kepada lembaga pengawasan pangan dan ikuti arahan mereka. Bila anak mengalami gejala, prioritas pertama adalah penilaian kesehatan, bukan menunggu konfirmasi laboratorium. Orang tua dapat menggunakan kanal pengaduan resmi BPOM untuk meminta petunjuk terkait pangan yang dicurigai.
Untuk membedakan bahan tambahan pangan yang diizinkan dan bahan yang dilarang, baca kembali penjelasan bahan tambahan pangan serta ciri lingkungan kantin yang mendukung keamanan pangan.










